Wonderful Indonesia
BICARAKAN SEJUMLAH ISU
Datang ke Istana, Kalimat Buya Syafii Ini Bikin Kaget Jokowi
Senin, 17 Juli 2017 - 16:32 WIB > Dibaca 838 kali Print | Komentar
Datang ke Istana, Kalimat Buya Syafii Ini Bikin Kaget Jokowi
Syafii Maarif. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Senin (17/7/2017), Ahmad Syafii Maarif secara khusus meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Buya Syafii, sapannya, mengaku membicarakan sejumlah isu dengan Jokowi.

Pembicaraan itu, antara lain, terkait masalah ketimpangan ekonomi yang menurutnya bisa menjadi ancaman.

"Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat. Pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita," katanya saat ditemui wartawan usai bertemu Jokowi di kompleks Istana Negara.

Saat ini, sambungnya, pemerintah telah mencabut banyak izin tanah yang dikuasai konglomerat. Ke depan, katanya, harus ada gerakan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM).

Termasuk melibatkan para pengusaha kelas kakap.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu, enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul," tuturnya.

Karena itu, para pengusaha-pegusaha besar juga harus turun tangan untuk ikut memberdayakan perekonomian masyarakat.

"Saya punya ide begini, di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua," sebutnya.

Di samping itu, mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut juga menyampaikan masalah gerakan-gerakan yang bisa menjadi ancaman bagi NKRI. Hal itu, kata dia, telah terjadi dan merusak sejumlah negara seperti di Marawi, Filipina Selatan.

"Yang saya katakan, presiden agak kaget tadi, adalah rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya. Kaget dia. Saya yang ngomong, saya katakan, ini berbahaya sekali," akunya.

Sementara itu, berkaitan dengan pendidikan lima hari atau full day school, tokoh kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat itu menyatakan, hal tersebut hanya masalah komunikasi dan akan segera diatasi pemerintah dengan mengganti keputusan menteri dengan keputusan presiden (Keppres).(fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Sebagian Mengkhawatirkan
32 Mobdin DPRD Dikembalikan
Kamis, 21 September 2017 - 13:53 wib

9 Desember Pilkades Serentak
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB ROKAN HILIR
Simaan Quran Harus Dipertahankan
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB PELALAWAN
13 Sekolah Segera Direhab
Kamis, 21 September 2017 - 13:40 wib
SIAK
Bupati Ajak Masyarakat Bertani Bahan Pokok
Kamis, 21 September 2017 - 13:27 wib
Bila Sebut Blangko KTP-el Kosong
Ancam Pecat Kadis Dukcapil Daerah
Kamis, 21 September 2017 - 13:02 wib
KAB KUANSING
Dua Desa di Hulu Kuantan Rawan Banjir
Kamis, 21 September 2017 - 12:58 wib
KAB ROKAN HILIR
Wacana Bupati Direspon Disdukcapil
Kamis, 21 September 2017 - 12:46 wib
KAB KUANSING
Mursini Apresiasi Pegadaian
Kamis, 21 September 2017 - 12:34 wib
TEMBILAHAN
Perkelapaan Pengaruhi Ekonomi Masyarakat
Kamis, 21 September 2017 - 12:26 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Masinton Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Pansus Hak Angket, Ini Kata PDI P
Pansus Angket Ingin Temui Jokowi, PAN Tak Setuju

Rabu, 20 September 2017 - 17:00 WIB

Kader Demokrat Banyak Mumpuni

Rabu, 20 September 2017 - 13:42 WIB

Sandy Alivia Menangis Terima Sepatu Baru dari Lukman Edy
Muhammad Amin Pimpin Hanura Kampar

Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us