BELUM DAPATKAN AKSES KEKONSULERAN
Nama Siti Aisyah Tidak Ada dalam Database BNP2TKI
17 Februari 2017 - 16:46 WIB > Dibaca 457 kali Print | Komentar
Nama Siti Aisyah Tidak Ada dalam Database BNP2TKI
LOL: Tayangan salah satu stasiun TV Korsel yang menunjukkan rekaman CCTV dari seorang perempuan yang diduga salah satu pembunuh Kim Jong-nam. (TWITTER)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Indonesia terkejut atas penangkapan terhadap Siti Aisyah, seorang WNI kelahiran Serang, oleh otoritas Malaysia pada dini hari 16 Februari 2017, yang diduga terlibat dalam konspirasi pembunuhan Kim Jong-nam, saudara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, berdasarkan pengecekan di database lembaganya tidak ditemukan nama Siti Aisyah sebagai TKI yang bekerja di Malaysia.

"Tidak ditemukan nama Siti Aisyah dalam database BNP2TKI," kata Nusron, seperti dikutip dari JawaPos.com, Jumat (17/2/2017).

Sesuai koordinasi dengan KBRI Malaysia, imbuh Nusron, diketahui bahwa Siti Aisyah berada di Malaysia, tetapi belum diperoleh informasi lengkapnya, apa yang dilakukannya di Malaysia dan bagaimana sampai disangka terlibat dalam pembunuhan warga Korea Utara.

"Karena KBRI Kuala Lumpur belum mendapatkan akses kekonsuleran untuk bertemu Siti Aisyah," sebutnya.

Dia pun memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan hukum kepada Siti Aisyah apapun status dia di Malaysia, apakah sebagai TKI atau WNI yang sedang berkunjung ke Malaysia. Menurutnya, KBRI Kuala Lumpur memiliki dua  tim kuasa hukum untuk memberikan pembelaan hukum kepada WNI yang menghadapi masalah hukum di Malaysia.

Karena tim kuasa hukum yang disewa KBRI Kuala Lumpur salah satunya khusus diperuntukkan untuk melakukan pembelaan hukum terhadap WNI yang dituduh melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman mati, seperti pembunuhan, pemilikan senjata api secara ilegal, penculikan dan perdagangan narkotika. "Saat ini kami masih menunggu tuduhan yang dikenakan kepada Siti Aisyah karena masih dalam proses siasatan," jelasnya.

Lebih jauh, dia pun mengingatkan seluruh TKI yang bekerja di Malaysia ataupun di mana saja agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mempersulit dirinya dan juga keluarganya. Bekerjalah dengan baik untuk kepentingan keluarga dan masa depan. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DISKUSI SASTRA
FLP Bedah Luka dan Dendam Megat
Senin, 26 Februari 2017 - 14:16 wib
DISKUSI SASTRA
Cinta dan Perempuan dalam Kelas Menulis IV
Senin, 26 Februari 2017 - 13:20 wib
Perempuan dalam Tubuh Puisi
ESAI SASTRA
Perempuan dalam Tubuh Puisi
Senin, 26 Februari 2017 - 12:02 wib
Sajak-sajak Harko Transept
SAJAK
Sajak-sajak Harko Transept
Senin, 26 Februari 2017 - 11:51 wib
Mari Berbahasa Ibu
KOLOM ALINEA
Mari Berbahasa Ibu
Senin, 26 Februari 2017 - 11:37 wib
FILM
Menunggu Kelahiran "Mafia, Agaknya Geng!"
Senin, 26 Februari 2017 - 11:01 wib
Ke Toba
PERISA YUSMAR YUSUF
Ke Toba
Senin, 26 Februari 2017 - 10:51 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Oh, Ternyata Ini Maksud Demokrasi Kebablasan Pak Jokowi
Senin, 26 Februari 2017 - 05:00 wib
DINILAI SEMENA-MENA
Penyegelan Masjid di Depok Tuai Kecaman Komunitas Ahmadiyah
Senin, 26 Februari 2017 - 04:30 wib
MENJADI RELAWAN DI ROEMAH DJOEANG
Perkenalkan, Bayi Aniessandi dari Pasangan Pendukung Anies-Sandi
Senin, 26 Februari 2017 - 04:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Penyegelan Masjid di Depok Tuai Kecaman Komunitas Ahmadiyah
Perkenalkan, Bayi Aniessandi dari Pasangan Pendukung Anies-Sandi
Lho, Kok Pak Jokowi Jadi Imam Salat, Padahal...

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00 WIB

Satpol PP Segel Masjid Ahmadiyah, Masyarakat Diminta Jaga Keamanan
Fahmi: Ada Campur Tangan Trump dalam Kasus Freeport

Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:15 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini