Depan >> Kolom >> Chaidir >>

PNS Santai, Honorer Kerja

Senin, 31 Okt 2011 - 07:28 WIB > Dibaca 1567 kali | Komentar

Terkait kebijakan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemerintah tak tetap hati. Macam baling-baling di atas bukit.

Sekejap ke Barat, sekejap lagi sudah ke Tenggara. Tergantung, arah angin kuat menekan.

Terutama angin politik dan aroma kepentingan. Selalu ragu-ragu dan terlalu berorientasi administratif. Kadang iya, kadang tidak. Belum tuntas sebuah peraturan diterapkan sudah bermunculan macam-macam usulan kebijakan baru, termasuk soal sistem penerimaan yang penuh dengan karut-marut dan campur tangan gelap.

Hari ini, pemerintah menangguhkan sementara penerimaan CPNS baru di tengah bejibun-nya usulan pemerintah daerah dan kementerian, yang minta keran penerimaan  dibuka.

Alasannya, belum ada hitungan yang jelas dan betul-betul valid sesuai standar profesionalitas soal jumlah keperluan PNS di republik ini. Penerimaan pegawai honorer pun harus dihentikan. Mudah-mudahan ini keputusan yang tepat.

Begitu juga keputusan untuk menghentikan penerimaan pegawai honor. Sebab, para honorer ini, dicurigai hanya diisi oleh saudara-mara para pejabat. Bukan diterima karena keperluan pekerjaan, tapi lebih kepada kepentingan keluarga dan sanak famili mereka.

Ironisnya, di tengah keragu-raguan pemerintah itu, sistem pengukuran dan penilaian efesiensi dan efektifitas PNS sampai kini tetap amburadul alias tak jelas.

Padahal, seharusnya pemerintah memiliki standarisasi penilaian kinerja yang betul-betul terukur sehingga bisa ditemukan rumus untuk mendapatkan indeks efektifitas.

Di keseharian, kerap dijumpai, masih banyak PNS yang kerja santai dan asal-asalan. Kinerjanya sangat buruk. Kualitas pelayanannya rendah. Celakanya, PNS model begini tetap bekerja sampai masa pensiun.

Di sisi lain, banyak juga PNS yang berkerja sungguh-sungguh, tapi tidak bisa mendapatkan hak untuk dinilai sesuai kinerja.

Pada akhirnya, banyak juga PNS yang terjebak dengan ironi,kerja seribu, tak kerja lima ratus. Kerja-tak kerja, seribu lima ratus. Ujung-ujungnya, serajin apapun sang PNS ini pada awalnya, ujung-ujungnya ia akan jadi, kerja asal-asalan saja. Siapa peduli?

Lebih ironis, di instansi atau satuan kerja yang banyak honorernya, maka sesungguhnya yang betul-betul kerja itu adalah mereka. Banyak sekali Satker yang tak akan jalan kalau tak memiliki tenaga honorer.

Mengapa begitu? Karena, para honorerlah yang masih bisa di-tekan-tekan, disuruh-suruh keras dan lembur. Sementara yang PNS-nya, kebanyakan santai-santai aja. Ya, begitulah.***
KOMENTAR
BERITA TERBARU

Biaya Perjalanan Dinas DPRD Rp 852 Miliar

13 November 2018 - 12:00 WIB

Banyak Formasi CPNS Riau yang Kosong

13 November 2018 - 11:37 WIB
Flyover dan Siak IV Tak Selesai Tepat waktu

Flyover dan Siak IV Tak Selesai Tepat waktu

13 November 2018 - 11:00 WIB
Ditinggal Makan Malam,  Rumah Ludes Terbakar

Ditinggal Makan Malam, Rumah Ludes Terbakar

13 November 2018 - 10:50 WIB
Stan Lee, Pencipta Tokoh Superhero Marvel Wafat

Stan Lee, Pencipta Tokoh Superhero Marvel Wafat

13 November 2018 - 10:37 WIB
Hilang Dua Hari, Dokter Ditemukan Meninggal

Hilang Dua Hari, Dokter Ditemukan Meninggal

13 November 2018 - 10:23 WIB

Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan

13 November 2018 - 10:00 WIB

Pengendara Jatuh Terpeleset Tumpahan CPO

13 November 2018 - 09:40 WIB
BERITA POPULER

PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

13 Nov 2018 - 08:14 WIB | 162 Klik
Tak Bawa KTP Disidang

Tak Bawa KTP Disidang

13 Nov 2018 - 09:08 WIB | 159 Klik

Heran, Pertanyakan Transaksi Riau Expo 2018 Capai Rp20 M

13 Nov 2018 - 08:09 WIB | 150 Klik
Hilang Dua Hari, Dokter Ditemukan Meninggal

Hilang Dua Hari, Dokter Ditemukan Meninggal

13 Nov 2018 - 10:23 WIB | 148 Klik

Suksesnya Perhutanan Sosial Tergantung Dukungan Pemda

13 Nov 2018 - 08:22 WIB | 144 Klik

Follow Us