Semuanya Ingin Berakhir dengan Kebaikan

28 April 2013 - 07.26 WIB > Dibaca 958 kali | Komentar
 
Semuanya Ingin Berakhir dengan Kebaikan
DALAM pekan ini, ada dua persoalan penting yang menarik dicermati. Ada kabar dipindahkannya tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) dari Riau ke Jakarta. Lalu ada persoalan mengularnya antrean pembeli solar di semua tempat di Riau. Soal yang terakhir, ini sudah masuk pekan ke empat. Susah mendapatkan solar.

Dua persoalan ini, tentu saja imbasnya ke masyarakat. Dulu, saat ISG diputuskan diadakan di Provinsi Riau, berbagai pihak mulai mempersiapkan diri. Pemerintah provinsi sebagai pihak yang dikedepankan dalam acara bertaraf dunia ini, telah bergerak begitu jauh demi suksesnya ISG di Bumi Melayu. Berbagai infrastruktur dikerjakan. Dana dianggarkan. Orang-orang sebagai pendukung acara sudah pula disiapkan.

Sinyal positif tentu saja sangat cepat ditangkap oleh pelaku usaha. Setelah suksesnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau, hotel-hotel terus tumbuh. Banyak yang berharap dari ISG mereka bisa kembali meraup keuntungan. Begitu juga masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang, pun sudah punya impian untuk ikut mengantongi rupiah dari peserta ISG dengan menjual souvenir dan barang dagangan lainnya.

Ketika pemerintah pusat memutuskan ISG ditunda pelaksanaannya, beberapa pihak mulai merasa tidak enak. Pelaku usaha mulai ketar-ketir. Ditunda saja, mereka sudah mengalami kerugian. Pelaku usaha hotel yang berharap banyak, harus mengubah ulang hari bookingan. Penerbangan juga mengalami kerugian inmaterial hanya gara-gara ditunda. Salah satu penerbangan internasional mengalami kerugian karena dibatalkannya ratusan bookingan seat. Satu harapan, ternyata pelaku usaha masih menunggu kapan waktu penundaan pelaksanaan.

Di tengah penantian itu, bagai petir di siang hari, tiba-tiba Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo berkata lain. Riau tidak siap jadi tuan rumah. ISG harus dipindah ke Jakarta. Jakarta sebagai ibukota negara lebih siap. Infrastruktur lebih mendukung. Suhu politik tidak kondusif. Masih banyak alasan  lainnya yang menyatakan Riau tidak siap sebagai tuan rumah.

Kecewa berat itulah yang terkatakan. Persiapan dan pekerjaan yang selama ini telah dilakukan dianggap sia-sia. Impian dan angan-angan jadi harus dihapus. Kenyataan harus dihadapi. ‘’Orang Pusat’’ melarikan ISG dari Riau. Kerja keras buat Riau di awal, hasil akhir dinikmati Jakarta. Gubernur Riau telah pula mengungkapkan kekecewaannya terhadap persoalan ini dalam pernyataannya yang telah dirilis banyak media.

Haruskah tenggelam dalam kekecewaan? Kecewa adalah naluriah. Ada di setiap manusia. Tidak sepatutnya selalu tenggelam dalam kekecewaan. Kata orang bijak, atasi kekecewaan dengan berprasangka baik. Pasti ada hikmah di balik semua itu. ‘’Rencana Tuhan selalu berakhir dengan kebaikan. Jika keadaan Anda saat ini belum baik, berarti itu belum akhir. Yang lebih baik akan datang, dan mudah-mudahan segera,’’ kata Mario Teguh, seorang motivator terkenal di negeri ini.  

Allah dalam Surat Al Insyiraah ayat 5 dan 6 pun sangat jelas menerangkan bahwa ada kebaikan dalam kesulitan itu. Dua kali Allah mengulang kalimat yang sama. ‘’Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan,’’ kata Allah.   

ISG dan kelangkaan solar adalah dua permasalahan yang diharapkan berakhir dengan kebaikan. Kebijaksanaan dalam memutuskan dimana pelaksanaan ISG. Bijaksana dalam mengurai antrean solar. Bijak dalam menetapkan harga bahan bakar minyak. Baik untuk semua kalangan.

Husnul Khotimah. Inilah harapan banyak orang untuk akhir yang baik. Akhir dalam sebuah keputusan duniawi. Akhir yang baik saat duniawi harus ditinggalkan sebagaimana Ustad Jefry Al Bukhari telah pula dipanggil Allah SWT dalam pekan ini.***


M Nazir Fahmi
Pemimpin Redaksi
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima

Senin, 24 September 2018 - 13:23 wib

Nasabah BRI Juanda Dapat Xenia dari Simpedes

Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos

Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib

Joshua Penuhi Janji

Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib

Setujui Tobasa Jadi Toba

Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Marquez Juara di Aragon

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Flyover Ditunda

Follow Us