Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BARESKRIM BOLEH LANJUTKAN PENYIDIKAN
Permohonan Praperadilan Hary Tanoesoedibjo Ditolak Pengadilan
Senin, 17 Juli 2017 - 19:16 WIB > Dibaca 281 kali Print | Komentar
Permohonan Praperadilan Hary Tanoesoedibjo Ditolak Pengadilan
Hary Tanoesoedibjo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Permohonan praperadilan yang diajukan Hary Tanoesoedibjo terkait kasus SMS bernada ancaman terhadap jaksa Yulianto akhirnya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Hakim Tunggal Cepi Iskandar, berdasarkan keputusannya, proses penyidikan terhadap Hary Tanoe boleh dilanjutkan oleh Bareskrim Polri.

"Mengadili, dalam pokok perkara menolak permohonan praperadilan dari pemohon," ujarnya saat membacakan keputusannya di PN Jakarta Selatan, Senin (17/6/2017).

Tak hanya itu, dia pun menganulir eksepsi pemohon yang menganggap bahwa barang bukti penyidik tidak sah. Menurutnya, bukti penyidik adalah sah dan penetapan status tersangka masuk pada pokok perkara.

Dia menyatakan, semua bukti-bukti yang dihimpun penyidik sudah berdasarkan prosedur yang diatur dalam ketentuan KUHAP dan Peraturan Kapolri.

"Termohon berdasarkan bukti-bukti tersebut dalam tugas penyelidikan dan penyidikan telah memenuhi tata prosedur," ucapnya.

Di sisi lain, penasihat hukum Hary, Munasir Mustaman, mengaku pihaknya kecewa dengan putusan hakim. Dasar kekecewaan adalah tidak adanya pemberitahuan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap kliennya.

Ditambahkannya, hakim tidak mempertimbangkan pendapat ahli bahasa yang menyebut bahwa SMS yang dikirimkan kliennya tidak bermuatan ancaman.

"Ahli yang menyatakan bahwa SMS tersebut bukan ancaman juga dikesampingkan oleh hakim," ujarnya.

Terkait keputusan hakim tersebut, dia mengaku akan berkoodinasi dengan Ketum Partai Perindo itu. Sementara ini, pihaknya akan menunggu salinan keputusan. (mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BERDASARKAN PENGAKUAN YULIANIS
Komisioner KPK Diduga Terima Uang Rp1 M oleh Nazaruddin, Begini Kronologinya
Senin, 24 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT ESKALASI ISRAEL
Bahas Insiden di Al Aqsa, OKI Segera Bersidang
Senin, 24 Juli 2017 - 20:45 wib
DINILAI TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL
KSPI Kritik Kebijakan Sri Mulyani soal Penurunan PTKP
Senin, 24 Juli 2017 - 20:27 wib
DUGAAN PELANGGARAN PANGAN
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?
Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 wib
DATANG KE PANSUS ANGKET KPK
Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Senin, 24 Juli 2017 - 20:15 wib
KEMBALI DIBURU PENGGEMAR
Chester Meninggal, Penjualan Album Linkin Park Melonjak
Senin, 24 Juli 2017 - 20:04 wib
UNDANG SEMUA FRAKSI KOALISI
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?
Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 wib
SELAIN DIDUGA SEBAGAI BANDAR NARKOBA
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Senin, 24 Juli 2017 - 19:55 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Senin, 24 Juli 2017 - 19:48 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Senin, 24 Juli 2017 - 19:42 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?

Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 WIB

Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Kasus Beras Oplosan, Hanya Satu Saksi Penuhi Panggilan Bareskrim
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us