Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Sebelum Lebaran, Penetapan Tersangka Setya Novanto Telah Disetujui
Senin, 17 Juli 2017 - 20:19 WIB > Dibaca 436 kali Print | Komentar
Sebelum Lebaran, Penetapan Tersangka Setya Novanto Telah Disetujui
Ketua DPR Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terjawab sudah akhirnya lika-liku mengenai nasib Ketua DPR Setyo Novanto dalam sengkarut kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Pasalnya, setelah sekian kali lolos dari jeratan hukum, dia akhirnya resmi ditetapkan tersangka oleh KPK.

’’Setelah mencermati fakta persidangan kedua terdakwa Irman dan Sugiharto dalam kasus e-KTP, KPK menemukan bukti permulaaan yang cukup seorang lagi sebagai tersangka. KPK Menetapkan saudara SN (Setya Novanto),’’ ujar Ketua KPK Agus Raharjo, dalam konferensi pers di kantornya Senin (17/7/2017) petang.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, kesepakatan untuk menaikkan status hukum petinggi Partai Golkar itu dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin.

’’Untuk ekspose (gelar perkara) terakhir Rabu (21/6/2017) pagi. Penyidik paparkan materi ke pimpinan dan pimpinan akhirnya setuju menaikkan status hukum yang bersangkutan menjadi tersangka,‘’ kata sumber internal KPK kepada JawaPos.com, Kamis (6/7/2017).

Selain dihadiri penyidik dan pimpinan, tampak hadir sejumlah pejabat teras KPK di Deputi Penindakan. Mereka saling beradu argumentasi perihal pendapatnya, terkait penetapan Setnov sebagai tersangka, sebelum akhirnya keputusan bulat diambil.

Setelah kesepakatan tercapai, akhirnya dibuatlah surat Laporan Kejadian Tindak Pidana Korupsi (LKTPK), sebelum Sprindik dikeluarkan. Surat perintah penyidikan (Sprindik) sendiri baru ditanda tangani usai lebaran, karena menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan politikus partai berlambang beringin tersebut sebagai tersangka.

Sebelumnya, terkait sengkarut perkara itu, dalam surat dakwaan JPU KPK, Setya Novanto bersama-sama mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum, disebut-sebut merupakan pihak yang mengatur proses persetujuan anggaran proyek e-KTP di DPR. Atas lobi-lobi yang dilakukan keduanya, jaksa menengarai Setnov dan Andi Narogong mendapat jatah 11 persen (Rp574,2 miliar).

Hal yang sama juga didapat Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin, yakni sebesar 11 persen (Rp574,2 miliar). Atas tudingan yang dialamatkan terhadapnya, Setnov beberapa kali telah membantah terlibat dalam perkara tersebut.(wnd)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BERDASARKAN PENGAKUAN YULIANIS
Komisioner KPK Diduga Terima Uang Rp1 M oleh Nazaruddin, Begini Kronologinya
Senin, 24 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT ESKALASI ISRAEL
Bahas Insiden di Al Aqsa, OKI Segera Bersidang
Senin, 24 Juli 2017 - 20:45 wib
DINILAI TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL
KSPI Kritik Kebijakan Sri Mulyani soal Penurunan PTKP
Senin, 24 Juli 2017 - 20:27 wib
DUGAAN PELANGGARAN PANGAN
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?
Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 wib
DATANG KE PANSUS ANGKET KPK
Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Senin, 24 Juli 2017 - 20:15 wib
KEMBALI DIBURU PENGGEMAR
Chester Meninggal, Penjualan Album Linkin Park Melonjak
Senin, 24 Juli 2017 - 20:04 wib
UNDANG SEMUA FRAKSI KOALISI
PAN Tidak Diajak Bertemu Jokowi di Istana?
Senin, 24 Juli 2017 - 19:59 wib
SELAIN DIDUGA SEBAGAI BANDAR NARKOBA
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Senin, 24 Juli 2017 - 19:55 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Dana Pramuka Tertahan karena HTI, Kemenpora Tunggu Klarifikasi Adhyaksa
Senin, 24 Juli 2017 - 19:48 wib
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Senin, 24 Juli 2017 - 19:42 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus PT IBU, Polisi Belum Tetapkan Tersangka?

Senin, 24 Juli 2017 - 20:20 WIB

Yulianis Heran KPK Istimewakan Nazarduddin, padahal...
Pretty Asmara Diduga Jadi Muncikari, Ini Kata Polisi
Meski Beri Tahu Polisi, Acara HTI Akan Tetap Dibubarkan
Kasus Beras Oplosan, Hanya Satu Saksi Penuhi Panggilan Bareskrim
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us