Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
MELAPOR KE DIVISI PROPAM
Anaknya Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ini Kata Jeremy Thomas
Senin, 17 Juli 2017 - 16:05 WIB > Dibaca 358 kali Print | Komentar
Anaknya Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ini Kata Jeremy Thomas
Jeremy Thomas usai melapor ke Bareskrim Polri. (ELFANY KURNIAWAN/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait kasus dugaan penculikan putranya, Axel Mathew, artis Jeremy Thomas melaporkan oknum polisi ke Divisi Propam Mabes Polri.

Pasalnya, anak Jeremy yang diculik diduga memiliki narkoba oleh oknum Satreskoba Polres Bandara Soetta. Namun, dugaan itu tidak benar. Axel justru dianiaya oleh oknum tersebut karena dipaksa harus mengaku memiliki narkoba.

Dia menyatakan, mulanya anaknya dibonceng pembantu rumah tangga menuju ke Pondok Indah Mall (PIM), pada Sabtu (15/7/2017). Tujuan Axel ke PIM untuk mengambil baju sama temannya yang biasa jualan baju.

"Namun, fakta yang terjadi anak saya melalui WA itu diarahkan ke Hotel Kristal lalu anak saya menunggu di depan tiba-tiba dicekek dengan seseorang yang mulutnya bau alkohol," katanya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).

Dia menambahkan, anaknya menduga oknum polisi itu adalah perampok.

"Ketika kabur dikejar pakai tembakan peluru tajam dikeroyok, dipukulin ramai-ramai ada tiga sampai empat orang dimasukin ke mobil dan orang itu mengaku oknum dan anak saya disekap di Hotel Kristal," sambungnya.

Pembantu rumah tangga kemudian memberi kabar ke Jeremy atas akan kejadian itu.

"Saya langsung ke hotel dan saya menemukan kejanggalan dari jawaban security hotel. Seperti ada yang ditutupin," tegasnya.

Dia pun menyebut dirinya langsung melapor ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan ketika itu langsung ditanggapi dan membuat laporan polisi.

"Bersama unit Jatanras melakukan investigasi ke hotel Kristal dan kembali orang Jatanras juga menemukan kesulitan terhadap security hotel itu karena terkesan ditutupin dan akhirnya kami memutuskan langsung ke atas," ucapnya.

Ketika itu, dia melihat korban turun bersama dengan beberapa orang. Lalu korban dilihat sudah dalam keadaan babak belur.

"Pertanyaan saya siapa yang menyiksa atau menyekap atau melakukan penganiayaan kepada putra saya? Saya bilang kepada mereka kalau anda petugas seharusnya tidak melakukan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap anak yang masih 19 tahun," jelasnya.

Bahkan, ketika itu oknum polisi itu tak bisa menunjukan kartu anggota dan surat perintah sehingga dia meminta Subdit Jatanras untuk mengambil alih anaknya karena diduga telah diculik.

"Saya bilang kepada mereka semua yang mengaku oknum polisi, mereka akan berhadapan dengan saya secara pribadi selaku orangtua. Dan, mereka akan berhadapan dengan hukum pidana dan hukum dari profesi mereka sendiri. Inilah tujuan saya melaporkan terhadap perlakuan ke anak saya," tuntasnya. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Sebagian Mengkhawatirkan
32 Mobdin DPRD Dikembalikan
Kamis, 21 September 2017 - 13:53 wib

9 Desember Pilkades Serentak
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB ROKAN HILIR
Simaan Quran Harus Dipertahankan
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB PELALAWAN
13 Sekolah Segera Direhab
Kamis, 21 September 2017 - 13:40 wib
SIAK
Bupati Ajak Masyarakat Bertani Bahan Pokok
Kamis, 21 September 2017 - 13:27 wib
Bila Sebut Blangko KTP-el Kosong
Ancam Pecat Kadis Dukcapil Daerah
Kamis, 21 September 2017 - 13:02 wib
KAB KUANSING
Dua Desa di Hulu Kuantan Rawan Banjir
Kamis, 21 September 2017 - 12:58 wib
KAB ROKAN HILIR
Wacana Bupati Direspon Disdukcapil
Kamis, 21 September 2017 - 12:46 wib
KAB KUANSING
Mursini Apresiasi Pegadaian
Kamis, 21 September 2017 - 12:34 wib
TEMBILAHAN
Perkelapaan Pengaruhi Ekonomi Masyarakat
Kamis, 21 September 2017 - 12:26 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bos Besar Produsen CC Ditangkap

Kamis, 21 September 2017 - 10:44 WIB

Garis Polisi Proyek Ruang Pengawas Dilepas

Kamis, 21 September 2017 - 10:10 WIB

JPU Sebut Uang Diberi ke ZH

Kamis, 21 September 2017 - 09:41 WIB

Polisi Amankan Bandara Terkait Kabar Kepulangan Habib Rizieq
Tak Hadiri Panggilan Pansus Hak Angket, Ini Alasan KPK

Rabu, 20 September 2017 - 20:30 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us