Pentas Malam Kedua Opera Primadona

Mengalir dan Menarik

1 September 2013 - 08.36 WIB > Dibaca 565 kali | Komentar
 
PERTUNJUKAN teater Opera Primadona Produksi Sanggar Selembayung malam ke dua tak jauh berbeda dengan malam pertama. Antusias dan ramainya penonton yang datang ke Anjung Seni Idrus Tintin pada Jumat malam (30/8) membuktikan apresiasi terhadap seni teater di Riau semakin berkembang.

Kisah yang dipergelarkan dalam naskah karya Nano Riantiarno, teater Koma itu disuguhkan sutradara Selembayung, Fedli Azis di hadapan penikmat teater di Riau dengan berupaya mendekatkan latar belakang cerita asalnya (Jawa) menjadi berlatar belakang keRiau-an. Upaya-upaya yang dilakukan Fedli tampak dari suguhan musik baik sebagai pengisi suasana maupun lagu-lagu yang dilantunkan dalam beberapa adegan.

Kita sengaja menggaet komposer muda Riau, Matrock dalam garapan ini karena dalam pementasan Selembayung kali ini, musik memiliki peran yang lebih. Ada 12 lagu yang dinyanyikan di beberapa adegan tertentu yang kesemua lagu itu diciptakan Matrock, ucap Fedli Ketua Teater Selembayung tersebut.

Diakui Fedli, pementasan Opera Primadona adalah pementasan dengan durasi terpanjang dari pementasan-pementasan sebelumnya dalam dekade 17 tahun. Pementasan yang berdurasi hampir tiga jam ini, adalah sebagai sebuah tantangan bagi kelompok kami untuk melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan Teater Selembayung yang selama ini menggarap naskah-naskah pendek, jelasnya.

Ditambahkan Fedli, akhirnya berbagai upaya dan solusi yang harus kami susun guna menjaga suguhan pemenentasan tetap memikat dan menarik. Dalam hal itu disebutkan Fedli, kerja sama semua elemen sangat diperlukan baik sutradara, aktor, penata musik, penata artistik, penata kostum, penata lampu, penata make up, kru panggung dan lain-lainnya. Diakui Fedli juga, hal tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah dengan tingkat kerumitan yang lumayan tinggi, misalnya bagaimana perubahan set dekor dalam 26 adegan, pergantian kostum, pencapaian tata cahaya. Tapi, ya itulah tantangannya, tegasnya.

Dia juga berharap, semua pendukung pementasan tetap bersemangat dan tetap saling berkoordinasi agar pementasan ke tiga pada Sabtu (31/8), malam tadi, tetap mengalir dan penonton bisa betah sampai akhir seperti seperti malam pertama dan ke dua.

Rida K Liamsi, penyair dan budayawan Riau yang turut hadir menyebutkan upaya yang dilakukan Teater Selembayung adalah rangka mendidik penonton untuk mencintai teater. Terkait dengan pementasan, dia mengatakan bagus karena sutradara mengemas pertunjukan sesuai dengan selera penonton di Riau dalam hal ini ada juga hiburannya di samping konflik-konflik yang tajam.  Pada bagian akhirnya bagus sekali menurut saya, bagaimana mengakhiri sebuah pertunjukan dengan simbolik. Menarik, ucapnya.

Sementara itu, Kunni Masrohanti pimpinan Sanggar Rumah Sunting menyebutkan meskipun durasi pementasannya panjang tapi dia tidak merasa jenuh. Berbagai trik-trik yang disuguhkan sutradara, terkaitlah dengan tawaran setting, permainan aktor menurut Kunni berhasil dan menarik.(*6)

KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 20 September 2018 - 01:22 wib

Prabowo Tunjuk Neno Warisman Jadi Wakil Ketua TKN

Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 18:30 wib

Pelabuhan Tikus Jalur Masuk Empuk Narkoba

Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau

Follow Us