Wonderful Indonesia
BAGI MEREKA YANG DICURIGAI
Buat Paspor Baru Harus Deposit Rp25 Juta, Nusron: Kami Dukung
Senin, 20 Maret 2017 - 17:19 WIB > Dibaca 574 kali Print | Komentar
Buat Paspor Baru Harus Deposit Rp25 Juta, Nusron: Kami Dukung
Nusron Wahid. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mencegah TKI unprosedural atau ilegal, terutama ke Timur Tengah, mendapat dukungan dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. Dia menyatakan hal itu menyikapi terbitnya Surat Edaran (SE) Bernomor IMI--0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan TKI Unprosedural yang mengatur adanya saldo tabungan minimal Rp25 juta bagi calon TKI.

"Kami mendukung keputusan dan kebijakannya Ditjen Imigrasi yang meminta deposit Rp25 juta bagi WNI yang mau urus paspor tapi dicurigai," ujarnya Nusron di Room Pers Istana Negara, Senin (20/3/2017).

Nusron menambahkan, pengertian dicurigai itu, seperti ada WNI yang mengaku mau ke luar negeri ingin menjadi turis tapi penampilannya tidak meyakinkan. "Dari tampang, yang sesungguhnya adalah mereka ngurus paspor untuk TKI. Kemudian menjadi tindak pidana perdagangan orang," jelasnya.

Terlebih, untuk negara tujuan Timur Tengah, kata dia lagi, meski sudah dilarang melalui kebijakan moratorium, tetap saja banyak yang berangkat melalui prosedur yang tidak benar. "Kan di Timur Tengah dilarang untuk menjadi TKI. Terutama menjadi pembantu rumah tangga. Tapi nyatanya masih banyak yang berangkat. Sebulan bisa sampai 1.000an," tuturnya.

Dia menyebut, kebanyakan WNI yang berangkat ke Timur Tengah untuk menjadi TKI, mengajukan visa untuk ziarah atau kunjungan. Maka, saat itulah diperlukan deposit Rp25 juta. "Ketika dia ziarah harus punya duit dong. Kami setuju dan mendukung kebijakan Ditjen Imgrasi 100 persen karena selama ini kami kesulitan mengidentifikasi antara ziarah dan yang sebetulnya bekerja secara unprosedural di sana," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Din Syamsuddin Jadi Utusan Khusus untuk Dialog Antaragama
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"

Senin, 23 Oktober 2017 - 19:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini