Wonderful Indonesia
KORUT TUDUH PERAN INTELIJEN AS DAN KORSEL
300 Ribu Dolar Upah Habisi Kim Jong-un
Minggu, 14 Mei 2017 - 09:36 WIB > Dibaca 1378 kali Print | Komentar
300 Ribu Dolar Upah Habisi Kim Jong-un
Kim Jong-un, nyawanya dihargai Rp4 Miliar
PYONGYANG (RIAUPOS.CO) - Badan intelijen AS dan Korea Selatan menyerahkan sekitar 300.000 dolar (sekitar Rp4 Miliar) kepada ’Kim’, seorang warga Korea Utara, untuk merancang sebuah rencana pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kata Duta Besar Korea Utara untuk Rusia.

Namun saat berbicara pada sebuah konferensi pers di Moskow pada hari Jumat, Duta Besar Korea Utara untuk Rusia Kim Hyun Joong menolak untuk mengungkapkan nama lengkap orang yang gagal tersebut, yang diduga direkrut oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) pada bulan Juni 2014, saat dia bekerja di perusahaan penebangan kayu di Wilayah Khabarovsk Rusia

Sebuah rencana pembunuhan rahasia pemimpin Korea Utara diduga dilakukan pada sebuah festival dengan bantuan zat biokimia, seperti agen radioaktif atau beracun "dalam bentuk Nanomaterials" yang memungkinkan pembunuh menghabisi Kim Jong Un tanpa mendekati dia. .

"Sekali  mereka (CIA dan dinas intelijen Korea Selatan) menyerahkan orang ini $ 20.000 dua kali dan pemancar penerima satelit," kata duta besar tersebut.

Menurut dia, Kim diancam dengan pembalasan terhadap keluarganya dan saat kembali ke Pyongyang, dia menerima instruksi dari intelijen Korea Selatan via satelit.

Selama setahun terakhir, Kim dan kontak intelijen AS dan Korea Selatan memiliki empat percakapan, di mana pembunuh bayaran itu diduga ditawari beberapa metode untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Pada paruh kedua tahun 2016, Kim diduga bertugas menciptakan "titik kontrol komunikasi ke luar negeri untuk memasok peralatan, bahan, dan uang dengan aman." Untuk tujuan ini, dan juga untuk menyuap kaki tangannya, dia dikirim lagi $ 200.000, kata Kim Hyun Joong.

Dalam sebuah pertemuan di kota Dandong di China pada bulan Maret-April 2017, Kim menerima lagi $ 50.000 dan pemancar penerima satelit baru. Pada akhir April, persiapan untuk dugaan rencana pembunuhan ditangguhkan.

Itu dilakukan atas dasar rahasia untuk mencegah perang di Semenanjung Korea. Secara total, Kim menerima lebih dari 80 pesanan dari dinas intelijen Korea Selatan, menurut duta besar Korea Utara.

Dia berjanji untuk menemukan dan "tanpa ampun menghancurkan siapa pun yang melakukan teror dari CIA dan NIS yang berani mengarahkan sasaran ke pejabat tinggi Korea Utara."

Sementara itu, Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) melaporkan pada hari Jumat bahwa dinas intelijen Korea Utara telah menyebut langsung tersangka utama yang mereka klaim berada di balik rencana serangan terhadap pemimpin negara Kim Jong Un, termasuk Direktur NIS Lee Byung-ho.

Menurut KCNA, Pyongyang telah menunjuk dua perwira intelijen Korea Selatan lainnya serta Xu Guanghai dari perusahaan Qingdao Nazca Trade sebagai tersangka dan menuntut ekstradisi mereka dari negara mana pun mereka berada saat ini.

Pyongyang dmenekankan bahwa para tersangka akan diselidiki berdasarkan undang-undang Korea Utara, terlepas dari kewarganegaraan mereka.(sputniknews/zar)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Arisan Buat Seru-seruan
Rabu, 20 September 2017 - 12:59 wib

Lagi, Puluhan Bunga Bangkai Ditemukan
Rabu, 20 September 2017 - 12:50 wib

Uangnya buat Keperluan
Rabu, 20 September 2017 - 12:38 wib

Dresscode Tiap Kali Ketemu
Rabu, 20 September 2017 - 12:25 wib
20 Km Sudah Berbentuk Badan Jalan
Tol Pekanbaru-Dumai Mulai Diaspal
Rabu, 20 September 2017 - 12:15 wib
Mengenal Lebih Dekat Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura (2-Habis)
Serap Aspirasi Ditemani Mi dan Teh
Rabu, 20 September 2017 - 11:44 wib

Muhammad Amin Pimpin Hanura Kampar
Rabu, 20 September 2017 - 11:41 wib
POLITIK
KPK dan LIPI Ajak Golkar Kerja Sama
Rabu, 20 September 2017 - 11:38 wib

Korban Galodo Solsel Direlokasi
Rabu, 20 September 2017 - 11:37 wib

Cina Jajaki Kerja Sama Agrobisnis di Batam
Rabu, 20 September 2017 - 11:35 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Serap Aspirasi Ditemani Mi dan Teh

Rabu, 20 September 2017 - 11:44 WIB

Bantuan untuk Rohingya Dituding Pencitraan, Ini Bantahan Wapres
Sangat Peduli dengan Orang Tidak Mampu

Selasa, 19 September 2017 - 14:56 WIB

London Kembali Diteror, Kereta Bawah Tanah Jadi Sasaran

Jumat, 15 September 2017 - 19:20 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Bangladesh

Jumat, 15 September 2017 - 08:20 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us