Wonderful Indonesia
BICARAKAN SEJUMLAH ISU
Datang ke Istana, Kalimat Buya Syafii Ini Bikin Kaget Jokowi
Senin, 17 Juli 2017 - 16:32 WIB > Dibaca 1086 kali Print | Komentar
Datang ke Istana, Kalimat Buya Syafii Ini Bikin Kaget Jokowi
Syafii Maarif. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Senin (17/7/2017), Ahmad Syafii Maarif secara khusus meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Buya Syafii, sapannya, mengaku membicarakan sejumlah isu dengan Jokowi.

Pembicaraan itu, antara lain, terkait masalah ketimpangan ekonomi yang menurutnya bisa menjadi ancaman.

"Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat. Pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita," katanya saat ditemui wartawan usai bertemu Jokowi di kompleks Istana Negara.

Saat ini, sambungnya, pemerintah telah mencabut banyak izin tanah yang dikuasai konglomerat. Ke depan, katanya, harus ada gerakan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM).

Termasuk melibatkan para pengusaha kelas kakap.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu, enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul," tuturnya.

Karena itu, para pengusaha-pegusaha besar juga harus turun tangan untuk ikut memberdayakan perekonomian masyarakat.

"Saya punya ide begini, di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua," sebutnya.

Di samping itu, mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut juga menyampaikan masalah gerakan-gerakan yang bisa menjadi ancaman bagi NKRI. Hal itu, kata dia, telah terjadi dan merusak sejumlah negara seperti di Marawi, Filipina Selatan.

"Yang saya katakan, presiden agak kaget tadi, adalah rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya. Kaget dia. Saya yang ngomong, saya katakan, ini berbahaya sekali," akunya.

Sementara itu, berkaitan dengan pendidikan lima hari atau full day school, tokoh kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat itu menyatakan, hal tersebut hanya masalah komunikasi dan akan segera diatasi pemerintah dengan mengganti keputusan menteri dengan keputusan presiden (Keppres).(fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Ada 5 Artis Teman Roro Fitria Nikmati Sabu, Siapa?
Senin, 26 Februari 2018 - 01:58 wib
MENGENANG KISAH ASMARA
Sihar Sitorus dan Istri: Ibarat si Ucok Nembak Cinta si Butet
Senin, 26 Februari 2018 - 01:36 wib
SEBUT TAK PENUHI SYARAT
KPU Sumut Bersikukuh Pasangan JR Saragih-Ance Tak Layak Maju
Senin, 26 Februari 2018 - 01:14 wib
PENGUNGKAPAN KASUS NOVEL BASWEDAN
Lebih 900 Telepon, 500 SMS Tapi Hasil Masih Minim
Senin, 26 Februari 2018 - 00:08 wib
DITEMANI ANAK DAN MENANTU
Jokowi Tonton Film "Dilan 1990" Rindu Berat pada Istri
Senin, 26 Februari 2018 - 00:02 wib
HARI INI DI PN JAKARTA UTARA
Ahok Peninjauan Kembali, Ribuan Orang Kawal Sidang
Senin, 25 Februari 2018 - 22:20 wib
HADAPI PEMILU PARLEMEN 2018
Polisi Malaysia Dilarang Bepergian ke Luar Negeri
Senin, 25 Februari 2018 - 22:15 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Juni, Cak Imin Putuskan Maju Cawapres

Minggu, 25 Februari 2018 - 13:48 WIB

Panwas Diminta Panggil Satpol PP secara Resmi

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:02 WIB

Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Kembali Diusung PDI Perjuangan Jadi Capres, Jokowi Bilang Begini
Pendukung Dua Tokoh di Pelalawan Ini Siap Menangkan Syamsuar
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us