Wonderful Indonesia
RDP DENGAN KOMISI III DPR
Rencana Pensiun Dini, Tito: Saya Tak Tertarik dengan Politik
Senin, 17 Juli 2017 - 16:40 WIB > Dibaca 1087 kali Print | Komentar
Rencana Pensiun Dini, Tito: Saya Tak Tertarik dengan Politik
Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keinginan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk pensiun dini dari kepolisian, dicecar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bahkan, mereka heran bahwa seorang Kapolri bisa membuat pernyataan seperti itu.

“Beredar bahwa Muhammad Tito Karnavian berencana pensiun dini. Ini membuat kami juga sangat terkaget-kaget,” ujar anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Adies Kadir saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kapolri Tito, Senin (17/7/2017).

Dia ingin orang nomor satu di korps berbaju cokelat itu menjelaskan, apakah informasi yang diketahuinya dari media massa ini hoaks atau bukan.

“Kami mohon penjelasannya terkait dengan isu ini, apakah benaran atau hoax isu ini,” katanya.

Tito kemudian meluruskan informasi itu. Menurutnya, mungkin ada salah tangkap maksud dari pernyataannya tersebut.

“Sedikit saya ceritakan, mungkin salah tangkap,” tuturnya.

Diterangkannya, menjelang hari Bhayangkara beberapa media massa mengajukan untuk wawancara kepadanya. Tito mengaku hanya menerima dua media saja, yakni, Kompas TV dan Tv One.

Dia pun mengaku hanya ingin diwawancara langsung oleh pemimpin redaksinya.

“Karena kalau doorstop, cara tangkapnya beda tidak sama sehingga wawancara ada dua, satu Budiman Tanuredjo (Kompas), dan Karni Ilyas (Tv One) di hari berikutnya,” sebutnya.

Tito menerangkan, Budiman saat itu mengajukan berbagai macam pertanyaan. Mulai dari isu arus mudik, hingga persoalan internal Polri. Pada pertanyaan terakhir, lanjut Tito, Budiman menanyakan ihwal pengangkatannya sebagai Kapolri yang saat itu usianya tergolong masih muda.

“Apakah Pak Tito masih jadi Kapolri terus sampai 2022? Saya ingin menjelaskan isu yang menjadi trigger dari pertanyaan itu,” ungkapnya.

Tito saat itu mengaku mengaku langsung menjawab secara jujur bahwa hati kecilnya tidak ingin menjadi Kapolri sampai 2022, dengan alasan tidak sehat untuk organisasi. Dia menerangkan, organisasi membutuhkan penyegaran-penyegaran maupun pimpinan baru.

“Saya terlalu lama, kreativitas saya bisa menurun. Saya memberi kesempatan yang lain untuk jadi Kapolri. Saya sampaikan menjadi kapolri pekerjaan terstres karena ini Polri terbesar di dunia setelah Tiongkok,” paparnya.

Di samping itu, dia menegaskan, lama-lama menjabat Kapolri juga tidak bagus untuk kesehatan. Karena itu, dia menyatakan akan pensiun sebelum masuk masanya di 2022.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Ada 5 Artis Teman Roro Fitria Nikmati Sabu, Siapa?
Senin, 26 Februari 2018 - 01:58 wib
MENGENANG KISAH ASMARA
Sihar Sitorus dan Istri: Ibarat si Ucok Nembak Cinta si Butet
Senin, 26 Februari 2018 - 01:36 wib
SEBUT TAK PENUHI SYARAT
KPU Sumut Bersikukuh Pasangan JR Saragih-Ance Tak Layak Maju
Senin, 26 Februari 2018 - 01:14 wib
PENGUNGKAPAN KASUS NOVEL BASWEDAN
Lebih 900 Telepon, 500 SMS Tapi Hasil Masih Minim
Senin, 26 Februari 2018 - 00:08 wib
DITEMANI ANAK DAN MENANTU
Jokowi Tonton Film "Dilan 1990" Rindu Berat pada Istri
Senin, 26 Februari 2018 - 00:02 wib
HARI INI DI PN JAKARTA UTARA
Ahok Peninjauan Kembali, Ribuan Orang Kawal Sidang
Senin, 25 Februari 2018 - 22:20 wib
HADAPI PEMILU PARLEMEN 2018
Polisi Malaysia Dilarang Bepergian ke Luar Negeri
Senin, 25 Februari 2018 - 22:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Jokowi Tonton Film "Dilan 1990" Rindu Berat pada Istri

Senin, 26 Februari 2018 - 00:02 WIB

Main Mata, Dua Penyelenggara Pemilu di Garut Ditangkap

Minggu, 25 Februari 2018 - 21:31 WIB

Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur

Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:07 WIB

Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:47 WIB

Anies Baswedan Diadukan, Polisi Masih Mempelajari

Jumat, 23 Februari 2018 - 21:11 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us