Wonderful Indonesia
NASIONAL
Kecolongan, BPOM Tarik Mi Mengandung Babi
Senin, 19 Juni 2017 - 10:33 WIB > Dibaca 447 kali Print | Komentar
Kecolongan, BPOM Tarik Mi Mengandung Babi
Berita Terkait

Mi Mengandung Babi Tak Ditemukan di Riau



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Lagi-lagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kecolo­ngan. Makanan tak sesuai ketentuan beredar di pasaran. Bahkan parahnya, makanan jenis mi instan itu sudah memperoleh nomor izin edar. Kemarin (18/6), BPOM Pusat mengeluarkan surat peringatan soal penarikan  empat produk mi instan asal Korea Selatan. Mi instan yang diimpor PT Koin Bumi itu dinyatakan mengandung babi.

Adapun keempat produk tersebut, yakni Shin Ramyun Black (BPOM RI ML 231509052014), Mi Instan U-Dong (BPOM RI ML 231509497014), Mi Instan Rasa Kimchi (BPOM RI ML 231509448014), dan Mi Instan Yeul Ramen (BPOM RI ML 231509284014).

Kepala BPOM Penny Lukito membenarkan penarikan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel dan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi. Hasilnya, ada beberapa produk yang menunjukkan positif mengandung DNA babi. Merespons hasil tersebut, Penny telah meminta importer untuk menarik produk tersebut.

Dia juga menginstruksikan pada seluruh Balai Besar POM Indonesia untuk ikut memonitor. Bila masih menemukan barang tersebut, maka wajib ditarik. ”Badan POM melakukan pengawasan postmarket setelah produk di pasar ternyata menunjukkan kandungan babi. Jadi kita cabut izin edar,” ujarnya kemarin (18/6).

Pangan tersebut sejatinya tak masalah diedarkan. Namun, harus dengan mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “mengandung babi” dan gambar babi berwana merah dalam kotak berwarna merah dengan dasar putih. Sehingga, konsumen paham terhadap kandungan pangan yang akan dikonsumsinya. Seperti yang diatur dalam peraturan Kepala BPOM No 12/2016.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DATA DARI BEM SI
Inilah Identitas Mahasiswa yang Ditangkap usai Demo di Istana Negara
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 19:00 wib
TERKAIT KEMUDAHAN VERIFIKASI
Partai-partai Baru Sudah Pengaruhi KPU? Ini Kata Pengamat
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 18:30 wib
TERKAIT MEKANISME PENGAWASAN
Kapolri Harus Jelaskan Pengendalian Densus Tipikor kepada Presiden
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 18:00 wib
SEDIANYA DIGELAR BULAN INI
Demonstrasi Honorer K2 Batal karena Kurang Amunisi
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 17:45 wib
BERUJUNG PENGHENTIAN OPERASIONAL
PT RAPP Disanksi, Begini Penjelasan Kementerian LHK
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 17:30 wib
TERKAIT MASALAH EKONOMI NASIONAL
Keras! Rizal Ramli Sebut Jokowi Jadi Korban Hoax Menteri
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 17:00 wib
PERTIMBANGAN KESEHATAN
Komitmen Pemerintah Mulai Dipertanyakan Terkait Kenaikan Cukai Rokok
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 16:50 wib
TELAH BERKERJA DENGAN BAIK
Jokowi Berhasil di Bidang Infrastruktur dalam Tiga Tahun Pemerintahan
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 16:40 wib
BAIK DANA DAN KEWENANGAN
Keluhan dari Internal Polri Jadi Alasan DPR Usul Bentuk Densus Tipikor
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 16:30 wib
ADA PERUBAHAN SISTEM PEMBERANTASAN KORUPSI
Pengamat: Jokowi Diuntungkan dengan Pembentukan Densus Tipikor
Sabtu, 21 Oktober 2017 - 16:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Demonstrasi Honorer K2 Batal karena Kurang Amunisi

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 17:45 WIB

PT RAPP Disanksi, Begini Penjelasan Kementerian LHK

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 17:30 WIB

Jokowi Berhasil di Bidang Infrastruktur dalam Tiga Tahun Pemerintahan
Kementerian LHK Larang Lahan Perhutanan Sosial Dijualbelikan
KLHK: RAPP Tetap Bisa Beroperasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us