Pesta Kesenian Bali 2013

Keriangan Melayu dalam Karya Seni

14 Juli 2013 - 07.06 WIB > Dibaca 1330 kali | Komentar
 
Kamis (4/7) di Taman Budaya Bali, tim kesenian asal Riau meramaikan helat Pesta Kesenian Bali (PKB) 2013 lalu. Tim yang diusung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Riau itu menampilkan berbagai karya tari dan musik. Keikutsertaan Riau untuk ketiga kalinya di PKB tersebut menjadi ajang promosi daerah.

Laporan FEDLI AZIS, Bali

KALANGAN (panggung) Ratna Kanda berbentuk arena - setengah lingkaran, dipadati warga Denpasar dan wisatawan manca negara. Mereka sudah tidak sabar ingin menyaksikan langsung suguhan karya seni tradisi dan inovasi buah karya seniman Riau. Sebuah persembahan yang diazamkan untuk lebih memperkenalkan kekayaan lokal, salah satunya tarian salah satu suku asli Melayu Riau, Suku Talang Mamak yakni Rentak Bulian karya Wasnury Marza.

Tepat pada pukul 11.00 WITA, Rino Deza Paty Mby dan kawan-kawan langsung menghangatkan suasana pertunjukan dengan karya musik komposisinya yang inovatif. Persembahan kesenian tersebut disaksikan langsung Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Riau Said Syarifuddin serta Kabid Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Bali, Dra Ida Ayu Putri Masyeni MSi yang takjub pada semangat atau spirit karya-karya yang disuguhkan. Ini sesuai dengan tema PKB atau Bali Art Festival XXXV 2013; Taksu (spirit), sebagai upaya membangkitkan daya kreatif dan jati diri.

Berturut-turut, persembahan selama kurang lebih 90-an menit antara lain tari joget Nermula Kasih, lagu dan tari zapin Lancang Kuning, lagu Melayu Anak Tiung, tari Jogi, lagu Kekasih Hati, dan persembahan tarian Rentak Bulian, serta lagu Satelite Zapin. Selain itu tari Lang Menari, lagu Pucuk Pisang dan tarian Lancang Kuning. Persembahan kesenian Melayu Riau di Bali Art Festival itu ditutup dengan lagu joget lambak berjudul Serampang Laut. Diakhir persembahannya, para penonton diajak naik ke atas panggung untuk berjoget lambak bersama-sama dengan para penari, tak ketinggalan pula para petinggi Budpar Riau dan pihak Taman Budaya Bali. Mereka bersuka ria dan menuntaskan pesta dengan kegembiraan yang tentu saja tak terlupakan.

Kabid Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Bali, Dra Ida Ayu Putri Masyeni MSi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seniman Riau yang terbilang masih berusia muda dan enerjik dalam menghasilkan karya seni. Ini terlihat dari persembahan yang disuguhkan. Lebih menariknya, seniman-seniman muda yang tampil menunjukkan minatnya pada seni tradisi yang menjadi kekayaan lokal Melayu Riau. Tidak hanya menampilkan karya seni tradisi, mereka juga mencipta karya inovatif yang bertolak dari tradisi tempatan.

Mereka tidak saja tampil total, pencarian dan pencapaian karya mereka penuh dengan spirit luar biasa. Saya salut dan berharap kerja sama ini terus berlanjut di masa akan datang, ungkap Ida Ayu kepada Riau Pos, usai acara.

Ditambahkannya, Pesta Kesenian Bali atau Bali Art Festival ke-35 ini dimulai sejak 16 Juni hingga 16 Juli mendatang. Helat ini tidak hanya dimeriahkan tim kesenian dari berbagai kabupaten di Bali, tapi juga puluhan provinsi dan manca negara. Khusus untuk tema, pihaknya mengakat spirit yang dalam bahasa Bali disebut Taksu. Tema dalam PKB digulirkan lima tahun sekali agar bisa melihat dan merasakan langsung perkembangan dan pencapaian setiap tahunnya.

Kadis Budpar Riau Said Syarifuddin menjelaskan, paket seni yang diusung ke Pesta Kesenian Bali tahun ini, bernuansa meriah untuk mengajak para penonton bergembira bersama. Jika sebelumnya Budpar mengajak grup Randai Kuantan maka tahun ini dipercayakan kepada komunitas Tameng Sari Dance Company. Sebuah komunitas yang aktif dalam menggelar karya serta mencipta karya-karya tari dan musik yang berangkat dari tradisi Melayu Riau.

Karya yang kami diusung di helat ini jelas menunjukkan besarnya pertumbuhan dan perkembangan dunia seni pertunjukan di Riau. Para pengkarya yang tampil juga masih muda-muda dan penuh semangat. Lewat mereka kita ingin budaya Melayu Riau mendapat tempat yang layak. Ini terbukti, meski mereka tampil pagi hari, penonton tetap ramai dan antusias, paparnya panjang lebar.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kebudayaan Dinas Budpar Riau Helmiwaty Kadir menambahkan, selain menampilkan karya-karya baru, juga ditampilkan karya seniman Riau Wasnury Marza yakni tarian Rentak Bulian. Sebuah karya tari yang sudah diciptakan sejak lama dan masih populer hingga hari ini di kalangan generasi muda. Kenapa Rentak Bulian karena pihaknya berazam untuk mematenkan karya ini sebagai salah satu karya terbaik Melayu Riau.  Sudah lama saya ingin menampilkan tarian Talang Mamak ini dan alhamdulillah terwujud juga di Denpasar-Bali dan disaksikan banyak orang dari manca negara, tambahnya.

Beberapa warga Denpasar yang memadati tempat duduk panggung arena tersebut merasa senang menyaksikan suguhan kesenian dari tim Riau. Selain karya-karya itu penuh semangat, mereka juga mendapatkan tontonan baru. Salah satu penonton, Riska (23) dengan gembira pula mengatakan, dari karya yang disuguhkan jelas tergambar sikap orang-orang Melayu Riau.

Kalau lihat dari karyanya, saya percaya orang-orang Melayu itu periang dan suka bercanda sesama mereka dan mungkin juga dengan orang lain di luar budayanya. Saya juga pernah dengar, Riau itu negeri yang kaya raya, tidak hanya sumber daya alam (SDA)-nya tapi juga tradisi dan budayanya, kata Riska meyakinkan.***
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 20 September 2018 - 14:34 wib

145 Perusahaan Ikuti Pameran Listrik Cerdas

Kamis, 20 September 2018 - 14:30 wib

Kemenangan Dramatis

Kamis, 20 September 2018 - 14:24 wib

Transmart Carrefour Gelar Fashion Carnaval

Kamis, 20 September 2018 - 14:21 wib

20 Model dan Ikon Tampil di Pekanbaru Runway 2018 CS Mal

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 wib

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:00 wib

Momen Kebangkitan Hendra/Ahsan

Kamis, 20 September 2018 - 13:56 wib

Ayola First Point Promo Kamar selama September

Kamis, 20 September 2018 - 13:43 wib

E-commerce Bebas Asing

Follow Us