Wonderful Indonesia
SEBUT PEMERINTAH MENCEDERAI KEADILAN
Fadli Zon Minta Presiden Hati-hati Terkait Kasus Petani Kendeng
Senin, 20 Maret 2017 - 15:54 WIB > Dibaca 744 kali Print | Komentar
Fadli Zon Minta Presiden Hati-hati Terkait Kasus Petani Kendeng
Fadli Zon. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Rasa keadilan masyarakat pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, yang melancarkan aksi protes atas pendirian pabrik semen di Rembang, menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, telah dicederai oleh pemerintah. Dikatakan Fadli, dirinya menyayangkan pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan segera meresmikan pabrik semen di Rembang pada April mendatang.

"Menurut saya pemerintah telah mencederai rasa keadilan masyarakat Kendeng," ujarnya, Senin (20/3/2017).

Diakui Fadli, dirinya mengikuti perkembangan aksi mengecor kaki jilid kedua di depan Istana Merdeka oleh sejumlah petani yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) sejak Selasa, 14 Maret 2017 lalu. Aksi itu merupakan bentuk protes atas pendirian pabrik semen di Rembang.

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo mencabut izin PT Semen Indonesia dan memastikan tak ada pabrik atau tambang semen di pegunungan Kendeng. Ditambahkan Fadli, saat aksi mengecor kaki pertama kali dilakukan pada April 2016 lalu, yang kemudian berujung pada undangan ke Istana 2 Agustus 2016, presiden sudah memutuskan menghentikan operasi pabrik semen hingga selesainya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dilakukan oleh tim independen. "Kajian itu diperkirakan akan selesai dalam tempo satu tahun. Itu keputusan yang positif, mengingat masih berperkara dengan pihak PT Semen Indonesia," jelasnya.

Akan tetapi, imbuhnya, dalam perjalanannya, hasil KLHS ternyata bisa selesai April 2017 mendatang. Jadi, tidak sampai setahun sudah bisa diselesaikan. Tapi anehnya, sementara hasil KLHS-nya saja belum keluar, Menteri BUMN seperti sudah tahu hasilnya dengan menyatakan bahwa bulan depan presiden akan segera meresmikan pabrik semen di Rembang.

"Ini bisa memancing ketidakpercayaan terhadap pemerintah," sebutnya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, terlebih lagi pada 5 Oktober 2016 lalu, lewat putusan peninjauan kembali (PK), Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan memenangkan petani Rembang dan yayasan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), yang sekaligus membatalkan izin lingkungan pabrik semen di Rembang. "Pernyataan Menteri BUMN itu telah menyakiti rasa keadilan masyarakat Kendeng dan bisa dianggap mem-fait accompli keputusan presiden sebelumnya," ucapnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
LAUNCHING DESA SADAR BPJS KETENAGAKERJAAN
Desa Sialang Indah Jadi Pilot Project
Selasa, 21 November 2017 - 07:22 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Gamawan Fauzi Pernah Ancam Andi Narogong
Selasa, 21 November 2017 - 00:45 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Meski Novanto Sudah Ditahan, KPK Tak Boleh Lengah
Selasa, 21 November 2017 - 00:32 wib
RESMI DITAHAN KPK
Tiga Pimpinan Parpol yang Jadi Pesakitan Sebelum Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 00:20 wib
DATA LHKPN
Punya 23 Unit Tanah dan Bangunan, Ini Jumlah Kekayaan Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 00:15 wib
BURSA TRANSFER
Sebesar Ini Gaji Evan Dimas jika Mau Bermain untuk Selangor
Selasa, 21 November 2017 - 00:10 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ini Komentar Istri Novanto Setelah 8 Jam Diperiksa KPK
Selasa, 20 November 2017 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Selasa, 20 November 2017 - 20:30 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Selasa, 20 November 2017 - 20:20 wib
RESMI DITAHAN KPK
Golkar Tarik Setya Novanto dari Kursi Ketua DPR di Rapat Pleno
Selasa, 20 November 2017 - 20:10 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Polisi Minta Keterangan Toyota untuk Usut Kecelakaan Setya Novanto
Bebaskan Sandera KKB, TNI-Polri Tuai Pujian Jokowi

Senin, 20 November 2017 - 17:30 WIB

Soal Perlindungan, Jokowi Minta Setnov Jalani Proses Hukum
Kata Kalpolri, Syarat untuk Kuasai Dunia Bukan Militer, melainkan...
Sempat Ingin Menghadap Presiden

Senin, 20 November 2017 - 11:59 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us