Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
NASIONAL
Polisi Ciduk Nico yang Mengaku Dibayar Novel
Jumat, 19 Mei 2017 - 11:38 WIB > Dibaca 10007 kali Print | Komentar
Polisi Ciduk Nico yang Mengaku Dibayar Novel
Tito Karnavian
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Upaya Polri menemukan pelaku penyiram asam sulfat ke Novel Baswedan menemukan fakta yang tidak terduga. Polri menangkap Nico yang video pengakuannya disuruh memberikan keterangan palsu dalam kasus Akil Mochtar oleh Novel. Polri menduga penyiraman asam sulfat terkait kasus tersebut.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, Nico mengaku mendapat ancaman dari Novel Baswedan untuk memberikan keterangan palsu pada kasus Akil. Bila tidak memberikan keterangan seperti yang diminta, maka dia dan keluarganya akan dipenjarakan.

Bahkan, dia menunjukkan adanya beberapa kali transfer uang dari Novel sebagai bagian dari perjanjian yang dilakukan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan, saat dilakukan penyelidikan deduktif atau memetakan masalah Novel yang mungkin menyebabkan penyiraman, muncullah video yang viral tersebut. “Nico yang memviralkan videonya sendiri ini telah diperiksa,” jelasnya.

Kasus tersebut, lanjutnya, potensial untuk terhubung dengan penyiraman Novel. Nico sendiri mengakui keterangan palsu itu karena terjadi perpecahan dengan pamannya yang saat ini telah divonis satu tahun penjara dalam kasus Akil.

“Dia ingin netralisir hubungannya dengan pamannya Mochtar Effendi,” ungkapnya.

Saat ini sedang dilakukan verifikasi terhadap barang bukti yang dimiliki Nico. Rencananya dalam waktu dekat dilakukan pemaparan pada pimpinan KPK atas temuan tersebut.

“Dirkrimum yang akan jelaskan semuanya,” ungkapnya.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kemuculan nama Niko me­rupakan bagian dari upaya penyidikan. Berdasar penelusuran penyidik, Niko pernah merasa terintimidasi oleh penyidik saat diperiksa dalam kasus sengketa pilkada tersebut. Namun, untuk status Niko, Argo menegaskan bukanlah terduga.

”Niko hanya potensi saja. Bukan terduga seperti tiga orang sebelumnya, ya. Seperti H, AL, dan M. Kalau ketiga terduga itu kami dapatkan foto saat di rumah Novel. Nah, kalau Niko ini kan penelusuran orang yang pernah terlibat saja dengan Pak Novel,” ujarnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DUA POLISI TEWAS
Penangkapan Maling Helikopter Berlangsung Dramatis
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:56 wib
PERGI KE LUAR NEGERI TANPA IZIN
Bupati Cantik Ini Diberhentikan Selama Tiga Bulan
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:36 wib

Pamor Akan Adakan Festival Kuliner Bakso dan Kuda Kepang
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:20 wib
DITEMUKAN MENINGGAL DI HOTEL
Dolores yang Malang, dari Pelecahan Seksual Hingga Bipolar
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:12 wib
MASIH KATEGORI AMAN
Utang Luar Negeri Indonesia Capai Angka Rp4.688,5 Triliun
Selasa, 16 Januari 2018 - 13:03 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Sekda Sampaikan Pidato Bupati di DPRD
Selasa, 16 Januari 2018 - 12:07 wib
Satpol PP Pekanbaru Siluman
Agus: Tidak Ada Anggota Fiktif
Selasa, 16 Januari 2018 - 12:06 wib
Pemko Siap-siap Pindahkan Aset
Februari, Flyover Dibangun
Selasa, 16 Januari 2018 - 11:30 wib

Pulangkan 150 Pengungsi Rohingya Setiap Hari
Selasa, 16 Januari 2018 - 11:16 wib
Mesin Kapal Layar Motor Rusak
Pasutri WNA Terdampar, Administrasi Lengkap
Selasa, 16 Januari 2018 - 11:16 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Dituntut Dua Tahun  Enam Bulan, Syahrani dan Ridwan Bungkam
Tak Sanggup Beri Makan, Bayi Dibuang

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:22 WIB

Ck..ck...ck... Kepala Rumah Tahanan Ditangkap karena Main Mata soal Narkoba
Iis Sugianto Akhirnya Beberkan Alasan Diperiksa KPK

Senin, 15 Januari 2018 - 20:30 WIB

Ngeri! Serukan Boikot, Fredrich: KPK Lecehkan Profesi Advokat Indonesia
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us