Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS PEMBUNUHAN KIM JONG-NAM
Kemenlu Minta Akses Konsuler Terkait Kasus Siti Aisyah
17 Februari 2017 - 17:28 WIB > Dibaca 270 kali Print | Komentar
Kemenlu Minta Akses Konsuler Terkait Kasus Siti Aisyah
Paspor Siti Aisyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh kakak beda ibu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berharap agar pemerintah Malaysia membuka selebarnya akses terhadap pemerintah Indonesia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurraman M. Fachir, saat ini langkah terpenting pemerintah adalah memberikan pendampingan.

Termasuk memberikan bantuan hukum terhadap Siti Aisyah. "Kami meminta yang paling pertama adalah akses konsuler kepada warga kami itu yang paling penting," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Pemerintah Malaysia, kata dia lagi, tidak boleh menutup akses kepada pemerintah Indonesia. Pasalnya, jika menyangkut permasalah WNI di luar negeri, pemerintah setempat harus membuka ruang selebar-lebarnya. "Karena memang menyangkut warga negara kami. Sebab seorang warga negara asing terkena kasus hukum maka kewajiban negara penerima menyampaikan kepada perwakilan," tegasnya.

Kim Jong-nam sebelumnya tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur saat menuju rumah sakit. Kejadian itu pada saat Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau.

Ia tiba-tiba disergap dari belakang oleh seorang wanita, dan satu orang lagi yang diduga Siti Aisyah menyemprotkan cairan ke wajah Jong-nam. Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak beda ibu Kim Jong-un setelah disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017. Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi.(cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DISKUSI SASTRA
FLP Bedah Luka dan Dendam Megat
Senin, 26 Februari 2017 - 14:16 wib
DISKUSI SASTRA
Cinta dan Perempuan dalam Kelas Menulis IV
Senin, 26 Februari 2017 - 13:20 wib
Perempuan dalam Tubuh Puisi
ESAI SASTRA
Perempuan dalam Tubuh Puisi
Senin, 26 Februari 2017 - 12:02 wib
Sajak-sajak Harko Transept
SAJAK
Sajak-sajak Harko Transept
Senin, 26 Februari 2017 - 11:51 wib
Mari Berbahasa Ibu
KOLOM ALINEA
Mari Berbahasa Ibu
Senin, 26 Februari 2017 - 11:37 wib
FILM
Menunggu Kelahiran "Mafia, Agaknya Geng!"
Senin, 26 Februari 2017 - 11:01 wib
Ke Toba
PERISA YUSMAR YUSUF
Ke Toba
Senin, 26 Februari 2017 - 10:51 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Oh, Ternyata Ini Maksud Demokrasi Kebablasan Pak Jokowi
Senin, 26 Februari 2017 - 05:00 wib
DINILAI SEMENA-MENA
Penyegelan Masjid di Depok Tuai Kecaman Komunitas Ahmadiyah
Senin, 26 Februari 2017 - 04:30 wib
MENJADI RELAWAN DI ROEMAH DJOEANG
Perkenalkan, Bayi Aniessandi dari Pasangan Pendukung Anies-Sandi
Senin, 26 Februari 2017 - 04:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
MUI: Bersyukurlah Indonesia Masih Punya UU Penistaaan Agama
Hoax! Penggerebekan Rumah Anies Baswedan Itu Tidak Benar
Sudah "Zero Tolerance", tapi Peredaran Narkoba di Lapas kok Tak Menurun?
Polisi Tangkap 4 Pria di Singingi Hilir

Sabtu, 25 Februari 2017 - 11:18 WIB

Dua Pelaku Judi Togel Dibekuk

Sabtu, 25 Februari 2017 - 11:07 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini