Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
PIALA EROPA 2016
Ronaldo dan Air Mata Kupu-kupu
Selasa, 12 Juli 2016 - 14:00 WIB > Dibaca 15902 kali Print | Komentar
Ronaldo dan  Air Mata Kupu-kupu
Cristiano Ronaldo dan kupu-kupu yang "mengecup" air matanya. (ESPN)
Berita Terkait



Oleh Hary B Koriun

APAKAH air mata Cristiano Ronaldo berubah menjadi kupu-kupu? Apakah kupu-kupu itu yang kemudian terbang mengabarkan kepada malaikat, bahwa sang bintang perlu bantuan untuk memenangkan gelar juara Piala Eropa 2016 untuk negaranya, Portugal? Atau, apakah air mata itu berubah menjadi kupu-kupu, dan kupu-kupu itu adalah jelmaan malaikat?

Di Stade de France, Paris,  Senin (11/7/2016) dinihari atau 10 Juli waktu Paris,  sebelum pertandingan final dimulai, seluruh pemain dan tim Portugal masih penuh percaya diri. Final yang diimpi-impikan setelah tahun 2004 gagal juara di kandang sendiri saat dikalahkan Yunani 0-1, kini ada di depan mata. Baik sang megabintang Ronaldo, pelatih Fernando Santos, dan pemain lainnya, tak peduli dengan cibiran orang, atau ejekan mereka, bahwa Portugal lolos ke final lebih karena faktor keberuntungan.

Dalam sepakbola, atau dalam hidup kita secara luas, bukankah selalu didominasi oleh keberuntungan?  Di sepakbola, ketika dua tim yang memiliki kemampuan yang sama berhadapan, faktor teknis hanyalah alat untuk bertarung, hasil akhirnya ditentukan oleh keberuntungan. Lalu, apakah Portugal tak cukup memiliki kekuatan secara teknis untuk melawan Prancis di final? Tunggu dulu.

Boleh jadi, orang mengkalkulasikan perjalanan keduanya hingga ke final dengan perhitungan njomplang. Prancis yang digjaya, dan Portugal yang terseok-seok. Prancis yang selalu meraih kemenangan dalam waktu normal (kecuali hasil seri 0-0 melawan Swiss di penyisihan Grup A dan Portugal yang hanya menang dalam waktu normal saat melawan Wales. Dan hal-hal lainnya yang memang dianggap tak imbang.

Prancis lolos ke final sebagai juara Grup A setelah menang 2-1 atas Rumania, menang 2-0 atas Albania, dan imbang 0-0 dengan Swiss. Di 16 Besar, Les Bleus menang 2-1 atas Irlandia Utara. Kemudian, di perempatfinal, tim yang mengejutkan karena menyingkirkan Inggris, Islandia, dihabisi 5-2. Sampai sejauh ini, Prancis belum menemukan tim yang “sekelas”. Semuanya, secara materi maupun level, masih di bawah tim asuhan Didier Deschamps tersebut. Baru di semifinal, tim selevel dan dianggap layak juara, Jerman, dihadapi. Antoine Griezmann menjadi pahlawan dengan dua golnya.

Lalu, perjalanan Portugal penuh liku dan debu. Berada di grup yang sebenarnya cukup ringan, Grup F, secara hitung-hitungan normal, Sellecao das Quinas sebenarnya bisa menjadi juara grup. Namun kenyataannya, aroma harum Ronaldo belum tercium.  Di pertandingan pertama, Islandia menahan 1-1. Di pertandingan kedua, giliran Austria yang menahan tanpa gol. Di pertandingan ketiga, Hongaria yang nyaris tanpa bintang, malah menahan dengan jumlah gol yang banyak, 3-3. Jika di dua pertandingan sebelumnya Ronaldo menganggap dirinya sial, saat melawan Hongaria kebuntuan golnya terbuka. Dia mencetak dua gol. Sayangnya Portugal tak juga mampu menang.

Di babak 16 Besar, lawan berat sudah menunggu. Kroasia yang lolos sebagai juara Grup D setelah menumbangkan Spanyol, sudah siap menghadang. Banyak orang yakin, dengan peforma Portugal dan Ronaldo yang buruk di penyisihan, Kroasia bisa menyelesaikan perjalanan Portugal. Tetapi, Ronaldo mulai memberikan magisnya. Memang tidak mencetak gol, tetapi sundulan Ricardo Quaresma yang membobol jala Danijel Subasic adalah andil darinya.

Di perempatfinal, Portugal kembali melawan tim yang sebenarnya tak cadas-cadas amat. Tapi Polandia yang penuh percaya diri dengan beberapa bintangnya sekelas Robert Lewandowski, memberi perlawanan hingga tetes darah penghabisan. Pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti. Dan kesialan Jakub Błaszczykowski dalam melakukan eksekusi membuat Portugal berhadapan dengan Wales, debutan yang bersinar terang, di semifinal. Baru di babak inilah Portugal menang dalam waktu normal, 2-0, dan dua gol adalah andil Ronaldo. Satu gol lewat kepalanya, dan satu lagi lewat Luis Nani yang membelokkan tendangan bintang Real Madrid itu.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Kuasa Bahasa

Kamis, 11 Januari 2018 - 16:10 WIB

"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini