Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SEBAGAIMANA KEBIJAKAN KEMENKOMINFO
Telegram Diblokir atas Permintaan Polri, Ini Alasannya
Senin, 17 Juli 2017 - 15:44 WIB > Dibaca 235 kali Print | Komentar
Telegram Diblokir atas Permintaan Polri, Ini Alasannya
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemblokiran Telegram sebelumnya tidak pernah diusulkan Kepolisian Republik Indonesia (polri). Akan tetapi, akhirnya mereka berpikir itu harus dilakukan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, itu karena penyedia Telegram enggan memberi akses bagi pihaknya untuk menelusuri kecurigaan aplikasi tersebut menjadi alat komunikasi para teroris.

Termasuk, siapa yang menyebarkan paham radikal dan memerintahkan melakukan pengeboman pada sejumlah wilayah di Indonesia.

"Tapi nggak dilayani. Nggak ditanggapi. Ya kalau nggak ditanggapi kami tutup," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurut Tito, kecurigaan Polri bahwa aplikasi Telegram digunakan untuk komunikasi para teroris menguat karena aplikasi Telegram memiliki fitur end to end encryption. Jadi, pesan, video, dan foto yang dikirimkan via Telegram tidak bisa dibaca oleh orang lain.

Termasuk oleh pihak Telegram sendiri, penjahat cyber, dan juga lembaga penegak hukum. Kemudian, fitur Telegram juga mampu menampung grup hingga 10 ribu. Akhirnya di sana juga bisa menyebarkan paham-paham radikal atau mengajarkan langsung cara membuat bom hingga terjadilah fenomena lone wolf self radicalitation.

Dengan aplikasi Telegram, teroris dan jaringan serta individu yang terpengaruh paham radikal tersebut pun tidak perlu bertatap muka. Lagi pula, imbuhnya, dari hasil penelusuran Densus 88, ada sejumlah kasus aksi terorisme yang menggunakan aplikasi tersebut.

"Jadi gini, telegram ini dari hasil temuan Polri khususnya densus. Ada 17 kasus yang terjadi semenjak 2016 termasuk bom Tamrin. Semua dari hasil investigasi menggunakan saluran komunikasi telegram," sebutnya.

Sementara itu, terkait pihak Telegram yang meminta Kemenkominfo membuka kembali pemblokiran tersebut, dia mempersilakannya. Namun, perlu ditegaskan supaya pihak Telegram juga memberi akses bagi Polri.

"Fine,  kalau mau dibuka lagi fine, tapi kami boleh diberikan akses kalau sudah ada data data yang ini kaitannya dengan terorisme diberi akses dan yang radikal, dan yang mengajari cara membuat bom, kami diberi akses siapa mereka itu. Kalau mereka sudah deal dengan kita, Menkominfo, saya pikir fine," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BERDASARKAN PENGAKUAN YULIANIS
Komisioner KPK Diduga Terima Uang Rp1 M oleh Nazaruddin, Begini Kronologinya
Senin, 24 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT ESKALASI ISRAEL
Bahas Insiden di Al Aqsa, OKI Segera Bersidang
Senin, 24 Juli 2017 - 20:45 wib
DINILAI TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL
KSPI Kritik Kebijakan Sri Mulyani soal Penurunan PTKP
Senin, 24 Juli 2017 - 20:27 wib
DUGAAN PELANGGARAN PANGAN
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?
Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 wib
DATANG KE PANSUS ANGKET KPK
Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Senin, 24 Juli 2017 - 20:15 wib
KEMBALI DIBURU PENGGEMAR
Chester Meninggal, Penjualan Album Linkin Park Melonjak
Senin, 24 Juli 2017 - 20:04 wib
UNDANG SEMUA FRAKSI KOALISI
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?
Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 wib
SELAIN DIDUGA SEBAGAI BANDAR NARKOBA
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Senin, 24 Juli 2017 - 19:55 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Senin, 24 Juli 2017 - 19:48 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Senin, 24 Juli 2017 - 19:42 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?

Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 WIB

Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Kasus Beras Oplosan, Hanya Satu Saksi Penuhi Panggilan Bareskrim
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us