Wonderful Indonesia
PERLINDUNGAN KONSUMEN
MUI: Usut Kasus Mi Instan Mengandung Babi!
Senin, 19 Juni 2017 - 17:07 WIB > Dibaca 1093 kali Print | Komentar
MUI: Usut Kasus Mi Instan Mengandung Babi!
Mi Samyang.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kasus penemuan empat jenis mi instan yang mengandung fragmen DNA babi diusut tuntas. Sebab peredaran produk asal Korea Selatan dan Tiongkok itu jelas melanggar peraturan Badan POM Nomor 12/2016.

Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan, sesuai dengan peraturan Badan POM Nomor 12/2016, apabila ada makanan dan minuman mengandung babi maka harus memberitahukan di kemasan produk makanan itu.

Selain itu empat mi instan impor itu memang belum memiliki sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

 "Jadi memang belum memiliki sertifikasi halal," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima JPG, Senin (19/6).

Oleh sebab itu, anggota Komisi IV DPR itu meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah ini. Apabila ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan penindakan.

 "Memang harus dilakukan penindakan kepada semua pihak yang telah bertanggung jawab," tegasnya.

Selain itu, MUI juga meminta kepada masyarakat khusunya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Masyarakat harus cermat membaca daftar ramuan makanan yang tertera dalam bungkusnya.

"Itu dilakukan agar tidak tertipu oleh produk majanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama," pungkasnya.

Sekadar informasi keempat produk yang mengandung babi yang dicabut izin edarnya yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa produk-produk tersebut tidak mengikuti aturan Kepala Badan POM Nomor 12 tahun 2016 bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi, harus mencantumkan tanda khusus. Itu berupa tulisan "Mengandung Babi" dan gambar babi.

Pihak importir juga disebutkan tidak menginformasikan kepada Badan POM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi. (cr2/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DINILAI JANGGAL
Pengamat: Jokowi Harus Tentukan Penyelesaian Kasus Heli AW101
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:42 wib
BERKACA DARI KASUS FIRST TRAVEL
Cegah Trik Promo Umrah, Kemenag Diminta Tetapkan Tarif Bawah
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:35 wib
PASCA-OTT
13 Tas Berisi Uang Diamankan KPK saat Ciduk Dirjen Hubla Kemenhub
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:30 wib
BERHADAPAN DENGAN PETAHANA
Pilpres 2019, Eks Kader Demokrat Sebut Peluang AHY Sangat Kecil
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:26 wib
PLAY-OFF RAMPUNG
Liga Champions 2017-2018, Inilah Daftar Peserta di Fase Grup
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:22 wib
DISIMPAN DI KANTOR PUSAT
Polri Segera Kembalikan Dokumen Paspor Jamaah First Travel
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:13 wib
DIGELAR DI JAKARTA
KPK Sita Sejumlah Uang saat OTT Pejabat Kemenhub
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:10 wib
TEMUANG TIM PENGAWASAN HAJI DPR
Menag Kaget Penukaran Uang Riyal Dimanfaatkan Para Rentenir
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:05 wib
SINDIKAT PRODUSEN SARA
Nyaris! Saracen Siap "Panen" pada 2018 jika Tidak Tertangkap
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:00 wib
KANDASKAN HOFFENHEIM
Liverpool Lolos ke Fase Grup Liga Champions 2017-2018
Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:54 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Cegah Trik Promo Umrah, Kemenag Diminta Tetapkan Tarif Bawah
Putusan MA Soal Transportasi Online Wajib Ditaati Pemerintah
Menag Kaget Penukaran Uang Riyal Dimanfaatkan Para Rentenir
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Politikus PPP Sebut Rumah Jabatan Anggota DPR Masih Layak Huni
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us