Wonderful Indonesia
BULUTANGKIS INDONESIA OPEN SUPER SERIES 2017
Akhiri Paceklik Gelar, Owi/Butet Berjodoh dengan JCC
Senin, 19 Juni 2017 - 00:52 WIB > Dibaca 1790 kali Print | Komentar
Akhiri Paceklik Gelar, Owi/Butet Berjodoh dengan JCC
Tontowi Ahmad dan Liliana Natsir menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih gelar juara dalam BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2017 di Plenarry Hall JCC, Jakarta, Ahad(18/6/2017). (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dahaga gelar wakil Indonesia di BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2017 akhirnhya terselesaikan. Adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya menunjukkan kelas mereka sebenarnya. Menghadapi pasangan Cina, Zheng Siwei/Chen Qingchen, Owi Butet menang dalam dua game langsung, 22-20, 21-15.

Final yang berlangsung di Plenarry Hall JCC, Jakarta malam tadi (18/6), sepenuhnya menjadi milik pasangan medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut. Buat Owi/Butet, ini adalah final ketiga buat mereka. Tetapi ini menjadi akhir manis buat mereka.

”Kuncinya bisa menang di game pertama yang berakhir ketat,” beber Butet dalam konferensi pres setelah pertandingan kemarin. Selain itu, persiapan yang matang dan komunikasi yang rapi membuat Zheng/Chen yang usianya jauh lebih muda ketimbang mereka susah mengimbangi permainan Owi/Butet.

”Mereka punya power lebih karena lebih muda, dan sedang on fire, tetapi kami bisa redam mereka,” beber Butet.

Tercatat, Indonesia sudah tiga edisi sebelumnya  harus puasa gelar di Indonesia Open. Terakhir kali, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memberikan gelar buat pecinta bulutangkis Indonesia pada edisi 2013 silam.

Sementara itu, tunggal putra India memperlihatkan kelasnya. Setelah menempatkan dua wakil di semifinal Sabtu kemarin. Di babak final, Srikanth Kidambi yang menjadi tumpuan India membawa pulang gelar tunggal putra.

Di final Srikanth mampu menaklukkan Kazumasa Sakai (Jepang), 21-11, 21-19. Hasil tersebut menjadi gelar perdana buat tunggal putra India dalam sepanjang sejarah penyelenggaraan Indonesia Open. Sebelum BIOSSP 2017, Srikanth sukses menembus final Singapore Open Super Series.

Sayangnya di babak final, dia takluk dari kompatriotnya, Sai Praneeth, 17-21, 17-21, 21-12. ”Game yang luar biasa, permainan saya berangsur baik pascacedera setelah Olimpiade Rio 2016 lalu,” terangnya. Kala itu, dia mengalami masalah engkel.

Tahun ini, permainan Srikanth memang naik turun. Setelah mentok di semifinal Syed Modi International Badminton Championship, dia akhirnya tampil di final Singapore Open dan Indonesia Open.

Namun, BIOSSP 2017 kali ini menjadi gelar perdana buat dia di tahun ini. ”Senang bisa juara lagi, selanjutnua fokus menuju Australia Open pekan depan,” terangnya.

Momentum gelar yang diraih tunggal putra India kali ini menjadi sinyal bahaya buat pebulutangkis Indonesia.

Terlebih dengan komposisi empat pebulutangkis tunggal putra India di top 25 BWF. Mulyo Handoyo, pelatih tunggal India menjelaskan bahwa konfidensi para pemainnya sudah terlihat cukup solid. Dari enam rangkaian  turnamen super series 2017, dua di antaranya diamankan wakil India.

”Melihat hasil yang ada tentu menjadi kentungan buat kami,” katanya.

Keempat tunggal putra India saat ini berada di kelompok umur yang sama. Srikanth, Prannoy HS dan Praneeth kini berusia 24 tahun. Sedangkan Ajay Jayaram merupakan satu yang paling senior dengan 29 tahun.

Sementara itu, di tunggal putri, pebulutangkis Jepang kembali memperlihatkan come back manis. Dalam tiga tahun terakhir, Jepang selalu menempatkan satu wakilnya sebagai juara. Kali ini giliran Sayaka Sato (26), menjadi menyelamatkan muka Jepang.

Dia mengalahkan tumpuan Korea Selatan, Sung Ji-hyun,  21-13, 17-21, 21-14. Sayaka sempat mengalami musim buruk setelah mengalami tahun buruk pasca Olimpiade London 2012. Saat itu, Sayaka mengalami cedera engkel parah yang memaksa dia absen di sisa turnamen sepanjang 2012.

Hasil di Indonesia Open tentu akan mendongkrak peringkat dia di tunggal putri dunia. Saat ini, Sayaka masih nangkring di peringkat 17 BWF (Federasi Bulutangkis Dunia).

Sedangkan ganda putri, Chen Qingchen/Jia Yifan memberikan gelar perdana buat Cina di BIOSSP 2017. Chen/Jia mengalahkan Chang Ye-na/Lee So-hee (Korea Selatan) dalam rubber game, 21-19, 15-21, 21-10.

Gelar kedua dipersembahkan Li Junhui/Liu Yuchen yang menjungkalkan pasangan veteran, Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), 21-19 19-21 21-18. Hasil tersebut juga menjadi gelar perdana buat Li/Liu di ajang super series 2017. (nap/jpg)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KEJURNAS PPLP 2017
Riau Raih Emas Regu Putra
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:55 wib
MENGHINA PRESIDEN DAN KAPOLRI
Lagi, Polisi Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian di Media Sosial
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:31 wib
BURSA TRANSFER
Ini Janji Ceballos untuk Real Madrid
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:30 wib
TNT Meledak, 1 Tewas 4 Luka-luka
TNI AU Siap Tanggung Jawab
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:30 wib
TERKAIT RUU PEMILU
PT 20%, Pengamat Yakin Jokowi Terpilih Kembali
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:30 wib
KESEPAKATAN DEWAN PAKAR
Meski Status Tersangka, Setya Novanto Tetap Pimpin Golkar
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:21 wib
USAI TR KELUAR
Resmi, Beberapa Perwira Tinggi Polri Ini Pindah Jabatan
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:20 wib
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Neymar Diklaim Pasti Gabung PSG
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:18 wib
KUALIFIKASI PIALA ASIA U-23
Cukur Mongolia, Peluang Indonesia ke Cina 2018 Terbuka
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:18 wib
HARAPKAN IRIAWAN AMANAH
Kapolda Metro Diganti, Kubu Rizieq: Kami Tidak Ada Dendam
Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:17 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Riau Raih Emas Regu Putra

Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:55 WIB

Ini Janji Ceballos untuk Real Madrid

Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:30 WIB

Neymar Diklaim Pasti Gabung PSG

Sabtu, 22 Juli 2017 - 00:18 WIB

Cukur Mongolia, Peluang Indonesia ke Cina 2018 Terbuka
Tolak Tawaran Barcelona, Klopp: Coutinho Tidak Dijual
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us