Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
MESKI PERPPU SUDAH DITERBITKAN
Pembubaran Orgainisasi Anti-Pancasila Dibubarkan Tunggu Kesepakatan DPR
Senin, 17 Juli 2017 - 16:49 WIB > Dibaca 268 kali Print | Komentar
Pembubaran Orgainisasi Anti-Pancasila Dibubarkan Tunggu Kesepakatan DPR
Menko Polhukam Wiranto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Nasib organisasi yang berseberangan dengan Pancasila belum diketahui kelanjutannya usai diterbitkannya Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas oleh pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah pun belum terlihat bertindak tegas. Menurut Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, pemerintah sampai saat ini belum bergerak mencabut izin ‎atau membubarkan ormas tersebut.

Itu karena masih menunggu persetujuan dari DPR.

"Iya tunggu dulu dari DPR, tunggu ada kesepakatan dulu," katanya dalam konfrensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Pemerintah sebelumnya telah mencabut izin Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap akan berupaya mengubah dasar negara dari Pancasila ke Khilafaf. Keputusan pembubaran itu lantas ditentang oleh HTI dan mereka menempuh jalur hukum.

Meski begitu, mantan Panglima ABRI ini berharap DPR bisa menyetujui adanya Perppu tersebut. Pasalnya, semua pihak tentu tidak ingin ideologi bangsa Indonesia dirusak dengan paham-paham lain yang dianut oleh ormas anti-Pancasila.

"Apa mau ideologi negara ini digerogoti, atau mau ideologi dirobohkan, kemudian dibiarkan Indonesia seperti Irak, atau seperti Syria," tuturnya.

Karena itu, kata Wiranto lagi, tindakan yang dilakukan pemerintah dengan mengeluarkan Perppu sudah sangat tepat. Ideologi yang telah diciptakan para pendiri bangsa harus tetap dijaga.

"Jadi, kalau ini hanya demi tujuan politik, lebih baik pemerintah tidak berbuat macam-macam," tuntasnya. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BERDASARKAN PENGAKUAN YULIANIS
Komisioner KPK Diduga Terima Uang Rp1 M oleh Nazaruddin, Begini Kronologinya
Senin, 24 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT ESKALASI ISRAEL
Bahas Insiden di Al Aqsa, OKI Segera Bersidang
Senin, 24 Juli 2017 - 20:45 wib
DINILAI TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL
KSPI Kritik Kebijakan Sri Mulyani soal Penurunan PTKP
Senin, 24 Juli 2017 - 20:27 wib
DUGAAN PELANGGARAN PANGAN
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?
Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 wib
DATANG KE PANSUS ANGKET KPK
Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Senin, 24 Juli 2017 - 20:15 wib
KEMBALI DIBURU PENGGEMAR
Chester Meninggal, Penjualan Album Linkin Park Melonjak
Senin, 24 Juli 2017 - 20:04 wib
UNDANG SEMUA FRAKSI KOALISI
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?
Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 wib
SELAIN DIDUGA SEBAGAI BANDAR NARKOBA
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Senin, 24 Juli 2017 - 19:55 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Senin, 24 Juli 2017 - 19:48 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Senin, 24 Juli 2017 - 19:42 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?

Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 WIB

Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Kasus Beras Oplosan, Hanya Satu Saksi Penuhi Panggilan Bareskrim
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us