Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
POLRI SIAPKAN KONSEP
Detasemen Khusus Antikorupsi Dipastikan Tak Saingi KPK
Selasa, 18 Juli 2017 - 00:00 WIB > Dibaca 940 kali Print | Komentar
Detasemen Khusus Antikorupsi Dipastikan Tak Saingi KPK
Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Datasemen Khusus Antikorupsi akan dibentuk Polri. Adapun konsepnya saat ini tengah diatur seperti apa nantinya.

"Saya lagi membuat rapat-rapat, bentuknya seperti apa, SOP nya seperti apa, biaya berapa, tingkat Mabes berapa, Polda berapa," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Meski begitu, ditegaskannya bahwa Datasemen Khsus Antikorupsi itu tidak akan menyaingi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khususnya dalam membongkar kasus korupsi besar.

"Intinya kami bukan menyaingi KPK, tidak. KPK kan jumlahnya terbatas, 1000 paling ya, penyidiknya juga 150 mungkin, penyelidiknya juga mungkin segitu. Jadi, yang bisa ditangkap kasus-kasus besar," tuturnya.

Dia menambahkan, nantinya Polri akan berkolaborasi dengan KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi. Dia yakin tidak akan ada tumpang tindih. Baik Polri dan KPK, masing-masing memiliki keunggulan. Polri unggul dalam jaringan dan jumlah personelnya.

Dia mengibaratkan, lembaganya sepeti mesin raksasa dengan jumlah personelnya 423 ribu orang, memiliki 33 Polda, dan hampir 500 Polres. Kemampuan pun Polri memiliki  tim surveilance yang terdidik dan terlatih banyak.

Tentu, mereka banyak memahami teknis-teknis penyidikan dan penanganan tipikor.

"Jadi, kenapa kita tak berkolaborasi? Bukan berarti kami ingin menyindir KPK, tidak. KPK bisa katakanlah jadi koordinasi pengawas dalam kasus-kasus tertentu," terangnya.

Di sisi lain, KPK sendiri memiliki kelebihan sulit diintervensi karena bukan bagian dari eksekutif atau pemerintah. Karena itu, perlu kolaborasi supaya kasus-kasus korupsi dituntaskan secara masif. Nantinya bisa dibentuk satuan tugas antara KPK dan Polri untuk menangani perkara. KPK bisa meminta ribuan penyidik misalnya, untuk bergerak selama tiga bulan, dengan biayanya dari KPK atau biaya bersama.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Sebagian Mengkhawatirkan
32 Mobdin DPRD Dikembalikan
Kamis, 21 September 2017 - 13:53 wib

9 Desember Pilkades Serentak
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB ROKAN HILIR
Simaan Quran Harus Dipertahankan
Kamis, 21 September 2017 - 13:52 wib
KAB PELALAWAN
13 Sekolah Segera Direhab
Kamis, 21 September 2017 - 13:40 wib
SIAK
Bupati Ajak Masyarakat Bertani Bahan Pokok
Kamis, 21 September 2017 - 13:27 wib
Bila Sebut Blangko KTP-el Kosong
Ancam Pecat Kadis Dukcapil Daerah
Kamis, 21 September 2017 - 13:02 wib
KAB KUANSING
Dua Desa di Hulu Kuantan Rawan Banjir
Kamis, 21 September 2017 - 12:58 wib
KAB ROKAN HILIR
Wacana Bupati Direspon Disdukcapil
Kamis, 21 September 2017 - 12:46 wib
KAB KUANSING
Mursini Apresiasi Pegadaian
Kamis, 21 September 2017 - 12:34 wib
TEMBILAHAN
Perkelapaan Pengaruhi Ekonomi Masyarakat
Kamis, 21 September 2017 - 12:26 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bos Besar Produsen CC Ditangkap

Kamis, 21 September 2017 - 10:44 WIB

Garis Polisi Proyek Ruang Pengawas Dilepas

Kamis, 21 September 2017 - 10:10 WIB

JPU Sebut Uang Diberi ke ZH

Kamis, 21 September 2017 - 09:41 WIB

Polisi Amankan Bandara Terkait Kabar Kepulangan Habib Rizieq
Tak Hadiri Panggilan Pansus Hak Angket, Ini Alasan KPK

Rabu, 20 September 2017 - 20:30 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us