UKBI: TOEFL-nya Bahasa Indonesia

21 April 2013 - 07.05 WIB > Dibaca 9925 kali | Komentar
 
Jika bahasa Inggris memiliki test of English as a foreign language (TOEFL), bahasa Indonesia memiliki uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI). Apa itu UKBI? UKBI merupakan alat uji yang telah dibakukan untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia seseorang tanpa memperhitungkan kapan dan di mana seseorang belajar bahasa Indonesia, seperti halnya TOEFL dalam bahasa Inggris. Jadi, UKBI bolehlah disebut sebagai TOEFL-nya bahasa Indonesia.

UKBI dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikbud) dan telah disosialisasikan ke berbagai lapisan masyarakat agar mendapat tanggapan yang komprehensif. Alat uji kemahiran berbahasa Indonesia itu pun telah memperoleh hak cipta dari pemerintah (melalui Surat Pendaftaran Ciptaan No. 023993 dan 023994 dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia, 8 Januari 2004) dan penggunaannya telah mendapat legitimasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (melalui SK Mendiknas No. 152/U/2003, 28 Oktober 2003). Di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, UKBI telah disetujui untuk digunakan sebagai alat uji tingkat nasional dalam mata diklat bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan (SMK). Di samping itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama Direktorat Jenderal Imigrasi telah menjajaki kemungkinan penggunaan UKBI sebagai alat untuk menyaring tenaga kerja asing yang akan bekerja di Indonesia.

Tidak berbeda jauh dengan TOEFL, materi yang diujikan dalam UKBI mencakup pemakaian bahasa Indonesia (baik lisan maupun tulisan) dalam berbagai bidang, situasi, dan/atau laras. Materi itu dibagi dalam lima seksi, yaitu seksi I (mendengar), seksi II (merespon kaidah), seksi III (menyimak), seksi IV (menulis), dan seksi V (berbicara). Seksi I (mendengar) bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta uji dalam memahami informasi yang diungkapkan secara lisan dalam bentuk dialog dan monolog, sedangkan seksi II (merespon kaidah) bertujuan mengukur kemampuan dalam memahami penggunaan kaidah bahasa Indonesia ragam formal, seperti ejaan, bentuk dan pilihan kata, serta kalimat. Sementara itu, seksi III (menyimak) bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta uji dalam memahami informasi yang diungkapkan dalam wacana tulis/teks. Seksi IV (menulis) dan seksi V (berbicara) bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta uji dalam menulis dan berbicara berdasarkan informasi yang terdapat di dalam diagram, tabel, atau gambar.

Materi UKBI dikemas dalam tiga jenis soal: faktual, konseptual, dan prosedural. Konteksnya mencakupi seluruh wacana (baik lisan maupun tulisan) yang dapat memperlihatkan tingkat kemampuan seseorang: kesintasan/survive, sosial-kemasyarakatan, vokasional/keprofesian, dan akademik. Soal-soal faktual menuntut jawaban-jawaban yang beracuan konkret (eksplisit), berupa ingatan/pahaman, dan tidak memerlukan analisis. Soal konseptual menuntut jawaban-jawaban yang beracuan semi abstrak (implisit atau semiimplisit), berupa penerapan, dan memerlukan analisis. Soal prosedural menuntut jawaban-jawaban yang beracuan abstrak (implisit), memerlukan evaluasi, dan memerlukan analisis yang kompleks.

Berdasarkan bentuk, jenis, dan kandungan materi seperti itu, UKBI diharapkan benar-benar mampu mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia seseorang, sesuai dengan skor/peringkatnya. Adapun skor/peringkat itu adalah sebagai berikut.

I. Istimewa (skor 750900)
Peringkat ini menunjukkan kemampaun tertinggi. Peserta uji yang berpredikat istimewa memiliki kemahiran yang sempurna berkomunikasi dalam bahasa Indonesia (lisan dan tulisan). Bahkan, dalam komunikasi keilmiahan, yang bersangkutan tidak mengalami kendala.

II. Sangat Unggul (skor 675749)
Peserta uji dalam peringkat ini memiliki kemahiran yang sangat tinggi berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Biasanya, ia hanya mengalami sedikit kendala dalam komunikasi keilmiahan.

III. Unggul (skor 525674)
Peserta uji dalam peringkat ini memiliki kemahiran yang tinggi berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Namun, untuk keperluan komunikasi keilmiahan dan keprofesian yang kompleks, yang bersangkutan masih mengalami kendala.

IV. Madya (skor 375524)
Peringkat ini menunjukkan kemampuan memadai. Peserta uji yang berpredikat memadai, umumnya, masih mengalami kendala berkomunikasi untuk keperluan keprofesian yang kompleks dan untuk keperluan keilmiahan.

V. Semenjana (skor 225374)
Peringkat ini menunjukkan kemampuan cukup memadai. Peserta uji yang berpredikat cukup memadai, umumnya, hanya mampu berkomunikasi untuk keperluan keprofesian dan kemasyarakatan yang tidak kompleks serta kesintasan.

VI. Marginal (skor 150224)
Peringkat ini menunjukkan kemampuan tidak memadai. Peserta uji yang berpredikat tidak memadai, umumnya, hanya mampu berkomunikasi untuk keperluan sosial- kemasyarakatan yang tidak kompleks dan kesintasan.

VII. Terbatas (skor 0149)
Peringkat ini menunjukkan kemampuan terendah. Peserta uji di peringkat ini hanya memiliki kemampuan berkomunikasi untuk keperluan kesintasan.

Sebagai UPT Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) telah dan siap melaksanakan UKBI. Sejak 2006, setidaknya BBPR telah menguji (dengan UKBI) 671 orang, baik guru, siswa, maupun mahasiswa. Hasilnya, sebagian besar masih di peringkat madya dan semenjana, beberapa di peringkat unggul, dan hanya satu-dua yang mencapai peringkat sangat unggul.

Di banyak tempat, UKBI telah dimanfaatkan banyak lembaga/instansi sebagai alat seleksi. Universitas Tanjungpura (Kalbar), misalnya, mensyaratkan mahasiswa S-1 yang mau menulis skripsi harus lulus UKBI, minimal madya. Sementara itu, UPI dan Unpad (Bandung) mensyaratkan lulusan UKBI (minimal unggul) untuk mahasiswa pascasarjananya. Atas dasar itu, BBPR pun berharap UKBI dapat lebih memasyarakat dan dijadikan alat uji kemampuan berbahasa Indonesia bagi setiap individu dan instansi pemerintah/swasta yang ada di Riau. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, peminat dapat menghubungi BBPR, Jalan Binawidya, Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, telepon 076165930. Salam.***


Arpina
Pegawai Balai Bahasa Provinsi Riau
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 20 September 2018 - 10:51 wib

Rehab Command Centre Diselidiki

Kamis, 20 September 2018 - 10:50 wib

Targetkan Seluruh IKM Jalin Kerja Sama

Kamis, 20 September 2018 - 10:38 wib

PDAM Harus Ditata Ulang

Kamis, 20 September 2018 - 10:25 wib

Sambangi Panti Asuhan di Hari Lalu Lintas

Kamis, 20 September 2018 - 10:24 wib

Sepakat Memperbaiki Jalan

Kamis, 20 September 2018 - 10:20 wib

Dihampiri Polisi, Pengedar Buang Narkoba

Kamis, 20 September 2018 - 10:19 wib

Berharap Tahanan Dapat Berubah

Kamis, 20 September 2018 - 10:07 wib

Kepergok Mencuri, Sembunyi di Gudang

Follow Us