Jangan Salah Memilih Pemimpin

25 Agustus 2013 - 07.57 WIB > Dibaca 1444 kali | Komentar
 
Jangan Salah Memilih Pemimpin
HELAT pesta demokrasi lima tahunan di Riau akan dilaksanakan pada 4 September 2013 mendatang. Pesta yang mengusung lima pasang Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub), serta melibatkan seluruh masyarakat Riau yang sudah punya hak pilih. Layaknya perhelatan akbar, jauh-jauh hari sebelum dimulai suasana meriah dan heboh dimana-mana sudah mulai terasa.

Jelang pesta dimulai, ada pesan moral yang perlu direnungkan bersama. Dari sekian banyak pemimpin yang sudah diberi amanah memimpin negeri ini, kenapa negeri ini tidak maju-maju? Padahal, sudah berbagai cara diupayakan. Negeri bernama Indonesia, dan khususnya Riau ini, pun sangat subur dan punya kekayaan alam melimpah. Tapi, kok masih saja banyak masyarakat yang susah, miskin bahkan fakir.

Sebenarnya, jauh-jauh hari Rasulullah SAW sudah mengingatkan dan menyampaikan iktibar (pelajaran) kepada kita semua, apa-apa saja yang menjadi kunci utama suatu negeri itu bisa maju? Disabdakan, bahwa ada empat kunci utama, pertama, pemimpin yang adil. Kedua, ilmunya para ulama, ketiga, kedermawanan orang-orang kaya, dan keempat, doanya orang-orang miskin.

Nah, ternyata, salah satu kunci utama suatu negeri itu bisa maju, adalah pemimpin yang adil. Sangat tepat dan sejalan pula dengan petuah Melayu, ‘’Raja alim raja disembah, raja zalim raja disanggah’’. Seorang pemimpin yang adil sudah dipastikan akan mampu dan berhasil memajukan negeri yang dipimpinnya. Sebaliknya, pemimpin yang tidak adil, tentu menjadikan negeri ini semakin terseok-seok.

Soal keadilan pemimpin ini, sering kita baca sejarah tentang kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz semasa menjadi khalifah. Betapa luas wilayah kekuasaannya, yang diibaratkan seluas Asia Tenggara. Jadi, bukan lagi satu negara atau provinsi yang dipimpin Umar, tapi jauh lebih luas. Namun, apa yang terjadi di wilayah kekuasaan Umar? Negeri tersebut sangat maju. Saking majunya, di negeri itu tidak ada lagi penerima zakat (mustahik). Yang ada hanya para pemberi zakat (muzakki). Kenapa ini bisa terjadi? Jawabannya, karena Umar bin Abdul Aziz benar-benar memimpin dengan adil.

Suatu kisah menceritakan, betapa seorang Khalifah Umar tidak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Ceritanya, suatu ketika Umar didatangi oleh seseorang. Saat datang ke kantor Umar, si-tamu punya keperluan dan menanyakan hal-hal tentang pemerintahan. Umar dan si-tamu pun berbincang santai. Tapi, di akhir pembicaraan, si-tamu bertanya tentang kondisi keluarga Umar. Sebelum menjawab, tiba-tiba Umar meminta izin untuk mematikan lampu dan semua fasilitas negara yang ada di ruangan tersebut. Barulah setelah itu Umar menjelaskan, kalau keluarganya sehat dan aman-aman saja.

Tentu saja si-tamu tercengang dan bertanya, kenapa saat ditanya urusan keluarga, Umar mematikan lampu di ruang kerjanya itu? Rupanya, Umar tidak mau menggunakan fasilitas negara untuk urusan pribadinya, walaupun itu hanya lampu. Bayangkan, hanya lampu saja Umar tidak mau ‘korupsi’, pantas saja negara yang dipimpinnya maju pesat. Hanya memimpin 2,5 tahun, negaranya menjadi makmur dan sejahtera —bukan hanya slogan, tapi kenyataan. Nah, bagaimana dengan negeri kita hari ini. Apa mungkin tersebab pemimpinnya-kah, sehingga negeri ini tidak maju-maju?

Di Provinsi Riau, hanya dalam hitungan pekan pesta demokrasi akan dihelat, yaitu Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri). Untuk memilih pemimpin tentulah masyarakat Riau yang jadi penentu. Pemimpin seperti apa yang akan dihasilkan dari Pilgubri nanti, tentu sangat bergantung kepada pilihan para pemilih yang notabene adalah masyarakat Riau, yang bermukim di 12 kabupaten/kota di bumi Melayu ini.

Makanya, jangan sampai salah memilih pemimpin. Sebab, bila salah menjatuhkan pilihan nanti, lima tahun ke depan masyarakat Riau akan menanggung risikonya. Gunakanlah hak pilih dengan sebaik-baiknya dan setepat mungkin. Jangan asal dukung, apalagi asal coblos.

Sekarang ini, untuk mengetahui pasangan mana yang akan dipilih, tentulah tidak sulit lagi. Salah satunya, bisa dilihat dari track record calon bersangkutan. Atau, visi dan misi yang diusung. Mudahnya lagi, umumnya para Cagub dan Cawagub ini sudah pernah memimpin, apakah itu bupati, walikota atau setingkat provinsi, atau bahkan duduk di legislatif provinsi maupun pusat. Apa yang sudah mereka perbuat untuk masyarakat dan daerahnya? Seperti apa sepak terjang mereka sewaktu menjabat? Dan, banyak lagi hal-hal lain yang bisa dijadikan alasan, mengapa harus memilih si-calon tersebut. Selamat berpesta, semoga Riau makin maju dan jaya.***   


Khairul Amri
Pemimpin Redaksi Xpresi Magazine
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 19:53 wib

Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Minggu, 23 September 2018 - 19:52 wib

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 wib

Kembalinya sang Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:47 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi

Minggu, 23 September 2018 - 19:46 wib

Ditabrak Emak-Emak

Minggu, 23 September 2018 - 19:44 wib

Refresh di Waduk Hijau

Minggu, 23 September 2018 - 19:40 wib

Anggur Murah Laris Manis Terjual

Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib

Minta Jembatani GP Ansor-UAS

Follow Us