Wonderful Indonesia
TEWASKAN SEORANG POLISI
Kesaksian Mahasiswa Indonesia saat Teror Paris Terjadi
Jumat, 21 April 2017 - 18:34 WIB > Dibaca 316 kali Print | Komentar
Kesaksian Mahasiswa Indonesia saat Teror Paris Terjadi
Presiden Prancis Francois Hollande. (CHRISTOPE ENA/AFP)
PARIS (RIAUPOS.CO) - Kamis (20/4/2017) atau sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (21/4/2017), kota Paris, Prancis, diguncang teror. Adapun serangan yang berupa penembakan di jantung Kota Paris, Champs Élysées. Serangan itu menewaskan seorang polisi.

Dua polisi terluka dalam insiden yang terjadi beberapa hari sebelum pemilu presiden putaran pertama itu. Menurut Menteri luar negeri Pierre-Henry Brandet, seorang laki-laki memarkirkan mobilnya di area parkir polisi di Champs Élysées, kemudian laki-laki tersebut keluar dari mobil dan menembaki mobil polisi.

Adapun Presiden Prancis François Hollande berjanji untuk mengamankan Perancis menjelang pemilihan umum tersebut. ’’Malam ini kami akan mengadakan rapat dengan Dewan Keamanan,’’ tuturnya.

Ketika peristiwa itu terjadi, seperti biasa, Champs Elysees penuh dengan wisatawan. Salah seorang di antaranya ada Pratiwi Widya. Pratiwi adalah mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Polandia dan sedang liburan ke Paris bersama keluarga. Tiwi memaparkan, saat itu sekitar pukul 20.40 dia dan dua orang keluarga dan satu mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Sorbonne, Paris, sedang berjalan-jalan di daerah Champs Elysees.

Setelah itu, dia mendengar suara tembakan yang dekat sekali. ’’Suara tembakannya enam kali, tapi tembakan ke-empat kami baru lari, karena awalnya kami kira itu kembang api,’’ ujarnya.

Mahasiswi asal Surabaya tersebut mengatakan, kemudian semua orang lari. Tiwi dan rombongannya juga langsung lari masuk restoran mengikuti orang-orang. Kemudian dia diarahkan untuk sembunyi di apartemen di dalam sebuah restoran. Polisi berdatangan, helikopter juga mulai patrol.

’’Setelah 30 menit katanya kondisi udah aman. Tetapi, di luar malah ada yang lari, jadi kami masuk apartemen lagi,” imbuhnya.

Kemudian, setelah beberapa lama kemudian mereka dikawal tentara untuk ke kereta bawah tanah. Selama menunggu di apartemen dalam restoran tersebut, Tiwi mencoba menghubungi mahasiswa Indonesia di Polandia, KBRI Warsaw, dan biro pers Persatuan Pelajar Indonesia Dunia. ’’Tetapi, enggak sempat deh yang namanya foto TKP, yang penting kami selamat,’’ tutupnya. (ina/tia)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Re-Opening Epson Service Center Pekanbaru
Maksimalkan Pelayanan ke Konsumen
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:59 wib
OTOMOTIF
Penguasaan Pasar Fuso di Riau Capai 63 Persen
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:57 wib
EKONOMI BISNIS
RS KPJ Klang Malaysia Sediakan Layanan di Luar Pengobatan
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:56 wib
EKONOMI BISNIS
FWD Life Buka Kantor Pemasaran
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:42 wib
26 Mei Sekolah Libur Ramadan
Dinas Pendidikan Siak
26 Mei Sekolah Libur Ramadan
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:34 wib
Harapan untuk Firdaus-Ayat
Harus Lebih Pro Rakyat
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:32 wib
FORUM SEBAR PUNGLI
Hari Ini, Gubri Buka Seminar
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:27 wib

Jelang Ramadan, Harga Masih Normal
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:21 wib
PEKANBARU
PBI Got Talent ke-7 Meriah
Selasa, 23 Mei 2017 - 10:20 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
AS Jual Senjata ke Arab Saudi Senilai Rp1.462,5 T
Raja Nyambi Pilot Komersial

Sabtu, 20 Mei 2017 - 15:12 WIB

Trump Iri pada Hillary Clinton dan Obama

Jumat, 19 Mei 2017 - 10:32 WIB

Serangan WannaCry, Peneliti Sebut Korut Ingin Setir Suhu Politik
Lawan Hoax dengan Lembaga Khusus

Selasa, 16 Mei 2017 - 12:23 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us