Teater Selembayung

Produksi Opera Primadona

28 Juli 2013 - 07.25 WIB > Dibaca 1073 kali | Komentar
 
SETELAH sukses mementaskan Melodi Pengakuan tahun lalu dengan mengaraknya di beberapa tempat yakni Pekanbaru, Lampung dan Tanjung Pinang, tahun ini Teater Selembayung akan mementaskan Opera Primadona selama tiga malam berturut-turut pada akhir Agustus 2013 di Anjung Seni Idrus Tintin. Hal itu disampaikan Fedli Azis selaku sutradara garapan tersebut.

Dikisahkannya, naskah Opera Primadona yang ditulis Nano Riantiarno sutradara Teater Koma ini, berlatar tentang dunia belakang panggung sandiwara yang selama ini gelap dalam gegap gempita aplus penonton dan masyarakat. Di sini, Nano menggambarkan tentang persaingan grup-grup sandiwara untuk menyedut penonton sebanyak-banyaknya. Dalam naskah digambarkan tentang persaingan grup Miss Kecubung dan Lancang Kuning. Grup Lancang Kuning ini didirikan oleh  bekas pelakon atau pemain dari Miss Kecubung. Dia keluar akibat tidak adilnya Kecubung, Primadona Miss Kecubung yg tak mau kalah dan mau menang sendiri, terang Fedli.

Lebih jauh dikisahkan Fedli, Kecubung adalah istri sutradara grup mereka bernama Rojali yang selalu harus mengalah atas kelakuan buruk Kecubung yang suka main serong dengan lelaki hidung belang bahkan dengan pemilik grup mereka Tuan Tio. Selain itu, Kecubung juga suka semena-mena terhadap anggota grup, terutama Seroja, gadis kampung yang berbakat menjadi primadona baru. Namun di dalam naskah digambarkan usia tua membuat kecubung jadi mantan primadona yang mau tidak mau digantikan Seroja.

Puncak kegalauan kecubung adalah atas kepergian Megat Sejagat, pimpin grup Lancang Kuning hingga akhirnya Seroja naik daun jadi primadona baru dan akhirnya Rojali pun bunuh diri membuat kepopuleran grup Miss Kecubung memudar. Tak mau kalah, Kecubung bahkan menyewa bomo untuk mengguna-gunai Seroja.

Di sini ada kisah cinta tragis antara Seroja dan Atan Sengat, ujarnya. Keduanya dinikahkan oleh Kecubung di usia 16 tahun dan hidup serumah atau sekamar hingga usia 60-an tahun. Namun selama menikah mereka tidak pernah layaknya suami-istri karena cinta Seroja hanya untuk Megat. Setelah semuanya berakhir, Seroja dan Atan Sengat akhirnya saling memiliki, di usia yg sudah terlalu renta.

Terkait dengan konsep dari naskah yang sedang dalam proses latihan ini, Fedli menyebutkan konsep garapan dibuat dengan pola bangsawan yang penuh dengan layar-layar sebagai latar adegan. Realislah... katanya singkat.

Namun kisah tragis Opera Primadona, trik dan intrik yang terjadi dalam sebuah grup atau dengan grup lainnya, jika ditarik simpulan kisahnya, sama halnya seperti kisah yang terjadi di negeri ini. Sebuah lakon sandiwara yang sungguh mengenaskan namun satir. Menertawakan diri kita sendiri. Selain itu setiap adegan penuh ledakan-ledakan dan kelucuan yang menggelikan. Ya..pokoknya ala nano riantiarno betullah, tegas Fedli.

Kami lebih mengutamakan proses latihan untuk pencapaian dari pementasan kami nantinya, ujarnya yang mengakui sebagian besar aktor yang berperan nantinya banyak terbilang pemula. Namun diselingi juga dengan aktor-aktor yang sudah biasa dari Selembayung, Sekolah Tinggi Seni Riau, Sanjayo dan Batra.

Sementara itu, Rina selaku Pimpinan Produksi menyebutkan untuk penonton, Selembayung juga sudah memiliki penonton tetap hingga 1000 hingga 1200 orang di kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun harapannya kali ini Selembayung juga ingin menjaring penonton umum lebih banyak lagi dengan cara memantapkan pemberitahuannya kepada khalayak. Bahkan kami  juga sedang mengusahakan penulis teks, Nano Riantiarno dan istrinya Ratna Riantiarno hadir di malam terakhir, bersama-sama menyaksikan pementasan ini, ucap Rina yang juga merupakan sutradara di sanggar Selembayung ini.

Ditambahkan beliau, garapan kali ini, Selembayung dibantu budayawan Riau Al azhar, Kepala Museum Sang Nila Utama Yoserizal Zen, Dewan Kesenian Riau, musisi Beni Riaw, Bens (MC) dan banyak lagi. Di sini kami juga mengharapkan dukungan banyak pihak, salah satunya pihak SMAN 5 Pekanbaru, ucapnya mengakhiri.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 19 September 2018 - 09:14 wib

Data Perusahaan Plat Merah dan Swasta

Rabu, 19 September 2018 - 09:09 wib

Sekolah Madrasah Belajar Jurnalistik

Selasa, 18 September 2018 - 20:30 wib

BPJS Kanwil Sumbarriau Jalin Keakraban dengan Perusahaan dan Media

Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Follow Us