ISG

12 Mai 2013 - 08.33 WIB > Dibaca 971 kali | Komentar
 
ISG
Islamic Solidarity Games (ISG) III berdasarkan pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) 8 Mei di Jakarta lalu masih memberikan laluan kepada Riau sebagai tuan rumah penyelenggara helat olahraga internasional itu. Tidak ada kata lain bagi Riau mesti bersiap dan melengkapi berbagai kekurangan yang ada.

Dalam pertemuan yang diikuti Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Menteri Agama Surya Dharma Ali, Ketua KOI Rita Subowo dan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP belum memutuskan perubahan tempat penyelenggaraan ISG dari Riau ke Jakarta.

Untuk memastikan tempat penyelenggaraan ISG, Kemenkokesra akan menurunkan tim bersama yang terdiri atas Kemenkokesra, Kemenpora, KOI dan pihak terkait lainnya ke Riau pekan depan. Tim yang ditunjuk ini secara langsung akan melihat kondisi di lapangan. Dari kunjungan tersebut hasilnya baru ditentukan, apakah penyelenggaraan tetap di Riau atau di Jakarta.

Menkokesra dalam jumpa pers usai pertemuan mengungkapkan, jika memang oke dan siap tidak ada alasan memindahkan lokasi penyelenggaraan. Riau selama ini memang sudah menyatakan kesiapannya. Namun sejauh mana kesiapan itu, masih tanda tanya bagi berbagai pihak.

Menpora Roy Suryo menyatakan, pemindahan ini bukanlah atas kehendak dirinya akan tetapi setelah menerima masukan dari dua akademisi di Riau. Kedua akademisi ini dianggap sebagai orang netral. Dari masukan keduanya, pihak Kemenpora memindahkan lokasi penyelenggaraan ISG dari Riau ke Jakarta.

Namun, cukupkah alasan memindahkan lokasi acara itu hanya berdasarkan masukan dari dua akademisi itu. Rasanya tidak masuk akal sama sekali, terlebih belakangan kedua akademisi itu membantah semuanya, keduanya merasa dijebak terkait hal ini.

Begitu juga dengan alasan banyak panitia yang ikut sebagai peserta Pilkada. Memang terlalu beralasan sekali, mereka panitia yang kebetulan sekali sebagai peserta Pilkada- dan itu belum tentu pula lolos dalam tahap verifikasi adalah orang profesional yang bisa menempatkan diri pada yang alur patut.

Banyak pihak menyayangkan ini. Mengapa Menpora tidak menanyakan langsung kepada pihak yang lebih berkompeten misalnya Gubernur Riau atau pihak lain yang dianggap berkompeten. Padahal jika ditanya kepada pihak yang berkompeten pastilahnya jawabannya berbeda dari yang ada.

Riau patut protes, karena jika penyelenggaraan itu diselenggarakan di daerah (Riau), faedah dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Lihat saja, dari kalkulasi yang dilakukan oleh Riau Tourism Board (RTB) peluang uang masuk selama penyelenggaraan ISG diprediksi mencapai Rp8 miliar. Perputaran uang ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekarang siap tidak siapnya Riau ada di tangan Riau sendiri, pembenahan segala lini harus dilakukan terutama sekali tempat atau lokasi pertandingan yang selama ini dipersoalkan. Mulai saat ini, mulailah lakukan pekerjaan yang ada, jangan hanya menunggu-nunggu. Jika nanti dari peninjauan tim ternyata Riau tidak siap kita harus menerima kenyataan itu.

Dampaknya dari itu semua masyarakat yang merasakan. Rasanya tidak sedikit anggaran yang sudah dikeluarkan untuk berbagai keperluan kepanitiaan. Ini semua uang rakyat. Beban psikologis juga akan dirasakan sejumlah panitia, jauh-jauh hari mereka sudah bersiap siaga, namun akhirnya kerja keras mereka itu sia-sia.

Jangan sampai kerja keras ini menjadi sia-sia, semua pihak memang harus bersiap. Jangan sampai kehendak pemindahan itu terulang kembali dan jangan sampai setitik noda ada yang berimplikasi buruk bagi daerah. Anggaplah pernyataan-pernyataan yang menyatakan ISG dipindahkan dari Riau sebagai cemeti untuk kita berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Sekarang, bola itu di tangan kita. Tinggal kita memasukkan bola itu ke dalam gawang yang sudah terbuka lebar dan selanjutnya terciptalah gol indah yang didambakan semua orang. Dan penting diingatkan, ini peluang emas yang terakhir, andaikan kita gagal memanfaatkan peluang ini, ikhlas tak ikhlas pelaksanaan ISG itu pasti pindah dari Riau. Mau?****


Gema Setara

Redaktur
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Perusahaan Diminta Peduli

Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5

Selasa, 18 September 2018 - 17:22 wib

AJI Pekanbaru Kirim Delegasi ke Festival Media 2018 di Pontianak

Follow Us