Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS SUAP PROYEK SATELIT MONITORING
Deputi Bakamla Akui Minta Fee ke Perusahaan Suami Inneke Koesherawati
Senin, 20 Maret 2017 - 19:34 WIB > Dibaca 882 kali Print | Komentar
Deputi Bakamla Akui Minta Fee ke Perusahaan Suami Inneke Koesherawati
Fahmi Darmawansyah. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait pemenangan tender satelit monitoring di  Badan Keamanan Laut (Bakamla), Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi, mengaku pernah diperintah Kepala Bakamla, Laksamana Madya Arie Sudewo untuk meminta keuntungan alias fee sebesar 2 persen kepada PT Tenchnofo Melati Indonesia (MTI)/

Eko mengatakan hal itu saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap proyek monitoring satelit Bakamla di Pengadilan Tipikor Jakarta,Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017). Dia menambahkan, bukan hanya itu saja yang diperintahkan Arie Sudewo kepadanya.

Setelah mendapatkan fee, Arie meminta Eko untuk membagi-bagikan kepada Bambang Udoyo selaku Direktur Data dan Informasi Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla dan Nofel Hasan selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla. "Pak Bambang Udoyo Rp1 miliar, Novel Rp1 miliar. Itu yang saya alami," katanya.

Adapun 2 persen yang diterima Eko merupakan separuh dari fee yang diminta Arie kepada PT MTI selaku pemenang tender proyek satelit monitor. Arie meminta jatah 7,5 persen dari nilai proyek sebesar Rp222,4 miliar agar perusahaan milik Fahmi Darmawansyah, yakni PT Melati Technofo Indonesia, dimenangkan dalam kegiatan pengadaan monitoring satelit di Bakamla.

Diketahui, keikutsertaan perusahaan milik suami Inneke Koesherawati itu diawali kedatangan politisi PDI Perjuangan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi dan Kepala Bakamla Arie Soedewo ke Kantor PT Merial Esa di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Ali Fahmi menawarkan Fahmi Darmawansyah yang juga Direktur Utama PT Merial Esa untuk bermain proyek di Bakamla. Namun, Fahmi diminta untuk mengikuti arahan Ali Fahmi, dan memberikan fee sebesar 15 persen dari nilai pengadaan. Belakangan diketahui, Ali Fahmi merupakan staf khusus Arie Soedewo yang membidangi tentang perencanaan dan keuangan.(san)

Sumber: RMOL
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Ditanya Keterlibatan Andi di Proyek e-KTP, Mantan Dirut PNRI Berkelit
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini