Teater dan Kebersamaan

4 Agustus 2013 - 08.55 WIB > Dibaca 963 kali | Komentar
 
PROSES berteater adalah sebuah proses di mana pelakunya akan bertembung dengan nilai-nilai kemanusiaan diantaranya adalah rasa kebersamaan yang luar biasa. Hal itu dikemukakan Yoserizal Zen selaku pimpinan produksi pementasan Opera Primadona tatkala buka bersama Teater Selembayung beberapa hari yang lalu di Aula Museum Sang Nila Utama. Sesungguhnya berteater adalah sebuah proses yang juga belajar tentang kebersamaan.

Dicontohkannya juga beberapa pengalamannya dulu sewaktu masih aktif berteater bahwa dalam sebuah keberangkatan untuk tampil di luar kota, selalu saja anak teater tidak terlalu memikirkan di mana akan tidur. Yang penting mereka bisa berkumpul bersama-sama. Ini yang membuat rasa kebersamaan pelaku teater agak berbeda dengan yang pelaku seni lainnya, ucap Kepala Museum Daerah itu.

Terkait dengan kesiapan dan keseriusan proses latihan yang dilakukan sangar Selembayung untuk produksi Opera Primadona pada Agustus mendatang, dijelaskan Yoserizal sejauh yang dia pantau, para pemain memang dibina dan dilatih semaksimal mungkin oleh sutradaranya dengan melakukan berbagai bentuk latihan, olah tubuh, olah rasa, olah mimik. Para pemaian yang separuhnya itu merupakan anak SMA Negeri 5 dilatih dan dibimbing untuk dipersiapkan menjadi aktor yang baik oleh teater Selembayung. Kita bisa lihat, aktor-aktor Indonesia yang selalu mendapatkan anugerah adalah aktor yang memang berproses dari teater, terang Yoserizal yang juga penyair Riau itu.

M Nazif Zahari SPd selaku Waka Kesiswaan SMA 5, dalam sambutannya di acara buka bersama itu, merasa bangga anak didiknya mendapat kesempatan dibekali dan diberikan pengetahuan seni dalam hal itu teater oleh sanggar Selembayung. Kami pihak sekolah mendukung sepenuhnya dalam bentuk apapun untuk menyukseskan pementasan nantinya. Tak ada alasan untuk tidak mendukung, kata Nazif tegas.  

Beliau juga menyebutkan keterlibatan anak-anak didiknya dalam proses berteater menjadi kebanggan pihak sekolah karena secara tidak lansung, anak-anak didik mereka mendapat pengalaman yang lebih selain dari lingkungan sekolah. Dan malam itu bagi Nazif,  ia tidak hanya dalam rangka berbuka puasa bersama dan bersilaturahmi  akan tetapi sekaligus bernostalgia karena para seniman dan budayawan yang hadir diantaranya Taufik Ikram Jamil, Fakhrunas MA Jabar, Yoserizal Zen, Drs H Kastalani Rahman MSi dan lain sebagainya adalah merupakan sahabat-sahabatnya semasa muda dahulu. Saya dulu masih kuliah dulu suka dan cinta nonton teater dan pertunjukan seni lainnya tapi saya tidak pernah berkesempatan untuk terlibat ke dalam prosesnya, katanya tersenyum.

Hadir juga H Kastalani Rahman yang juga mengakui suasana bernosalgia yang dimaksud Nazif Zahari. Bahkan sebagai orang tua wali yang anaknya juga terlibat dalam pementasan Opera Primadona itu menyebutkan akan memberikan apresiasi dan dukungan atas keikutsertaan anaknya karena dengan bangga Kastalani mengatakan semasa kuliah dulu, beliau adalah pemaian teater dan penari.

Keaktifannya berteater bersama seniman-seniman teater lama, membuatnya beliau bisa menunjukkan eksistensi dirinya pada masa sekarang. Tapi kemudian beliau juga mengakui, diantara pilihan dan kesibukannya pada waktu iutlah akhirnya sampai sekarang tidak pernah lagi bermain teater.   Makanya saya senang sekali anak saya terlibat dalam proses Opera Primadona tajaan Sanggar Selembayung karena ada eksistensi saya ketika melihat anak saya bermain teater, tutur Kastalani yang memang mencintai seni itu.

Taufik Ikram Jamil selaku budayawan yang turut hadir pada malam itu menyampaikan motivasi kepada para hadirin terutama bagi para aktor Opera Primadona bahwa disebutkan beliau proses berkesenian pada hakikatnya mempelajari sisi-sisi kemanusian dan tak heran kemudian suatu ketika, Ketua KPK menyebutkan salah satu upaya memberantaskan korupsi adalah dengan seni.

Kemudian, beliau menambahkan bahwa menurut pakar futuristik, dalam masa yang serba tidak berbatas ini dan segala gegap gempita dunia teknologi, ada dua hal di mana manusia akan kembali. Yang pertama itu adalah agama dan yang ke dua adalah seni. Dan keikutsertaan siswa-siswi SMA 5 dalam garapan Primadona ini saya yakini datang dari panggilan jiwa mereka, kata Sastrawan handal Riau tersebut.

Sementara itu, buka bersama tajaan Sanggar Teater Selembayung, menurut Fedli Azis selaku pimpinan sangar merupakan silaturahmi antar seniman,budayawan dan komunitas seni di bulan yang penuh berkah ini. Dalam kesempatan itu juga Fedli mohon dukungan dan restu dari semua pihak berkenaan dengan hajat Teater Selembayung akan mementaskan Opera Primadona pada akhir Agustus mendatang. Terutama kami minta pengertian dan dukungan sepenuhnya dari pihak sekolah SMA 5 dan wali murid yang mempercayakan kami melibatkan anak didiknya dalam pementasan kami nantinya, ucap Fedli yang juga merupakan sutradara dalam Opera Primadona tersebut.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 14:30 wib

Desember, Awal Pemeriksaan JCH

Kamis, 15 November 2018 - 14:13 wib

Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Kamis, 15 November 2018 - 14:00 wib

Ganti Bola LHE Terkesan Proyek

Kamis, 15 November 2018 - 13:49 wib

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Kamis, 15 November 2018 - 13:45 wib

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Kamis, 15 November 2018 - 13:15 wib

Azis: Pakai Uang Rakyat, OPD Harus Tanggung Jawab

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 wib

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:00 wib

Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air

Follow Us