Wonderful Indonesia
TEWASKAN SEORANG POLISI
Kesaksian Mahasiswa Indonesia saat Teror Paris Terjadi
Jumat, 21 April 2017 - 18:34 WIB > Dibaca 486 kali Print | Komentar
Kesaksian Mahasiswa Indonesia saat Teror Paris Terjadi
Presiden Prancis Francois Hollande. (CHRISTOPE ENA/AFP)
PARIS (RIAUPOS.CO) - Kamis (20/4/2017) atau sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (21/4/2017), kota Paris, Prancis, diguncang teror. Adapun serangan yang berupa penembakan di jantung Kota Paris, Champs Élysées. Serangan itu menewaskan seorang polisi.

Dua polisi terluka dalam insiden yang terjadi beberapa hari sebelum pemilu presiden putaran pertama itu. Menurut Menteri luar negeri Pierre-Henry Brandet, seorang laki-laki memarkirkan mobilnya di area parkir polisi di Champs Élysées, kemudian laki-laki tersebut keluar dari mobil dan menembaki mobil polisi.

Adapun Presiden Prancis François Hollande berjanji untuk mengamankan Perancis menjelang pemilihan umum tersebut. ’’Malam ini kami akan mengadakan rapat dengan Dewan Keamanan,’’ tuturnya.

Ketika peristiwa itu terjadi, seperti biasa, Champs Elysees penuh dengan wisatawan. Salah seorang di antaranya ada Pratiwi Widya. Pratiwi adalah mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Polandia dan sedang liburan ke Paris bersama keluarga. Tiwi memaparkan, saat itu sekitar pukul 20.40 dia dan dua orang keluarga dan satu mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Sorbonne, Paris, sedang berjalan-jalan di daerah Champs Elysees.

Setelah itu, dia mendengar suara tembakan yang dekat sekali. ’’Suara tembakannya enam kali, tapi tembakan ke-empat kami baru lari, karena awalnya kami kira itu kembang api,’’ ujarnya.

Mahasiswi asal Surabaya tersebut mengatakan, kemudian semua orang lari. Tiwi dan rombongannya juga langsung lari masuk restoran mengikuti orang-orang. Kemudian dia diarahkan untuk sembunyi di apartemen di dalam sebuah restoran. Polisi berdatangan, helikopter juga mulai patrol.

’’Setelah 30 menit katanya kondisi udah aman. Tetapi, di luar malah ada yang lari, jadi kami masuk apartemen lagi,” imbuhnya.

Kemudian, setelah beberapa lama kemudian mereka dikawal tentara untuk ke kereta bawah tanah. Selama menunggu di apartemen dalam restoran tersebut, Tiwi mencoba menghubungi mahasiswa Indonesia di Polandia, KBRI Warsaw, dan biro pers Persatuan Pelajar Indonesia Dunia. ’’Tetapi, enggak sempat deh yang namanya foto TKP, yang penting kami selamat,’’ tutupnya. (ina/tia)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TEMBILAHAN
Bupati Inhil Terima Anugerah PAUD Tingkat Nasional 2017
Selasa, 21 November 2017 - 11:42 wib

Pemko Diminta Lapor Polisi Bendahara Dishub Kabur
Selasa, 21 November 2017 - 10:55 wib

Pengemudi Roda Empat Ikut Dirazia KTP
Selasa, 21 November 2017 - 10:53 wib

Jual HP Demi Bayar Denda
Selasa, 21 November 2017 - 10:51 wib

Jalan Rusak Bikin Waswas
Selasa, 21 November 2017 - 10:48 wib

Ambil Nomor Antrean Imigrasi Lewat Online
Selasa, 21 November 2017 - 10:43 wib
Dinding Runtuh, Sering Luber
Banyak TPS Resmi Sudah Tak Layak
Selasa, 21 November 2017 - 10:42 wib
Orang-orang di Balik Gaya Rambut Presiden-presiden Indonesia (3–Habis)
Takut Salah Bicara, Tak Berani Ajak Ngobrol Habibie
Selasa, 21 November 2017 - 10:36 wib

SDN 48 Pekanbaru Terapkan Satu Kantong Sampah Satu Siswa
Selasa, 21 November 2017 - 10:34 wib

Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis
Selasa, 21 November 2017 - 10:32 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Fantastis, Lukisan Karya Leonardo da Vinci Ini Terjual Rp6 Triliun
Survei Median: Cina Dianggap Jadi Negara Ancaman bagi Indonesia
Investigasi Militer Myanmar soal Pembantaian Rohingya Keluar, Ini Hasilnya
Tidak Ada WNI Jadi Korban

Selasa, 14 November 2017 - 11:06 WIB

Bicara soal Krisis di Myanmar, Jokowi Minta Negara ASEAN Bergerak Bersama
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us