Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KORUPSI KONDENSAT
Jadi Rumit, Tersangka Korupsi Rp25 Triliun Ternyata Ikut Tax Amnesty
Senin, 19 Juni 2017 - 02:01 WIB > Dibaca 53360 kali Print | Komentar
Jadi Rumit, Tersangka Korupsi Rp25 Triliun Ternyata Ikut Tax Amnesty
HONGGO WENDRATMO.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan korupsi kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) yang telah ditangani Bareskrim selama dua tahun seperti bakal lebih lama. Pasalnya, salah seorang tersangka Honggo Wendratmo yang berada di Singapura diduga ikut dalam proses tax amnesty.

Informasi yang diterima JPG, Honggo mengikuti tax amnesty dengan nilai harta sekitar USD 599 juta. Namun, status Honggo sudah ditetapkan menjadi tersangka untuk kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai USD 1,8 miliar atau setara dengan Rp25 triliun.

Kondisi tersebut memunculkan potensi kemungkinan penanganan kasus dugaan korupsi yang mencuat sejak Bareskrim dipimpin Komjen Budi Waseso akan lebih molor. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto menuturkan, pihaknya belum mengetahui bila salah satu tersangka kasus kondensat PT TPPI dan SKK Migas mengikuti tax amnesty.

”Kami dalami lagi soal itu,” paparnya.

Soal kelanjutan kasus tersebut, Bareskrim memastikan telah melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Sudah proses pelimpahan kasus tahap pertama untuk berkas tersangka mantan petinggi SKK Migas berinisial RP dan DH.

 ”Baru dilimpahkan,” terangnya.

Namun, perlu proses untuk menuntaskan berkas perkara tersebut. Hingga saat ini masih bolak-balik dari Kejagung ke Bareskrim.

 ”Ada yang perlu disesuaikan,” terang mantan Wakabareskrim tersebut.

Perhitungan kerugian negara atas kasus tersebut sebelumnya mencapai Rp25 triliun. Namun, ternyata perlu perhitungan kembali soal kerugian negara tersebut.

 ”Kemungkinan tidak sampai segitu, temuannya berapa belum ada informasi,” paparnya.

Dia mengakui bahwa hingga saat ini Honggo masih berada di Singapura. Saat awal kasus tersebut mencuat, Honggo dipastikan sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di negeri singa putih tersebut. ”karena berada di luar negeri sedang dicek kemungkinan menerbitkan red notice,” jelasnya.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Kepulauan Meranti
Bupati Minta Masyarakat Tidak Pasrah
Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:17 wib
Insiden Sepaktakraw
Dari Bendera Terbalik hingga Insiden Sepaktakraw (Bagian 1)
Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:15 wib
Marek Hamsik
SELANGKAH LAGI
Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:13 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Anggota DPRD Masuki Masa Reses
Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:12 wib
Indragiri Hulu
1.478 Atlet Jalur Siap Bertarung
Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:04 wib
Kepulauan Meranti
Lomba Sampan Campang Meriah
Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:57 wib
RSUD Puri Husada Tembilahan
IPWL Sulusi Positif Pecandu Narkoba
Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:54 wib
Keterbatasan Tempat Sandar Kapal
Pelabuhan Kapal Perlu Penambahan
Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:36 wib
Dugaan Penyelewengan Dana Alokasi Dana Desa
Kadus Laporkan Kades Bukit Selanjut
Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:27 wib
Kecamatan Pulau Burung,Inhil
Tim Harimau Gila Juara Satu Lomba Arung Kanal
Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:13 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kadus Laporkan Kades Bukit Selanjut

Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:27 WIB

OTT di PN Jakarta Selatan Akan Didalami Pansus Angket KPK, Penyebabnya...
Mahfud MD Nyaris "Terjerat" Rayuan First Travel, Begini Kisahnya
Meski Miryam Murka, Anton Tak Akan Cabut Keterangan soal Markus Nari
Korban First Travel Kecewa, Berkas Pengaduan Hanya Ditumpuk Petugas
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us