Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SEBAGAIMANA KEBIJAKAN KEMENKOMINFO
Telegram Diblokir atas Permintaan Polri, Ini Alasannya
Senin, 17 Juli 2017 - 15:44 WIB > Dibaca 426 kali Print | Komentar
Telegram Diblokir atas Permintaan Polri, Ini Alasannya
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemblokiran Telegram sebelumnya tidak pernah diusulkan Kepolisian Republik Indonesia (polri). Akan tetapi, akhirnya mereka berpikir itu harus dilakukan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, itu karena penyedia Telegram enggan memberi akses bagi pihaknya untuk menelusuri kecurigaan aplikasi tersebut menjadi alat komunikasi para teroris.

Termasuk, siapa yang menyebarkan paham radikal dan memerintahkan melakukan pengeboman pada sejumlah wilayah di Indonesia.

"Tapi nggak dilayani. Nggak ditanggapi. Ya kalau nggak ditanggapi kami tutup," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurut Tito, kecurigaan Polri bahwa aplikasi Telegram digunakan untuk komunikasi para teroris menguat karena aplikasi Telegram memiliki fitur end to end encryption. Jadi, pesan, video, dan foto yang dikirimkan via Telegram tidak bisa dibaca oleh orang lain.

Termasuk oleh pihak Telegram sendiri, penjahat cyber, dan juga lembaga penegak hukum. Kemudian, fitur Telegram juga mampu menampung grup hingga 10 ribu. Akhirnya di sana juga bisa menyebarkan paham-paham radikal atau mengajarkan langsung cara membuat bom hingga terjadilah fenomena lone wolf self radicalitation.

Dengan aplikasi Telegram, teroris dan jaringan serta individu yang terpengaruh paham radikal tersebut pun tidak perlu bertatap muka. Lagi pula, imbuhnya, dari hasil penelusuran Densus 88, ada sejumlah kasus aksi terorisme yang menggunakan aplikasi tersebut.

"Jadi gini, telegram ini dari hasil temuan Polri khususnya densus. Ada 17 kasus yang terjadi semenjak 2016 termasuk bom Tamrin. Semua dari hasil investigasi menggunakan saluran komunikasi telegram," sebutnya.

Sementara itu, terkait pihak Telegram yang meminta Kemenkominfo membuka kembali pemblokiran tersebut, dia mempersilakannya. Namun, perlu ditegaskan supaya pihak Telegram juga memberi akses bagi Polri.

"Fine,  kalau mau dibuka lagi fine, tapi kami boleh diberikan akses kalau sudah ada data data yang ini kaitannya dengan terorisme diberi akses dan yang radikal, dan yang mengajari cara membuat bom, kami diberi akses siapa mereka itu. Kalau mereka sudah deal dengan kita, Menkominfo, saya pikir fine," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAILY NEW ADVANTURE
All New Terios Diperkenalkan, Inilah Kesempurnaan yang Harus Dimiliki
Sabtu, 24 November 2017 - 19:12 wib
TAMBAH PERBENDAHARAAN KOSAKATA DI KBBI
Balai Bahasa Provinsi Riau Taja Diseminasi Program Pengayaan Kosakata
Sabtu, 24 November 2017 - 17:05 wib
PALING SESUAI DENGAN KONDISI INDONESIA
All New Terios Resmi Diluncurkan, Ini Tampangnya
Sabtu, 24 November 2017 - 15:17 wib
BAYAR TUNGGAKAN IURAN
BPJS TK dan Kejari Ingatkan Perusahaan
Sabtu, 24 November 2017 - 14:58 wib
KAB SAIAK
Syamsuar Berharap SDM Aparatur Desa Meningkat
Sabtu, 24 November 2017 - 14:51 wib
KAB ROKAN HULU
Penghasilan Guru Honorer Masih di Bawah UMK
Sabtu, 24 November 2017 - 14:40 wib
Rencana Swastanisasi Pengelolaan Sampah
Pilih yang Profesional
Sabtu, 24 November 2017 - 14:36 wib

Media Massa Cerdaskan Umat
Sabtu, 24 November 2017 - 14:34 wib
ALAMAK
Dihukum Menyanyi Indonesia Raya
Sabtu, 24 November 2017 - 14:32 wib

Labuh Baru Timur Terapkan PHBS
Sabtu, 24 November 2017 - 14:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Silakan Badan Saya Dipenjara

Jumat, 24 November 2017 - 13:29 WIB

Baca Pledoi, Bandar Sabu 40 Kg Menangis

Jumat, 24 November 2017 - 12:04 WIB

Pidsus Kejati Terbitkan Dua Sprindik Baru

Jumat, 24 November 2017 - 10:54 WIB

Setnov Sudah Coreng Citra DPR

Kamis, 23 November 2017 - 12:04 WIB

Suparman dan DjoharDihukum 6 Tahun Penjara

Kamis, 23 November 2017 - 10:58 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini