Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS LOLY CANDY’S
DPR Minta Jaksa Beri Tuntutan Maksimal kepada Para Pelaku Pedofil
Senin, 20 Maret 2017 - 15:08 WIB > Dibaca 208 kali Print | Komentar
DPR Minta Jaksa Beri Tuntutan Maksimal kepada Para Pelaku Pedofil
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) geram terhadap praktik paedofil yang dilakukan melalui online grup Facebook Loly Candy’s yang menyasar korban anak-anak di usia 2-8 tahun.

Terkait hal itu, anggota Komisi X DPR, Reni Marlinawati meminta aparat penegak hukum menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni dengan Undang-undang tentang Pornografi dan Undang-undang tentang Perlindungan Anak. "Negara harus tegas dan tidak boleh lembek dalam melawan kejahatan ini," kata Reni lewat pesan singkat, Senin (20/3/2017).

Kemudian, dia juga mendorong secara khusus kepada jaksa agar membuat tuntutan maksimal kepada para pelaku pedofil. Hal yang sama juga kepada hakim, untuk memutus perkara ini dengan putusan yang adil dan berpihak pada korban. Reni memandang, hal Itu sesuai dengan komitmen pemerintah yang serius memberantas kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak.

"Dengan langkah ini, negara memberi pesan penting dalam melawan kejahatan ini," jelas Ketua Fraksi PPP itu.

Di sisi lain, dia berharap aparat penegak hukum beserta aparatur pemerintah, khususnya Menteri Komunikasi dan Informatika untuk mengawasi secara ketat media sosial. Terutama terkait aktivitas prostitusi maupun pornografi. Menurutnya, kesigapan pemerintah dalam memblokir terhadap media-media online yang dianggap menyebar paham radikal, semestinya juga berlaku terhadap terkait ini.

Sebab, pornografi dan prostitusi merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Di samping itu, kepada orang tua, pihak sekolah, serta lingkungan sekitar, kata dia, harus menjadi benteng paling ampuh untuk mengedukasi dan memroteksi anak-anak dari ancaman kejahatan seksual dan pornografi.

"Ketiga pilar tersebut memiliki peran penting dan mendasar untuk melawan kejahatan seksual khususnya kepada anak-anak," tandas legislator asal Jawa Barat ini. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI SAKSI DUA TERDAKWA
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:40 wib
INFORMASI DARI SUMBER PENEGAK HUKUM
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 wib
MINTA PESERTA TERTIB
Begini Komentar Djarot soal Aksi 313 Besok
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:31 wib
BERKELILING KE ENAM KOTA
Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:27 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 wib
RANGKAIAN AKSI UNJUK RASA
Simbolis, Mahasiswa Lempar Gedung DPR dengan Tikus
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:46 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:42 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Hakim Tolak Permintaan Jaksa KPK untuk Menahan Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:38 wib
MINTA MASYARAKAT MELAPORKAN
Soni Sanksi Tegas PNS yang Ikut Aksi 313
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:32 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Ganjar: Saya Tidak Terima, tapi Memang Ada
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK

Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 WIB

Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 WIB

Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us