Manusia Super

6 Juli 2011 - 23.39 WIB > Dibaca 689 kali | Komentar
 

Banyaknya persoalan hukum di negeri ini, seolah jadi fenomena bangsa yang terkesan tak pernah berujung. Kondisi ini menjadikan, tontotan berkepanjangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia mulai anak-anak sampai orang dewasa.

Lantas, akan di bawa ke mana negeri ini, ketika efek jera yang diharapkan dari sebuh produk hukum, sepertinya sudah terabaikan. Fakta ini dapat dilihat dari semakin banyaknya para pihak yang terus bermain-main dengan hukum, terutama mereka-mereka yang memiliki kekuasaan.

Yang lebih celaka lagi, sejumlah persoalan hukum itu terus menjadi topik utama di hampir seluruh media cetak dan elektronik. Mau tidak mau, informasi itu jadi tontonan untuk dikonsumsi mayoritas masyarakat Indonesia dari setiap jenjang usia. Bagi para pihak yang sudah mampu membedakan informasi, otomatis akan mampu memilahnya secara benar. Sebaliknya, akan ada pihak yang memandang itu secara apa adanya, termasuk anak-anak usia sekolah yang isi kepalanya masih lebih banyak meniru. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap pembentukan pola pikir anak seperti itu? Apakah Presiden, DPR, gubernur, bupati, wali kota, guru sekolah atau orangtua?

Dari sebutan para pihak yang harus bertanggung jawab itu, ternyata pelaku kejahatan yang saat ini menjadi ladang perburuan petugas hukum adalah orang-orang yang memiliki tanggung jawab besar pada negeri ini. Dengan begitu, apakah masih mungkin negeri ini akan menjadi sebuah negara yang mampu melindungi rakyatnya secara benar, sementara hampir setiap kasus hukum selalu saja memiliki mata rantai yang cukup rapi dan sulit diberantas karena melibatkan banyak pihak yang lagi berkuasa.

Siapa yang salah? Apakah kesalahan itu dibebankan kepada rakyat yang ternyata salah saat menentukan pilihan pada wakilnya di pemerintahan? Atau apakah kesalahan itu karena sikap serakah penguasa yang tidak mampu menempatkan orang-orang yang berpotensi untuk melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan. Atau, apakah sudah tidak ada lagi orang-orang pintar, bijak, jujur dan mampu bekerja untuk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. Atau karena orang-orang di negeri ini sedang haus kekuasaan dan kekayaaan. Atau karena para pelaku kasus hukum masih merasa asyik dengan perilakunya atau karena orang-orang yang memiliki jiwa patriot untuk memberangus para penjahat masih belum dilahirkan, atau Indonesia memerlukan kehadiran manusia-manusia super, seperti Superman, Zorro, Si Pitung, Samson dan lainnya. Kata Ebiet G Ade, mari kita tanya pada rumput yang bergoyang.***
KOMENTAR
Terbaru
Heran, Pertanyakan Transaksi Riau Expo 2018 Capai Rp20 M

Selasa, 13 November 2018 - 08:09 WIB

Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 21:00 WIB

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:30 WIB

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 20:00 WIB

Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 19:00 WIB

Follow Us