Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
KOLOM
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais
Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB > Dibaca 11295 kali Print | Komentar
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais
ILUSTRASI: METROBALI.COM
Oleh Hary B Koriun

DULU, saya mengagumi Sri Bintang Pamungkas, seorang pemberani, yang bahkan "tiang listrik" (Orde Baru) pun ditabraknya. Di zaman represif seperti itu, dia tanpa rasa takut dan lantang menyuarakan kebebasan berdemokrasi. Saya bahkan ikut rapat PUDI (partai yang digagasnya) di Jakarta. Ketika kembali ke Padang, saya berpikir kembali, apakah berpolitik tidak menabarak nurani?

Saya tahu politik itu seperti apa, sejak awal. Akhirnya, saya urungkan untuk ikut mendirikan PUDI di Padang. Lalu, Reformasi bergulir, tetapi nampaknya Sri Bintang ditinggalkan anak-anak muda. Orde Baru terguling, Reformasi "menang", kebebasan bersuara dan berkumpul (demokrasi) didapatkan, namun tak ada Sri Bintang di dalamnya.

Dia kemudian asyik cari panggung. Saya heran, cita-citanya dulu untuk perjuangan demokrasi, telah didapatkan rakyat Indonesia. Tapi, mengapa kok dia tetap cari panggung dengan melakukan ini dan itu? Saya kemudian berpikir: bukan orang seperti ini yang saya kagumi. Sebab, di zaman dan rezim apapun, "perlawanan" seolah sudah menjadi pekerjaannya, perlawanan apapun. Yang penting melawan, dan itu kelihatan gagah dan ganteng.

***

DI saat Reformasi, sosok Amien Rais menyedot kekaguman mahasiswa kecil seperti saya ketika itu. Dia cendekiawan yang pikiran-pikirannya sangat mengagumkan saya dengan Islam progresif yang sangat diyakininya. Dia juga seorang ahli dan pengamat Timur Tengah yang fasih.

Saat dia datang ke Padang dan melakukan rapat akbar di Lapangan IKIP Padang, saya datang, tetapi tak mau dekat, apalagi salaman dengan dia. Saya takut, orang yang saya idolakan nanti berbeda dengan yang ada dalam imajinasi saya. (Bahkan, saya sampai menuliskan momen kedatangannya ini di novel Nyanyian Batanghari).

Selain para mahasiswa yang terus berjuang, Amien adalah salah satu harapan saya untuk tetap tegak di depan, bersuara lantang untuk menumbangkan rezim represif itu. Dan, akhirnya, Reformasi menang. Amien berada dalam lingkaran kekuasaan dalam beberapa periode ketika itu dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang berbasis Muhammadiyah sebagai rumah politiknya.

Tapi, setelah itu orang mulai melupakannya sebagai "Bapak Reformasi" (keren, bukan?). Dan, ia juga kehilangan panggung. Belakangan, dia mendapatkan "mikrofon" (pelantang) ketika umat Islam menggalang aksi untuk melawan Ahok. Yang saya heran, dulu, pandangannya sangat pluralis, melihat perbedaan itu sebagai bagian dari kekayaan kita sebagai sebuah bangsa. Tetapi entah mengapa dia kemudian berubah.

***

Dan kini, partai yang dibidaninya (termasuk Goenawan Mohamad ikut di dalamnya), PAN, dengan berbagai alasan, ikut mendukung Angket KPK. Padahal, sebelum Amien kena tuding jaksa soal aliran dana, semuanya adem-ayem.

Kalau Golkar melakukan itu karena banyak politisinya yang kena angkut KPK, saya bisa maklum. Partai ini kan dulu diusulkan untuk menjadi partai terlarang oleh para reformis karena menjadi alat Orde Baru untuk memilih hanya satu orang selama 30 tahun lebih menjadi presiden. Hanya karena kehebatan seorang Akbar Tanjung-lah yang membuat Golkar selamat di zaman "genting" tersebut.

Tapi PAN?

Hemmm... Apakah politik memang harus begitu?

Sedih saya...***
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Ada 5 Artis Teman Roro Fitria Nikmati Sabu, Siapa?
Senin, 26 Februari 2018 - 01:58 wib
MENGENANG KISAH ASMARA
Sihar Sitorus dan Istri: Ibarat si Ucok Nembak Cinta si Butet
Senin, 26 Februari 2018 - 01:36 wib
SEBUT TAK PENUHI SYARAT
KPU Sumut Bersikukuh Pasangan JR Saragih-Ance Tak Layak Maju
Senin, 26 Februari 2018 - 01:14 wib
PENGUNGKAPAN KASUS NOVEL BASWEDAN
Lebih 900 Telepon, 500 SMS Tapi Hasil Masih Minim
Senin, 26 Februari 2018 - 00:08 wib
DITEMANI ANAK DAN MENANTU
Jokowi Tonton Film "Dilan 1990" Rindu Berat pada Istri
Senin, 26 Februari 2018 - 00:02 wib
HARI INI DI PN JAKARTA UTARA
Ahok Peninjauan Kembali, Ribuan Orang Kawal Sidang
Senin, 25 Februari 2018 - 22:20 wib
HADAPI PEMILU PARLEMEN 2018
Polisi Malaysia Dilarang Bepergian ke Luar Negeri
Senin, 25 Februari 2018 - 22:15 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Kuasa Bahasa

Kamis, 11 Januari 2018 - 16:10 WIB

"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us