Wonderful Indonesia
CEGAH TERORISME DAN RADIKALISME
Normalisasi, Kemenkominfo Jalin Komunikasi dengan Pendiri Telegram
Senin, 17 Juli 2017 - 15:53 WIB > Dibaca 363 kali Print | Komentar
Normalisasi, Kemenkominfo Jalin Komunikasi dengan Pendiri Telegram
Ilustrasi. (REUTERS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah pemerintah melakukan pemblokiran aplikasi Telegram, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan akan berkomunikasi dengan pendiri aplikasi tersebut, Pavel Durov.

Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, komunikasi dengan Pavel Durov dilakukan lantaran pemerintah ingin mencari solusi terbaik dalam penanganan radikalisme dan terorisme.

"Sehingga bisa menjadi normalisasi antara kedua belah pihak," katanya kepada JawaPos.com, Senin (17/7/2017).

Namun, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan kapan komunikasi itu akan dilakukan. Meski begtiu, dia memastikan pemerintah berkomitmen dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

"Jadi, lihat nanti ya kan prosesnya juga masih baru, yang penting ini untuk keamanan masyarakat dan negara juga," tandasnya.‎

Diketahui, pendiri Telegram, Pavel Durov, menawarkan tiga solusi kepafa Kemenkominfo. Dia menyampaikan solusi tersebut melalui kanalnya di Telegram, Durov’s Channel. Tawaran Durov itu lantaran pemerintah telah melakukan pemblokiran terhadap aplikasi Telegram.

Pasalnya, Telegram disinyalir menjadi sarana bagi kelompok radikal dalam melakukan komunikasi.‎

Adapun tiga langkah antisipatif yang ditawarkan Durov ke pemerintah adalah sebagai berikut:

1. Kami telah memblokir seluruh kanal yang berkaitan dengan terorisme seperti yang telah dilaporkan oleh Kemenkominfo.

2. Saya mengirim email balik ke Kemenkominfo untuk membangun kanal komunikasi langsung. Itu akan membuat kami bekerja lebih efisien untuk mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan.

3. Kami akan membangun tim yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan kultur untuk menjadi moderator yang bisa memproses berbagai laporan terkait konten teroris dengan lebih cepat dan akurat.‎ (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BERDASARKAN PENGAKUAN YULIANIS
Komisioner KPK Diduga Terima Uang Rp1 M oleh Nazaruddin, Begini Kronologinya
Senin, 24 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT ESKALASI ISRAEL
Bahas Insiden di Al Aqsa, OKI Segera Bersidang
Senin, 24 Juli 2017 - 20:45 wib
DINILAI TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL
KSPI Kritik Kebijakan Sri Mulyani soal Penurunan PTKP
Senin, 24 Juli 2017 - 20:27 wib
DUGAAN PELANGGARAN PANGAN
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?
Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 wib
DATANG KE PANSUS ANGKET KPK
Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Senin, 24 Juli 2017 - 20:15 wib
KEMBALI DIBURU PENGGEMAR
Chester Meninggal, Penjualan Album Linkin Park Melonjak
Senin, 24 Juli 2017 - 20:04 wib
UNDANG SEMUA FRAKSI KOALISI
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?
Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 wib
SELAIN DIDUGA SEBAGAI BANDAR NARKOBA
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Senin, 24 Juli 2017 - 19:55 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Senin, 24 Juli 2017 - 19:48 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Senin, 24 Juli 2017 - 19:42 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Perusahaan Elektronik Taiwan Investasi di Sumatera
All New Mazda CX 5 dengan Fitur Canggih

Senin, 24 Juli 2017 - 11:37 WIB

Strawberry Perkenalkan Tiga Produk Baru

Selasa, 18 Juli 2017 - 10:01 WIB

Promosikan Internet Baik, Telkomsel Dukung Pemblokiran Telegram
Telegram Diblokir, Begini Kritik Keras dari DPR

Minggu, 16 Juli 2017 - 00:00 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us