Rumah Sunting Manggung ke Sumbar

15 September 2013 - 08.07 WIB > Dibaca 539 kali | Komentar
 
USAI mementaskan naskah lakon Sengketa Cinta karya SPN GP Ade Darmawi di beberapa tempat, kini Kunni Masrohanti selaku pimpinan sanggar sekaligus sutradara, menggelarkan karyanya di Taman Budaya Padang, Sumatera Barat. Karya lakon Sengketa Cinta itu nantinya dipentaskan sebanyak dua kali, Ahad sore pukul 16:00 WIB dan Ahad malam pukul 20:00 WIB.

Pementasan di Taman Budaya Padang seperti yang dikatakannya merupakan kali keempat setelah di Siak (12 Juni), Pekanbaru (20-21 Juni), dan Dumai (2 Juli). Kita memang sudah rencanakan sejak awal untuk pementasan di Padang. Kenapa Padang dan bukan lainnya, karena Padang, khususnya Sumbar adalah tempat dibesarkannya Raja Kecil, kata Kunni.

Sengketa Cinta mengangkat sejarah Siak Sri Indrapura, tentang percintaan Raja Kecik dengan Tengku Kamariah beserta pergulatan kepetingan politis, rencana perebutan kekuasan oleh Tengku Sulaiman. Kisahnya juga bertutur tentang perjalanan Raja Kecil Siak Sri Indrapura mulai dari Kerajaan Johor, Pahang hinggalah sampai ke Pagaruyung.

Terkait dengan konsep, Kunni memaparkan sebagai sutradara tetap menawarkan konsep semi bangsawan untuk pementasannya meskipun dipentaskan di luar Riau. Dan inilah saatnya untuk memperkenalkan kepada kalayak lain tentang keberadaan teater bangsawan yang merupakan salah satu teater tradisi di Riau.

Ditambahkannya, naskah Sengketa Cinta memang berlatar belakang kerajaan, oleh karena itu ia memilih konsep semi bangsawan. Artinya bukanlah dia tidak melirik keberadaan teater-teater modern tetapi baginya bahwa ini merupakan salah satu bentuk konsep dari Rumah Sunting. Sangat perlu mengangkat khazanah dan kekayaan kesenian yang kita punya apalagi tentang sejarah. Sungguh tidak banyak anak-anak muda yang mengetahui tentang sejarah yang ada di negeri kita. Hal ini menjadi kepuasan sendiri bagi saya, bisa menceritakan sejarah lewat sebuah pertunjukan teater karena kadang-kadang sejarah ini bagi generasi muda menjadi menjenuhkan apabila dibaca padahal sebenarnya sejarah adalah hal yang penting untuk diketahui, ujar Kunni.

Semua upaya yang dilakukan disebutkan Kunni terkait dengan proses dan kreativitas yang akan terus dilakukan Komunitas Rumah Sunting.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 16 November 2018 - 18:00 wib

Menteri Keamanan Siber Jepang Ternyata Tak Mengerti Komputer

Jumat, 16 November 2018 - 17:30 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam

Jumat, 16 November 2018 - 17:00 wib

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Jumat, 16 November 2018 - 16:15 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD

Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi

Follow Us