Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DISEBUT IKUT MEMBANTU TERDAKWA RAJAMOHANAN
Peran Ipar Jokowi di Kasus Suap Pajak PT EKP Terus Didalami KPK
Jumat, 17 Februari 2017 - 16:40 WIB > Dibaca 384 kali Print | Komentar
Peran Ipar Jokowi di Kasus Suap Pajak PT EKP Terus Didalami KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penyidikan kasus dugaan suap terkait pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia akan dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu juga termasuk mendalami peran Arif Bufi Sulistyo, pengusaha yang diketahui adalah adik ipar Presiden Joko Widodo.

Nama Arif sebelumnya muncul dalam dakwaan Country Director PT EKP, Ramapanicker Rajamohanan Nair. "KPK bekerja membutuhkan waktu dan prudent, sehingga untuk pengembangan perkara masih perlu dilakukan," ujar Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, ketika dikonfirmasi, Jumat (17/2/2017).

KPK akan terus mencermati sidang Rajamohanan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pasalnya, imbuh Febri, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan bahwa Arif turut membantu terdakwa Rajamohanan untuk mengurus penghapusan pajak PT EKP. "Tentu saja kami akan buktikan di persidangan. Uraian peristiwa akan kita uraikan satu persatu," tuturnya.

Rajamohanan didakwa menjanjikan fee kepada Pejabat Ditjen Pajak, Handang Soekarno sebesar Rp6 miliar terkait pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia‎. Sebagian uang dari jumlah itu akan diberikan kepada ‎Kakanwil DJP Jakarta Khusus, Muhammad Haniv‎.

Akan tetapi, saat baru terjadi penyerahan pertama, yakni Rp1,9 miliar, Handang dan Rajamohanan ditangkap KPK. Di samping itu, muncul ‎pula nama Arif Budi Sulistyo‎ dan Dijen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi yang disebutkan ikut membantu kongkalikong Rajamohanan dengan Handang. Febri pun membenarkan penyidik telah memeriksa Arif sebagai saksi pada sekitar Januari 2017.

Jaksa KPK Moch Takdir Suhan yang dikonfirmasi mengaku belum bisa membeberkannya saat ini. Dia menyebut semua bakal terungkap melalui fakta persidangan dengan menghadirkannya sebagai saksi. "Semua nama yang disebutkan dalam surat dakwaan itu, mengenai peran-perannya akan dikonfirmasi lebih lanjut di persidangan nanti," ungkapnya. (Put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT PERETASAN HACKER
Belum Tempuh Jalur Hukum, Telkomsel Fokus Benahi Situs
Sabtu, 28 April 2017 - 21:13 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Pembatalan Hak Angket KPK Jadi Prioritas Gerindra
Sabtu, 28 April 2017 - 21:07 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN POLITIK
Pengamat: Ketimbang Pilgub DKI, Pilpres 2019 Bakal Lebih Dahsyat
Sabtu, 28 April 2017 - 21:01 wib
TERUS LAKUKAN KONSOLIDASI POLITIK
Temui Agus Yudhoyono, Sandiaga Ingin Bersilaturahmi
Sabtu, 28 April 2017 - 20:47 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Soal Hak Angket KPK, Kader PDI P: Politik Munafik Harus Diakhiri
Sabtu, 28 April 2017 - 20:42 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Gerindra "Walk Out", Fahri Ungkap Cara Pembatalan Hak Angket KPK
Sabtu, 28 April 2017 - 20:32 wib
BANTU LANGKAH KPK
Polri Siap Buru Miryam hingga ke Luar Negeri
Sabtu, 28 April 2017 - 20:28 wib
BERDAMPAK BURUK TERHADAP DATA PELANGGAN
DPR: Telkomsel Harus Pertimbangkan Pesan Peretas soal Tarif Internet
Sabtu, 28 April 2017 - 20:22 wib
DIWARNAI AKSI WALK OUT
Fahri Beberkan Alasan Ketuk Palu Hak Angket KPK di Paripurna DPR
Sabtu, 28 April 2017 - 20:18 wib
TERKAIT AKSI UNJUK RASA KE JAKARTA
Peringatan "May Day", Wakapolri Titip Pesan untuk Para Buruh
Sabtu, 28 April 2017 - 20:13 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Polri Siap Buru Miryam hingga ke Luar Negeri

Jumat, 28 April 2017 - 20:28 WIB

Ciri-ciri Penusuk Anggota Paspampres Sudah Diketahui
Wakapolri: Sudah Ada Titik Terang Terkait Kasus Novel Baswedan
Soal Larangan Hizbut Tahrir, Kapolri: Bertentangan dengan Pancasila
Miryam Jadi Buronan KPK

Jumat, 28 April 2017 - 11:21 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini