Wonderful Indonesia
RDP DENGAN KOMISI III DPR
Rencana Pensiun Dini, Tito: Saya Tak Tertarik dengan Politik
Senin, 17 Juli 2017 - 16:40 WIB > Dibaca 776 kali Print | Komentar
Rencana Pensiun Dini, Tito: Saya Tak Tertarik dengan Politik
Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keinginan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk pensiun dini dari kepolisian, dicecar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bahkan, mereka heran bahwa seorang Kapolri bisa membuat pernyataan seperti itu.

“Beredar bahwa Muhammad Tito Karnavian berencana pensiun dini. Ini membuat kami juga sangat terkaget-kaget,” ujar anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Adies Kadir saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kapolri Tito, Senin (17/7/2017).

Dia ingin orang nomor satu di korps berbaju cokelat itu menjelaskan, apakah informasi yang diketahuinya dari media massa ini hoaks atau bukan.

“Kami mohon penjelasannya terkait dengan isu ini, apakah benaran atau hoax isu ini,” katanya.

Tito kemudian meluruskan informasi itu. Menurutnya, mungkin ada salah tangkap maksud dari pernyataannya tersebut.

“Sedikit saya ceritakan, mungkin salah tangkap,” tuturnya.

Diterangkannya, menjelang hari Bhayangkara beberapa media massa mengajukan untuk wawancara kepadanya. Tito mengaku hanya menerima dua media saja, yakni, Kompas TV dan Tv One.

Dia pun mengaku hanya ingin diwawancara langsung oleh pemimpin redaksinya.

“Karena kalau doorstop, cara tangkapnya beda tidak sama sehingga wawancara ada dua, satu Budiman Tanuredjo (Kompas), dan Karni Ilyas (Tv One) di hari berikutnya,” sebutnya.

Tito menerangkan, Budiman saat itu mengajukan berbagai macam pertanyaan. Mulai dari isu arus mudik, hingga persoalan internal Polri. Pada pertanyaan terakhir, lanjut Tito, Budiman menanyakan ihwal pengangkatannya sebagai Kapolri yang saat itu usianya tergolong masih muda.

“Apakah Pak Tito masih jadi Kapolri terus sampai 2022? Saya ingin menjelaskan isu yang menjadi trigger dari pertanyaan itu,” ungkapnya.

Tito saat itu mengaku mengaku langsung menjawab secara jujur bahwa hati kecilnya tidak ingin menjadi Kapolri sampai 2022, dengan alasan tidak sehat untuk organisasi. Dia menerangkan, organisasi membutuhkan penyegaran-penyegaran maupun pimpinan baru.

“Saya terlalu lama, kreativitas saya bisa menurun. Saya memberi kesempatan yang lain untuk jadi Kapolri. Saya sampaikan menjadi kapolri pekerjaan terstres karena ini Polri terbesar di dunia setelah Tiongkok,” paparnya.

Di samping itu, dia menegaskan, lama-lama menjabat Kapolri juga tidak bagus untuk kesehatan. Karena itu, dia menyatakan akan pensiun sebelum masuk masanya di 2022.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Sebagian Mengkhawatirkan
32 Mobdin DPRD Dikembalikan
Kamis, 21 September 2017 - 13:53 wib

9 Desember Pilkades Serentak
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB ROKAN HILIR
Simaan Quran Harus Dipertahankan
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB PELALAWAN
13 Sekolah Segera Direhab
Kamis, 21 September 2017 - 13:40 wib
SIAK
Bupati Ajak Masyarakat Bertani Bahan Pokok
Kamis, 21 September 2017 - 13:27 wib
Bila Sebut Blangko KTP-el Kosong
Ancam Pecat Kadis Dukcapil Daerah
Kamis, 21 September 2017 - 13:02 wib
KAB KUANSING
Dua Desa di Hulu Kuantan Rawan Banjir
Kamis, 21 September 2017 - 12:58 wib
KAB ROKAN HILIR
Wacana Bupati Direspon Disdukcapil
Kamis, 21 September 2017 - 12:46 wib
KAB KUANSING
Mursini Apresiasi Pegadaian
Kamis, 21 September 2017 - 12:34 wib
TEMBILAHAN
Perkelapaan Pengaruhi Ekonomi Masyarakat
Kamis, 21 September 2017 - 12:26 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ancam Pecat Kadis Dukcapil Daerah

Kamis, 21 September 2017 - 13:02 WIB

Karet-Sawit Dibarter Sukhoi SU-35

Kamis, 21 September 2017 - 12:09 WIB

Presiden Enggan Bertemu Pansus

Kamis, 21 September 2017 - 11:19 WIB

Demi Indonesia, PBNU Sarankan Pemerintah Rekonsiliasi dengan PKI
Pengamat: Citra Jokowi Dipertaruhkan Terkait Pemutaran Film G30S/PKI
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us