Wonderful Indonesia
BICARAKAN SEJUMLAH ISU
Datang ke Istana, Kalimat Buya Syafii Ini Bikin Kaget Jokowi
Senin, 17 Juli 2017 - 16:32 WIB > Dibaca 619 kali Print | Komentar
Datang ke Istana, Kalimat Buya Syafii Ini Bikin Kaget Jokowi
Syafii Maarif. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Senin (17/7/2017), Ahmad Syafii Maarif secara khusus meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Buya Syafii, sapannya, mengaku membicarakan sejumlah isu dengan Jokowi.

Pembicaraan itu, antara lain, terkait masalah ketimpangan ekonomi yang menurutnya bisa menjadi ancaman.

"Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat. Pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita," katanya saat ditemui wartawan usai bertemu Jokowi di kompleks Istana Negara.

Saat ini, sambungnya, pemerintah telah mencabut banyak izin tanah yang dikuasai konglomerat. Ke depan, katanya, harus ada gerakan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM).

Termasuk melibatkan para pengusaha kelas kakap.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu, enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul," tuturnya.

Karena itu, para pengusaha-pegusaha besar juga harus turun tangan untuk ikut memberdayakan perekonomian masyarakat.

"Saya punya ide begini, di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua," sebutnya.

Di samping itu, mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut juga menyampaikan masalah gerakan-gerakan yang bisa menjadi ancaman bagi NKRI. Hal itu, kata dia, telah terjadi dan merusak sejumlah negara seperti di Marawi, Filipina Selatan.

"Yang saya katakan, presiden agak kaget tadi, adalah rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya. Kaget dia. Saya yang ngomong, saya katakan, ini berbahaya sekali," akunya.

Sementara itu, berkaitan dengan pendidikan lima hari atau full day school, tokoh kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat itu menyatakan, hal tersebut hanya masalah komunikasi dan akan segera diatasi pemerintah dengan mengganti keputusan menteri dengan keputusan presiden (Keppres).(fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BERDASARKAN PENGAKUAN YULIANIS
Komisioner KPK Diduga Terima Uang Rp1 M oleh Nazaruddin, Begini Kronologinya
Senin, 24 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT ESKALASI ISRAEL
Bahas Insiden di Al Aqsa, OKI Segera Bersidang
Senin, 24 Juli 2017 - 20:45 wib
DINILAI TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL
KSPI Kritik Kebijakan Sri Mulyani soal Penurunan PTKP
Senin, 24 Juli 2017 - 20:27 wib
DUGAAN PELANGGARAN PANGAN
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?
Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 wib
DATANG KE PANSUS ANGKET KPK
Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Senin, 24 Juli 2017 - 20:15 wib
KEMBALI DIBURU PENGGEMAR
Chester Meninggal, Penjualan Album Linkin Park Melonjak
Senin, 24 Juli 2017 - 20:04 wib
UNDANG SEMUA FRAKSI KOALISI
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?
Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 wib
SELAIN DIDUGA SEBAGAI BANDAR NARKOBA
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Senin, 24 Juli 2017 - 19:55 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Senin, 24 Juli 2017 - 19:48 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Senin, 24 Juli 2017 - 19:42 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?

Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 WIB

Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Siap Terima PAN, Ini Kata Gerindra

Senin, 24 Juli 2017 - 19:12 WIB

Yulianis Merasa Jadi Tumbal dalam Kasus Nazaruddin
Pengamat: Amien Rais Dukung Prabowo karena Langkah Jokowi
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us