BAGI MEREKA YANG DICURIGAI
Buat Paspor Baru Harus Deposit Rp25 Juta, Nusron: Kami Dukung
Senin, 20 Maret 2017 - 17:19 WIB > Dibaca 367 kali Print | Komentar
Buat Paspor Baru Harus Deposit Rp25 Juta, Nusron: Kami Dukung
Nusron Wahid. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mencegah TKI unprosedural atau ilegal, terutama ke Timur Tengah, mendapat dukungan dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. Dia menyatakan hal itu menyikapi terbitnya Surat Edaran (SE) Bernomor IMI--0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan TKI Unprosedural yang mengatur adanya saldo tabungan minimal Rp25 juta bagi calon TKI.

"Kami mendukung keputusan dan kebijakannya Ditjen Imigrasi yang meminta deposit Rp25 juta bagi WNI yang mau urus paspor tapi dicurigai," ujarnya Nusron di Room Pers Istana Negara, Senin (20/3/2017).

Nusron menambahkan, pengertian dicurigai itu, seperti ada WNI yang mengaku mau ke luar negeri ingin menjadi turis tapi penampilannya tidak meyakinkan. "Dari tampang, yang sesungguhnya adalah mereka ngurus paspor untuk TKI. Kemudian menjadi tindak pidana perdagangan orang," jelasnya.

Terlebih, untuk negara tujuan Timur Tengah, kata dia lagi, meski sudah dilarang melalui kebijakan moratorium, tetap saja banyak yang berangkat melalui prosedur yang tidak benar. "Kan di Timur Tengah dilarang untuk menjadi TKI. Terutama menjadi pembantu rumah tangga. Tapi nyatanya masih banyak yang berangkat. Sebulan bisa sampai 1.000an," tuturnya.

Dia menyebut, kebanyakan WNI yang berangkat ke Timur Tengah untuk menjadi TKI, mengajukan visa untuk ziarah atau kunjungan. Maka, saat itulah diperlukan deposit Rp25 juta. "Ketika dia ziarah harus punya duit dong. Kami setuju dan mendukung kebijakan Ditjen Imgrasi 100 persen karena selama ini kami kesulitan mengidentifikasi antara ziarah dan yang sebetulnya bekerja secara unprosedural di sana," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
INFORMASI DARI SUMBER PENEGAK HUKUM
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 wib
MINTA PESERTA TERTIB
Begini Komentar Djarot soal Aksi 313 Besok
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:31 wib
BERKELILING KE ENAM KOTA
Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:27 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 wib
JADI REKRUTAN TERANYAR
Carlton Cole Tak Minta Banyak Fasilitas di Persib
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:53 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:42 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Hakim Tolak Permintaan Jaksa KPK untuk Menahan Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:38 wib
MINTA MASYARAKAT MELAPORKAN
Soni Sanksi Tegas PNS yang Ikut Aksi 313
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:32 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Ganjar: Saya Tidak Terima, tapi Memang Ada
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:28 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Lupa, Miryam Dapat Teguran Keras dari Majelis Hakim
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:23 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Simbolis, Mahasiswa Lempar Gedung DPR dengan Tikus

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:46 WIB

Soni Sanksi Tegas PNS yang Ikut Aksi 313

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:32 WIB

Perangi Terorisme Jadi Bagian dari MoU Indonesia dan Bahrain
Bakal Banyak Tidak Lulus

Kamis, 30 Maret 2017 - 10:25 WIB

Ibu Negara ”Merajuk” di Depan Ribuan Guru PAUD

Kamis, 30 Maret 2017 - 10:22 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us