Rumah Sunting Manggung ke Sumbar

15 September 2013 - 08.07 WIB > Dibaca 516 kali | Komentar
 
USAI mementaskan naskah lakon Sengketa Cinta karya SPN GP Ade Darmawi di beberapa tempat, kini Kunni Masrohanti selaku pimpinan sanggar sekaligus sutradara, menggelarkan karyanya di Taman Budaya Padang, Sumatera Barat. Karya lakon Sengketa Cinta itu nantinya dipentaskan sebanyak dua kali, Ahad sore pukul 16:00 WIB dan Ahad malam pukul 20:00 WIB.

Pementasan di Taman Budaya Padang seperti yang dikatakannya merupakan kali keempat setelah di Siak (12 Juni), Pekanbaru (20-21 Juni), dan Dumai (2 Juli). Kita memang sudah rencanakan sejak awal untuk pementasan di Padang. Kenapa Padang dan bukan lainnya, karena Padang, khususnya Sumbar adalah tempat dibesarkannya Raja Kecil, kata Kunni.

Sengketa Cinta mengangkat sejarah Siak Sri Indrapura, tentang percintaan Raja Kecik dengan Tengku Kamariah beserta pergulatan kepetingan politis, rencana perebutan kekuasan oleh Tengku Sulaiman. Kisahnya juga bertutur tentang perjalanan Raja Kecil Siak Sri Indrapura mulai dari Kerajaan Johor, Pahang hinggalah sampai ke Pagaruyung.

Terkait dengan konsep, Kunni memaparkan sebagai sutradara tetap menawarkan konsep semi bangsawan untuk pementasannya meskipun dipentaskan di luar Riau. Dan inilah saatnya untuk memperkenalkan kepada kalayak lain tentang keberadaan teater bangsawan yang merupakan salah satu teater tradisi di Riau.

Ditambahkannya, naskah Sengketa Cinta memang berlatar belakang kerajaan, oleh karena itu ia memilih konsep semi bangsawan. Artinya bukanlah dia tidak melirik keberadaan teater-teater modern tetapi baginya bahwa ini merupakan salah satu bentuk konsep dari Rumah Sunting. Sangat perlu mengangkat khazanah dan kekayaan kesenian yang kita punya apalagi tentang sejarah. Sungguh tidak banyak anak-anak muda yang mengetahui tentang sejarah yang ada di negeri kita. Hal ini menjadi kepuasan sendiri bagi saya, bisa menceritakan sejarah lewat sebuah pertunjukan teater karena kadang-kadang sejarah ini bagi generasi muda menjadi menjenuhkan apabila dibaca padahal sebenarnya sejarah adalah hal yang penting untuk diketahui, ujar Kunni.

Semua upaya yang dilakukan disebutkan Kunni terkait dengan proses dan kreativitas yang akan terus dilakukan Komunitas Rumah Sunting.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 19 September 2018 - 13:00 wib

Dominasi Kandang

Rabu, 19 September 2018 - 12:30 wib

Epson Luncurkan Proyektor EB-L510 U dan EB L-610U

Rabu, 19 September 2018 - 12:22 wib

Aura Kasih, Tak Kuat Jauh dari Pacar

Rabu, 19 September 2018 - 12:19 wib

Bingbing, Tersangkut Kasus Pajak dan Ditinggal Fans

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 wib

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 11:50 wib

Pencairan Tunda Bayar Prioritas

Rabu, 19 September 2018 - 11:25 wib

11 Pejabat Kembali Dilantik

Rabu, 19 September 2018 - 11:00 wib

JPO Makan Korban Jiwa

Follow Us