Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS LOLY CANDY’S
DPR Minta Jaksa Beri Tuntutan Maksimal kepada Para Pelaku Pedofil
Senin, 20 Maret 2017 - 15:08 WIB > Dibaca 367 kali Print | Komentar
DPR Minta Jaksa Beri Tuntutan Maksimal kepada Para Pelaku Pedofil
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) geram terhadap praktik paedofil yang dilakukan melalui online grup Facebook Loly Candy’s yang menyasar korban anak-anak di usia 2-8 tahun.

Terkait hal itu, anggota Komisi X DPR, Reni Marlinawati meminta aparat penegak hukum menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni dengan Undang-undang tentang Pornografi dan Undang-undang tentang Perlindungan Anak. "Negara harus tegas dan tidak boleh lembek dalam melawan kejahatan ini," kata Reni lewat pesan singkat, Senin (20/3/2017).

Kemudian, dia juga mendorong secara khusus kepada jaksa agar membuat tuntutan maksimal kepada para pelaku pedofil. Hal yang sama juga kepada hakim, untuk memutus perkara ini dengan putusan yang adil dan berpihak pada korban. Reni memandang, hal Itu sesuai dengan komitmen pemerintah yang serius memberantas kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak.

"Dengan langkah ini, negara memberi pesan penting dalam melawan kejahatan ini," jelas Ketua Fraksi PPP itu.

Di sisi lain, dia berharap aparat penegak hukum beserta aparatur pemerintah, khususnya Menteri Komunikasi dan Informatika untuk mengawasi secara ketat media sosial. Terutama terkait aktivitas prostitusi maupun pornografi. Menurutnya, kesigapan pemerintah dalam memblokir terhadap media-media online yang dianggap menyebar paham radikal, semestinya juga berlaku terhadap terkait ini.

Sebab, pornografi dan prostitusi merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Di samping itu, kepada orang tua, pihak sekolah, serta lingkungan sekitar, kata dia, harus menjadi benteng paling ampuh untuk mengedukasi dan memroteksi anak-anak dari ancaman kejahatan seksual dan pornografi.

"Ketiga pilar tersebut memiliki peran penting dan mendasar untuk melawan kejahatan seksual khususnya kepada anak-anak," tandas legislator asal Jawa Barat ini. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Ditanya Keterlibatan Andi di Proyek e-KTP, Mantan Dirut PNRI Berkelit
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini