Iklan Vanish

7 Juli 2013 - 06.22 WIB > Dibaca 28950 kali | Komentar
 
Iklan Vanish
Raja Saleh
Vanish berasal dari bahasa Inggris yang berarti lenyap, hilang, amblas, dan musnah. Oleh PT Reckitt Benckiser, vanish dijadikan sebagai merek sebuah produk pembersih noda pakaian. Ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh produk ini, yaitu tidak membuat serat kain rusak, tidak memudarkan warna, dan mengandung hydrogen peroksida yang aktif mengangkat noda dari pakaian (Rahmayulis, 2013). Produk ini baru masuk ke Indonesia, tetapi sudah lebih dahulu dikenal di luar negeri, dan sudah dipasarkan di 30 negara.

Tidak tanggung-tanggung, produk ini juga diiklankan oleh seorang artis dan presenter terkenal Donna Agnesia. Iklan produk ini diawali dengan seorang ibu muda yang terkaget karena anaknya sedang makan kue, sangat belepotan sehingga mengotori bagian bajunya. Kemudian, datang Donna dan bertanya, “Gimana cara menghilangkan nodanya tu?” Ibu muda tersebut menjawab, “Saya terpaksa pakai pemutih.” Donna melanjutkan, “Salah produk bisa merusak baju,” “dan membuat pakaian kuning dari waktu ke waktu.” “Perhatikan petunjuknya.” “Cobain vanish yuk.” Setelah percakapan itu, visualnya menayangkan cairan vanish yang dituangkan ke bagian baju yang kotor. Ibu muda itu menunjukkan kekhawatirannya dan berucap “Jangan, nanti luntur.” Donna menjawab dan menyampaikan keunggulan yang dimiliki oleh vanish, “Tenang, vanish tidak seperti pemutih,” “ampuh hilangkan noda,” “awet bagi warna,” “dan serat pakaian.” “Tambahkan pada detergen.” Ibu muda itu terlihat sangat bahagia dan berucap, “Hebat,” “noda hilang,” “warna tetap cemerlang.” Donna menutup iklan ini dengan mengatakan “Vanish,” “hilangkan noda,” “aman bagi warna dan serat pakaian.”

Dari cuplikan dialog iklan tersebut, diketahui bahwa Donna sebagai bintang iklan ini empat kali mengucapkan kata vanish yang dilafalkan dengan [venis]. Jika iklan ini ditayangkan sekali dalam satu jam (sebenarnya lebih) di satu stasiun televisi, kata vanish akan diucapkan sebanyak 24 kali oleh Donna. Itu baru di satu stasiun televisi, kita tahu bahwa stasiun televisi cukup banyak. Sekilas, bila kita hanya melihat dari bentuk tulisannya, mungkin tidak ada masalah. Namun, jika kita mendengarkan langsung iklan ini, remaja dan dewasa—ketika mendengar kata vanish yang dilafalkan dengan venis—akan melintas dalam pikiran kita bahwa yang dikatakan Donna adalah ‘penis’. ‘Penis’ merupakan alat kelamin laki-laki yang menurut adat ketimuran tidak etis bila diucapkan di depan publik apalagi televisi.

Disinilah menariknya masalah ini dibahas, bahwa penamaan sebuah produk atau merek bila tidak memperhatikan berbagai aspek seperti bahasa, visualisasi, dan etika, akan melanggar norma-norma dalam periklanan. Hal lain yang lebih parah adalah bahwa kata vanish bisa salah interpretasi oleh pemirsa karena pengucapannya persis sama dengan ‘penis’.

Mungkin dalam hal ini produsen tidak bermaksud apa-apa dalam memberikan merek nama  produknya tersebut. Produsen bisa saja bermaksud bahwa vanish sebagai merek produk ini hanya diartikan sebagai zat yang dapat menghilangkan noda pakaian, awet bagi warna, dan tidak merusak serat kain tanpa peduli bahwa kata tersebut persis sama pelafalannya dengan salah satu kata bahasa Indonesia yang mengandung pornografi dalam pemaknaannya. Produsen bisa saja memang bemaksud tertentu, dengan menggunakan kata tersebut, produk mereka akan mudah diingat dan akan dapat mencuri perhatian konsumen sehingga produknya bisa laris.

Ragil Yoga Edi (2013) dalam materi yang disampaikannya pada Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama di LIPI menyatakan bahwa merek adalah suatu tanda yang dapat berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Dalam pemberian merek terhadap suatu produk, telah diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2001. Dijelaskan dalam UU tersebut bahwa karakteristik merek suatu produk tidak dibenarkan menggunakan nama barang yang dimintakan perlindungan, tidak dibenarkan menggunakan nama generik, tidak dibenarkan satu merek untuk satu kelas barang, dan tidak dibenarkan melanggar kesusilaan. Untuk mengiklankan suatu produk, juga ada aturan-aturan yang harus menjadi pertimbangkan, di antaranya adalah jujur atau tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan, tidak memicu konflik sara, tidak mengandung pornografi, tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, tidak melanggar etika bisnis seperti saling menjatuhkan produk tertentu,  dan tidak plagiat, (wordpress.com, 2013).

Bila kita kaitkan dengan iklan produk vanish, mungkin produk ini tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku tersebut, baik dalam pemberian merek, maupun dalam mengiklankan produk. Dalam pemberian merek, ada aturan yang mengatakan bahwa tidak dibenarkan melanggar kesusilaan. Untuk mengiklankannya, tidak dibenarkan hal-hal yang mengandung pornografi dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Produk dan iklan vanish, karena pelafalannya persis sama dengan ‘penis’, mungkin kurang pas didengar oleh telinga kita sebagai orang timur karena rasanya melanggar kesusilaan dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Sebagai penutup tulisan ini, sebagai produsen, hendaknya selalu mempertimbangkan etika dan kepantasan dalam pemberian merek terhadap produknya, baik dari segi tulisan maupun pelafalan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sebaiknya juga bisa menyeleksi iklan-iklan yang akan ditayangkan, karena dikhawatirkan akan dapat menimbulkan salah interpretasi bagi pemirsa. Sebagai proteksi terhadap anak, jika mereka bertanya apa yang dimaksudkan dalam iklan tersebut, mungkin bisa dijelaskan dengan bijak, bahwa vanish adalah zat penghilang noda pada pakaian dan bukan ‘penis’ dalam bahasa Indonesia.


Raja Saleh
Pegawai Balai Bahasa Provinsi Riau
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 17:48 wib

Ika Surtika Senam Bugar di UIR

Senin, 24 September 2018 - 17:43 wib

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Senin, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri

Senin, 24 September 2018 - 17:04 wib

Komitmen Kampanye Damai

Senin, 24 September 2018 - 17:00 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling

Senin, 24 September 2018 - 16:43 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati

Senin, 24 September 2018 - 16:30 wib

Warga Sungai Apit Pelatihan Olahan Nanas

Senin, 24 September 2018 - 16:08 wib

Cegah Kanker Rahim, Ketahui Resikonya

Follow Us