Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BERKAS PENYIDIKAN DINYATAKAN LENGKAP
Penyuap Pejabat Bakamla Bakal Duduk sebagai Terdakwa
Jumat, 17 Februari 2017 - 18:22 WIB > Dibaca 556 kali Print | Komentar
Penyuap Pejabat Bakamla Bakal Duduk sebagai Terdakwa
Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI oleh Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah memasuki babak baru. Pasalnya, Fahmi segera duduk sebagai terdakwa.

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkas penyidikan Fahmi telah dinyatakan lengkap dan ditingkatkan ke tahap penuntutan (tahap dua). "Benar, FD dilakukan pelimpahan tahap dua hari ini," ujar Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, saat dikonfirmasi, Jumat (17/2/2017).

Perkara korupsi Fahmi, imbuhnya, akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. "Rencananya akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," sebutnya.

Pada 13 Desember 2016 lalu, KPK menangkap empat orang di dua lokasi berbeda di Jakarta, yakni Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama Bakamla), Eko Susilo Hadi (ESH). KPK juga menangkap tiga orang dari PT Merial Esa, Muhammad Adami Okta, Hardy Stefanus, dan Danang Sri Radityo.

KPK menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp2 miliar dari tangan Eko yang ditangkap di Kantor Bakamla, Jakarta Pusat. Suap diberikan terkait dengan pengadaan alat monitoring satelit RI Tahun 2016 dengan sumber pendanaan APBN-P tahun 2016 senilai Rp200 miliar. KPK kemudian menetapkan Eko, Adami, dan Hardy sebagai tersangka.

Kemudian, Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah sebagai tersangka pemberi suap. Sementara Danang berstatus saksi dan dilepaskan. (Put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT PERETASAN HACKER
Belum Tempuh Jalur Hukum, Telkomsel Fokus Benahi Situs
Sabtu, 28 April 2017 - 21:13 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Pembatalan Hak Angket KPK Jadi Prioritas Gerindra
Sabtu, 28 April 2017 - 21:07 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN POLITIK
Pengamat: Ketimbang Pilgub DKI, Pilpres 2019 Bakal Lebih Dahsyat
Sabtu, 28 April 2017 - 21:01 wib
TERUS LAKUKAN KONSOLIDASI POLITIK
Temui Agus Yudhoyono, Sandiaga Ingin Bersilaturahmi
Sabtu, 28 April 2017 - 20:47 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Soal Hak Angket KPK, Kader PDI P: Politik Munafik Harus Diakhiri
Sabtu, 28 April 2017 - 20:42 wib
SIDANG PARIPURNA KEEMPAT DPR
Gerindra "Walk Out", Fahri Ungkap Cara Pembatalan Hak Angket KPK
Sabtu, 28 April 2017 - 20:32 wib
BANTU LANGKAH KPK
Polri Siap Buru Miryam hingga ke Luar Negeri
Sabtu, 28 April 2017 - 20:28 wib
BERDAMPAK BURUK TERHADAP DATA PELANGGAN
DPR: Telkomsel Harus Pertimbangkan Pesan Peretas soal Tarif Internet
Sabtu, 28 April 2017 - 20:22 wib
DIWARNAI AKSI WALK OUT
Fahri Beberkan Alasan Ketuk Palu Hak Angket KPK di Paripurna DPR
Sabtu, 28 April 2017 - 20:18 wib
TERKAIT AKSI UNJUK RASA KE JAKARTA
Peringatan "May Day", Wakapolri Titip Pesan untuk Para Buruh
Sabtu, 28 April 2017 - 20:13 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Polri Siap Buru Miryam hingga ke Luar Negeri

Jumat, 28 April 2017 - 20:28 WIB

Ciri-ciri Penusuk Anggota Paspampres Sudah Diketahui
Wakapolri: Sudah Ada Titik Terang Terkait Kasus Novel Baswedan
Soal Larangan Hizbut Tahrir, Kapolri: Bertentangan dengan Pancasila
Miryam Jadi Buronan KPK

Jumat, 28 April 2017 - 11:21 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini