Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BERKAS PENYIDIKAN DINYATAKAN LENGKAP
Penyuap Pejabat Bakamla Bakal Duduk sebagai Terdakwa
Jumat, 17 Februari 2017 - 18:22 WIB > Dibaca 605 kali Print | Komentar
Penyuap Pejabat Bakamla Bakal Duduk sebagai Terdakwa
Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI oleh Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah memasuki babak baru. Pasalnya, Fahmi segera duduk sebagai terdakwa.

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkas penyidikan Fahmi telah dinyatakan lengkap dan ditingkatkan ke tahap penuntutan (tahap dua). "Benar, FD dilakukan pelimpahan tahap dua hari ini," ujar Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, saat dikonfirmasi, Jumat (17/2/2017).

Perkara korupsi Fahmi, imbuhnya, akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. "Rencananya akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," sebutnya.

Pada 13 Desember 2016 lalu, KPK menangkap empat orang di dua lokasi berbeda di Jakarta, yakni Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama Bakamla), Eko Susilo Hadi (ESH). KPK juga menangkap tiga orang dari PT Merial Esa, Muhammad Adami Okta, Hardy Stefanus, dan Danang Sri Radityo.

KPK menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp2 miliar dari tangan Eko yang ditangkap di Kantor Bakamla, Jakarta Pusat. Suap diberikan terkait dengan pengadaan alat monitoring satelit RI Tahun 2016 dengan sumber pendanaan APBN-P tahun 2016 senilai Rp200 miliar. KPK kemudian menetapkan Eko, Adami, dan Hardy sebagai tersangka.

Kemudian, Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah sebagai tersangka pemberi suap. Sementara Danang berstatus saksi dan dilepaskan. (Put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEA GAMES 2017
Kemendagri Surati Malaysia Terkait Insiden Bendera Terbalik
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:42 wib
INSIDEN BENDERA TERBALIK
Keras! Indonesia Dinilai Tak Seharusnya Langsung Maafkan Malaysia
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:37 wib
TANGKAP SEORANG PANITERA
OTT di PN Jakarta Selatan Akan Didalami Pansus Angket KPK, Penyebabnya...
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:26 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Mahfud MD Nyaris "Terjerat" Rayuan First Travel, Begini Kisahnya
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:13 wib
BUNTUT INSIDEN BENDERA TERBALIK
Romi: Panitia SEA Games Harus Disanksi!
Selasa, 22 Agustus 2017 - 01:01 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Meski Miryam Murka, Anton Tak Akan Cabut Keterangan soal Markus Nari
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:32 wib
LAPOR KE CRISIS CENTER
Korban First Travel Kecewa, Berkas Pengaduan Hanya Ditumpuk Petugas
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:26 wib
GELONTORKAN SUBSIDI BESAR
2018, Pemerintah Tak Berencana Naikkan BBM, LPG, dan Listrik
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:12 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Miryam Murka Markus Nari Disebut Bayari Pengacaranya
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:00 wib
SEA GAMES 2017
Malaysia Minta Maaf karena Bendera Terbalik, Ini Tanggapan Wapres
Selasa, 21 Agustus 2017 - 21:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
OTT di PN Jakarta Selatan Akan Didalami Pansus Angket KPK, Penyebabnya...
Mahfud MD Nyaris "Terjerat" Rayuan First Travel, Begini Kisahnya
Meski Miryam Murka, Anton Tak Akan Cabut Keterangan soal Markus Nari
Korban First Travel Kecewa, Berkas Pengaduan Hanya Ditumpuk Petugas
Miryam Murka Markus Nari Disebut Bayari Pengacaranya

Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:00 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us