Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
PIALA EROPA 2016
Ronaldo dan Air Mata Kupu-kupu
Selasa, 12 Juli 2016 - 14:00 WIB > Dibaca 12774 kali Print | Komentar
Ronaldo dan  Air Mata Kupu-kupu
Cristiano Ronaldo dan kupu-kupu yang "mengecup" air matanya. (ESPN)
Berita Terkait



Oleh Hary B Koriun

APAKAH air mata Cristiano Ronaldo berubah menjadi kupu-kupu? Apakah kupu-kupu itu yang kemudian terbang mengabarkan kepada malaikat, bahwa sang bintang perlu bantuan untuk memenangkan gelar juara Piala Eropa 2016 untuk negaranya, Portugal? Atau, apakah air mata itu berubah menjadi kupu-kupu, dan kupu-kupu itu adalah jelmaan malaikat?

Di Stade de France, Paris,  Senin (11/7/2016) dinihari atau 10 Juli waktu Paris,  sebelum pertandingan final dimulai, seluruh pemain dan tim Portugal masih penuh percaya diri. Final yang diimpi-impikan setelah tahun 2004 gagal juara di kandang sendiri saat dikalahkan Yunani 0-1, kini ada di depan mata. Baik sang megabintang Ronaldo, pelatih Fernando Santos, dan pemain lainnya, tak peduli dengan cibiran orang, atau ejekan mereka, bahwa Portugal lolos ke final lebih karena faktor keberuntungan.

Dalam sepakbola, atau dalam hidup kita secara luas, bukankah selalu didominasi oleh keberuntungan?  Di sepakbola, ketika dua tim yang memiliki kemampuan yang sama berhadapan, faktor teknis hanyalah alat untuk bertarung, hasil akhirnya ditentukan oleh keberuntungan. Lalu, apakah Portugal tak cukup memiliki kekuatan secara teknis untuk melawan Prancis di final? Tunggu dulu.

Boleh jadi, orang mengkalkulasikan perjalanan keduanya hingga ke final dengan perhitungan njomplang. Prancis yang digjaya, dan Portugal yang terseok-seok. Prancis yang selalu meraih kemenangan dalam waktu normal (kecuali hasil seri 0-0 melawan Swiss di penyisihan Grup A dan Portugal yang hanya menang dalam waktu normal saat melawan Wales. Dan hal-hal lainnya yang memang dianggap tak imbang.

Prancis lolos ke final sebagai juara Grup A setelah menang 2-1 atas Rumania, menang 2-0 atas Albania, dan imbang 0-0 dengan Swiss. Di 16 Besar, Les Bleus menang 2-1 atas Irlandia Utara. Kemudian, di perempatfinal, tim yang mengejutkan karena menyingkirkan Inggris, Islandia, dihabisi 5-2. Sampai sejauh ini, Prancis belum menemukan tim yang “sekelas”. Semuanya, secara materi maupun level, masih di bawah tim asuhan Didier Deschamps tersebut. Baru di semifinal, tim selevel dan dianggap layak juara, Jerman, dihadapi. Antoine Griezmann menjadi pahlawan dengan dua golnya.

Lalu, perjalanan Portugal penuh liku dan debu. Berada di grup yang sebenarnya cukup ringan, Grup F, secara hitung-hitungan normal, Sellecao das Quinas sebenarnya bisa menjadi juara grup. Namun kenyataannya, aroma harum Ronaldo belum tercium.  Di pertandingan pertama, Islandia menahan 1-1. Di pertandingan kedua, giliran Austria yang menahan tanpa gol. Di pertandingan ketiga, Hongaria yang nyaris tanpa bintang, malah menahan dengan jumlah gol yang banyak, 3-3. Jika di dua pertandingan sebelumnya Ronaldo menganggap dirinya sial, saat melawan Hongaria kebuntuan golnya terbuka. Dia mencetak dua gol. Sayangnya Portugal tak juga mampu menang.

Di babak 16 Besar, lawan berat sudah menunggu. Kroasia yang lolos sebagai juara Grup D setelah menumbangkan Spanyol, sudah siap menghadang. Banyak orang yakin, dengan peforma Portugal dan Ronaldo yang buruk di penyisihan, Kroasia bisa menyelesaikan perjalanan Portugal. Tetapi, Ronaldo mulai memberikan magisnya. Memang tidak mencetak gol, tetapi sundulan Ricardo Quaresma yang membobol jala Danijel Subasic adalah andil darinya.

Di perempatfinal, Portugal kembali melawan tim yang sebenarnya tak cadas-cadas amat. Tapi Polandia yang penuh percaya diri dengan beberapa bintangnya sekelas Robert Lewandowski, memberi perlawanan hingga tetes darah penghabisan. Pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti. Dan kesialan Jakub Błaszczykowski dalam melakukan eksekusi membuat Portugal berhadapan dengan Wales, debutan yang bersinar terang, di semifinal. Baru di babak inilah Portugal menang dalam waktu normal, 2-0, dan dua gol adalah andil Ronaldo. Satu gol lewat kepalanya, dan satu lagi lewat Luis Nani yang membelokkan tendangan bintang Real Madrid itu.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT PERETASAN HACKER
Belum Tempuh Jalur Hukum, Telkomsel Fokus Benahi Situs
Sabtu, 28 April 2017 - 21:13 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Pembatalan Hak Angket KPK Jadi Prioritas Gerindra
Sabtu, 28 April 2017 - 21:07 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN POLITIK
Pengamat: Ketimbang Pilgub DKI, Pilpres 2019 Bakal Lebih Dahsyat
Sabtu, 28 April 2017 - 21:01 wib
TERUS LAKUKAN KONSOLIDASI POLITIK
Temui Agus Yudhoyono, Sandiaga Ingin Bersilaturahmi
Sabtu, 28 April 2017 - 20:47 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Soal Hak Angket KPK, Kader PDI P: Politik Munafik Harus Diakhiri
Sabtu, 28 April 2017 - 20:42 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Gerindra "Walk Out", Fahri Ungkap Cara Pembatalan Hak Angket KPK
Sabtu, 28 April 2017 - 20:32 wib
BANTU LANGKAH KPK
Polri Siap Buru Miryam hingga ke Luar Negeri
Sabtu, 28 April 2017 - 20:28 wib
BERDAMPAK BURUK TERHADAP DATA PELANGGAN
DPR: Telkomsel Harus Pertimbangkan Pesan Peretas soal Tarif Internet
Sabtu, 28 April 2017 - 20:22 wib
DIWARNAI AKSI WALK OUT
Fahri Beberkan Alasan Ketuk Palu Hak Angket KPK di Paripurna DPR
Sabtu, 28 April 2017 - 20:18 wib
TERKAIT AKSI UNJUK RASA KE JAKARTA
Peringatan "May Day", Wakapolri Titip Pesan untuk Para Buruh
Sabtu, 28 April 2017 - 20:13 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Diapresiasi Mampu Jaga Kemajemukan

Senin, 10 April 2017 - 09:05 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
Kuliah Umum Panglima TNI- KAHMI Riau 5 April

Senin, 03 April 2017 - 10:53 WIB

Distribusi Soal UN Bertahap

Kamis, 30 Maret 2017 - 09:53 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini