Cinta dan Keseimbangan

10 Februari 2013 - 08.18 WIB > Dibaca 1359 kali | Komentar
 
Cinta dan Keseimbangan
Berabad-abad lampau, Nabi Adam menggadaikan harga diri dihadapan Tuhan hanya untuk mendapatkan pengakuan cinta dari Hawa. Buah khuldi terlarang yang ranum, telah menjerat Adam untuk diusir meninggalkan surga. Meninggalkan kenikmatan akhirat. Meninggalkan keabadian. Adam adalah awal perumpamaan kekuatan cinta untuk membuat bumi membiak, beranak pinak, bertunas-tunas hingga membentang berbenenua-benua. Andaikan Adam dan Hawa tidak mengenal cinta. Maka kita ada entah di mana.

Sebagai manusia kita adalah produk dari sebuah proses cinta. Kasih sayang orangtua yang menjulang telah melahirkan nyawa-nyawa. Hakikat dan idealnya sesuatu yang suci akan menciptakan kesucian-kesucian lainnya. Namun karena ketiadaan keseimbangan, maka cinta dan kesucian diri sering terjebak pada arus ketidakbaikan.  

Hamka berpandangan, cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Mahatma Ghandi mengungkapkan cinta tidak pernah meminta, ia  senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Cinta yang membabi buta akan melahirkan keburukan--kemalangan. Cinta memerlukan keseimbangan, untuk menaklukkan kebencian. Cinta bukan hak prerogatif hubungan antara dua manusia berlainan kelamin. Cinta teramat universal.  Bahkan Allah telah memberikan kita maklumat, tentang cinta dan keseimbangan. Ketika kita hanya mencintai dunia tanpa memberi ruang cinta yang sama ke sang pencipta, maka tiada surga yang akan menanti di akhir masa. Begitu sebaliknya, jika kita teramat cinta kepada sang khaliq dengan mendiamkan kehidupan dunia, neraka jua akan menjadi tempat kita.

Dalam konteks bernegara, ketika pemimpinnya memiliki cinta terhadap rakyatnya maka kemuliaan, kemakmuran, keharmonisan, kebaikan, keadilan akan selalu mengikuti setiap peradaban dunia. Sebaliknya, cinta pemimpin yang semu akan senantiasa untuk membunuh atau terbunuh. Sadam Husein di Irak, Muamar Khadafi di Libiya, Hitler di Jerman, Soekarno dan Soeharto di Indonesia.

Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kabut asap, konflik hewan dan manusia, adalah akibat ketiadaan keseimbangan cinta kita terhadap lingkungan. Hutan tak lagi memblukar, luluh tumbang rapi demi alasan ekonomi. Binatang tidak lagi merasa buas, tanah hutan yang teduh, telah menjadi panas. Madu-madu lebah tak lagi manis, sebab sialang tak kuasa tumbuh menjulang.

Cinta itu harus ada setiap masa dari detik ke menit, meniti jam, membentuk hari-hari. Menjelma menjadi bulan, bertahun-tahun. Cinta dan keseimbangan tidak hanya di tanggal 14 Februari. Apalagi mengharapkan imbalan-imbalan pengakuan. Menjadi pencinta sejati itu memang tak mudah seperti cintanya Nabi Muhammad terhadap umatnya. Namun kita bisa memulai untuk membangun cinta dan keseimbangan di rumah tangga, keluarga, tetangga, di kantor, di komunitas, atau di ruang dan waktu apapun. Karena cinta yang tulus akan melahirkan keseimbangan untuk menuntun kita menjadi berharga, baik di awal apalagi di akhir masa.

Dale Carnagie berujar, satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.***


Edwir Sulaiman
Redaktur Pelaksana
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 21 November 2018 - 15:54 wib

Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2

Rabu, 21 November 2018 - 15:50 wib

Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot

Rabu, 21 November 2018 - 15:45 wib

Dewan Rekomendasikan Cabut Izin PT MAS

Rabu, 21 November 2018 - 15:30 wib

Gunakan Sampan, Kapolres Jangkau Lokasi Banjir Temui Warga

Rabu, 21 November 2018 - 15:00 wib

APBD 2019 Rp1,47 T

Rabu, 21 November 2018 - 14:45 wib

Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK

Rabu, 21 November 2018 - 14:42 wib

141 Kades Tersangka Korupsi

Rabu, 21 November 2018 - 14:39 wib

Jadwal Pemeriksaan Kesehatan JCH Sesuai Konfirmasi Diskes

Follow Us