Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DISEBUT IKUT MEMBANTU TERDAKWA RAJAMOHANAN
Peran Ipar Jokowi di Kasus Suap Pajak PT EKP Terus Didalami KPK
Jumat, 17 Februari 2017 - 16:40 WIB > Dibaca 453 kali Print | Komentar
Peran Ipar Jokowi di Kasus Suap Pajak PT EKP Terus Didalami KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penyidikan kasus dugaan suap terkait pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia akan dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu juga termasuk mendalami peran Arif Bufi Sulistyo, pengusaha yang diketahui adalah adik ipar Presiden Joko Widodo.

Nama Arif sebelumnya muncul dalam dakwaan Country Director PT EKP, Ramapanicker Rajamohanan Nair. "KPK bekerja membutuhkan waktu dan prudent, sehingga untuk pengembangan perkara masih perlu dilakukan," ujar Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, ketika dikonfirmasi, Jumat (17/2/2017).

KPK akan terus mencermati sidang Rajamohanan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pasalnya, imbuh Febri, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan bahwa Arif turut membantu terdakwa Rajamohanan untuk mengurus penghapusan pajak PT EKP. "Tentu saja kami akan buktikan di persidangan. Uraian peristiwa akan kita uraikan satu persatu," tuturnya.

Rajamohanan didakwa menjanjikan fee kepada Pejabat Ditjen Pajak, Handang Soekarno sebesar Rp6 miliar terkait pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia‎. Sebagian uang dari jumlah itu akan diberikan kepada ‎Kakanwil DJP Jakarta Khusus, Muhammad Haniv‎.

Akan tetapi, saat baru terjadi penyerahan pertama, yakni Rp1,9 miliar, Handang dan Rajamohanan ditangkap KPK. Di samping itu, muncul ‎pula nama Arif Budi Sulistyo‎ dan Dijen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi yang disebutkan ikut membantu kongkalikong Rajamohanan dengan Handang. Febri pun membenarkan penyidik telah memeriksa Arif sebagai saksi pada sekitar Januari 2017.

Jaksa KPK Moch Takdir Suhan yang dikonfirmasi mengaku belum bisa membeberkannya saat ini. Dia menyebut semua bakal terungkap melalui fakta persidangan dengan menghadirkannya sebagai saksi. "Semua nama yang disebutkan dalam surat dakwaan itu, mengenai peran-perannya akan dikonfirmasi lebih lanjut di persidangan nanti," ungkapnya. (Put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEA GAMES 2017
Kemendagri Surati Malaysia Terkait Insiden Bendera Terbalik
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:42 wib
INSIDEN BENDERA TERBALIK
Keras! Indonesia Dinilai Tak Seharusnya Langsung Maafkan Malaysia
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:37 wib
TANGKAP SEORANG PANITERA
OTT di PN Jakarta Selatan Akan Didalami Pansus Angket KPK, Penyebabnya...
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:26 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Mahfud MD Nyaris "Terjerat" Rayuan First Travel, Begini Kisahnya
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:13 wib
BUNTUT INSIDEN BENDERA TERBALIK
Romi: Panitia SEA Games Harus Disanksi!
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:01 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Meski Miryam Murka, Anton Tak Akan Cabut Keterangan soal Markus Nari
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:32 wib
LAPOR KE CRISIS CENTER
Korban First Travel Kecewa, Berkas Pengaduan Hanya Ditumpuk Petugas
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:26 wib
GELONTORKAN SUBSIDI BESAR
2018, Pemerintah Tak Berencana Naikkan BBM, LPG, dan Listrik
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:12 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Miryam Murka Markus Nari Disebut Bayari Pengacaranya
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:00 wib
SEA GAMES 2017
Malaysia Minta Maaf karena Bendera Terbalik, Ini Tanggapan Wapres
Selasa, 21 Agustus 2017 - 21:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
OTT di PN Jakarta Selatan Akan Didalami Pansus Angket KPK, Penyebabnya...
Mahfud MD Nyaris "Terjerat" Rayuan First Travel, Begini Kisahnya
Meski Miryam Murka, Anton Tak Akan Cabut Keterangan soal Markus Nari
Korban First Travel Kecewa, Berkas Pengaduan Hanya Ditumpuk Petugas
Miryam Murka Markus Nari Disebut Bayari Pengacaranya

Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:00 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us