Wonderful Indonesia
MUNCUL DI BULAN RAMADAN
Konsumen Muslim Dirugikan Isu Mi Instan Mengandung Babi
Selasa, 20 Juni 2017 - 00:10 WIB > Dibaca 772 kali Print | Komentar
Konsumen Muslim Dirugikan Isu Mi Instan Mengandung Babi
Samyang hot chicken ramen tidak termasuk mi instan yang dinyatakan mengandung babi oleh BPOM. (FENDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hasil temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengenai produk mi instan asal Korea yang positif mengandung babi menuai tanggapan Lembaga Advokasi Halal (Indonesia Halal Watch). Mereka menyatakan sedang menyiapkan langkah yang tepat bagi perlindungan konsumen khususnya monsumen muslim.

Adapun isu tersebut sangat merugikan apalagi muncul di bulan Ramadan. "Karena kami menengarai ada banyak jenis mi instan dan makanan kemasan asal Korea dan Cina yang tidak halal akan tetapi mereka tidak memberikan informasi pada produk ( kandungan produknya) ini sangat merugikan konsumen apalagi saat ini umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa," kata Ikhsan Abdullahs selaku Direktur Indonesia Halal Watch dalam keterangan tertulis, Senin (19/6/2017).

Di bulan Ramadan, sambungnya, tentu saja seluruh umat muslim harus dilindungi untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal (haram). Pihaknya  mengapresiasi hasil temuan BPPOM yang diumumkan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Dan ini kali pertama yang dilakukan dan kami minta harus terus menerus dilakukan denfan bekerjasama dengan kami dan LPPOM MUI agar masyarakat khususnya konsumen muslim merasa nyaman," tuturnya.

Dia pun mengungkapkan temuan mereka setahun lalu. Kala itu, pihaknya merilis 32 produk kemasan asal Cina dan mi asal Korea sebagai produk yang mencantumkan label halal, tetapi bukan label halal dari LPPOM MUI. Itu merupakan pelanggaran Hukum. Padahal, Indonesia sudah memiliki UU Nomot 33 tahun 2014 tentang Jaminan Poduk Halal yang telah diundangkan pada bulan Oktober tahun 2014.

Semestinya, sudah diberlakukan, khususnya bagi produk makanan dan minuman kemasan asing. "Tindakan produsen mengimpor dan mengedarkan produk mi instan dan makanan kemasan tersebut tentu sangat merugikan masyarakat, khususnya konsumen muslim. Dan saat itu telah kami lakukan teguran kepada distributornya di Jakarta dan Batam. Bahkan, ada yg telah kami lakukan tindakan hukum berupa pelaporan ke polisi," tandasnya. (cr1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DINILAI JANGGAL
Pengamat: Jokowi Harus Tentukan Penyelesaian Kasus Heli AW101
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:42 wib
BERKACA DARI KASUS FIRST TRAVEL
Cegah Trik Promo Umrah, Kemenag Diminta Tetapkan Tarif Bawah
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:35 wib
PASCA-OTT
13 Tas Berisi Uang Diamankan KPK saat Ciduk Dirjen Hubla Kemenhub
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:30 wib
BERHADAPAN DENGAN PETAHANA
Pilpres 2019, Eks Kader Demokrat Sebut Peluang AHY Sangat Kecil
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:26 wib
PLAY-OFF RAMPUNG
Liga Champions 2017-2018, Inilah Daftar Peserta di Fase Grup
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:22 wib
DISIMPAN DI KANTOR PUSAT
Polri Segera Kembalikan Dokumen Paspor Jamaah First Travel
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:13 wib
DIGELAR DI JAKARTA
KPK Sita Sejumlah Uang saat OTT Pejabat Kemenhub
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:10 wib
TEMUANG TIM PENGAWASAN HAJI DPR
Menag Kaget Penukaran Uang Riyal Dimanfaatkan Para Rentenir
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:05 wib
SINDIKAT PRODUSEN SARA
Nyaris! Saracen Siap "Panen" pada 2018 jika Tidak Tertangkap
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:00 wib
KANDASKAN HOFFENHEIM
Liverpool Lolos ke Fase Grup Liga Champions 2017-2018
Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:54 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Cegah Trik Promo Umrah, Kemenag Diminta Tetapkan Tarif Bawah
Putusan MA Soal Transportasi Online Wajib Ditaati Pemerintah
Menag Kaget Penukaran Uang Riyal Dimanfaatkan Para Rentenir
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Politikus PPP Sebut Rumah Jabatan Anggota DPR Masih Layak Huni
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us