Semangat Lokalitas dalam Senirupa

10 November 2013 - 08.54 WIB > Dibaca 2213 kali | Komentar
 
Kekayaan lokal seperti tradisi yang hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat di setiap daerah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi karya seni yang unggul. Kekayaan itu, tak pernah habis untuk digali dan dibangkitkan melalui berbagai percabangan seni, salah satunya senirupa.

Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru

FAKULTAS Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pameran senirupa di Taman Budaya Riau beberapa waktu lalu, meninggalkan kesan mendalam. Pameran yang menyajikan 60 karya senirupa itu adalah hasil koleksi karya dari masing-masing program studi yang ada di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Dan program studi tersebut antara lain seni rupa murni, desain komunikasi visual, desain interior dan kriya seni. Momen ini menjadi arti penting karena setidaknya dapat membuka cakrawala baru yang lebih luas dan berkontribusi positif terhadap penciptaan karya seni di lingkungan senirupa Riau.

Ketua Jurusan Kriya Seni, Arif Suharson SSn MSn mengatakan, pameran itu juga menampilkan karya-karya kriya kreatif dengan muatan tradisi, semangat masa kini, maupun menghadirkan karya-karya modern atau kontemporer dengan konsep, teknik dan kreatifitas media yang berbeda. Seperti kriya kayu, kriya keramik, kriya batik, logam dan kulit, ucap Arif.

Pameran senirupa yang berikhtiar bebagai potensi estetik yang timbul dari penciptaan seni dengan seniman, pencinta seni, maupun generasi pelajar Riau, di mana diakui Arif Suharsono potensi seni di Riau cukup beragam, baik seni pertunjukan seperti teater, tari, musik dan nyanian, sastra maupun seni rupa.

Semoga dengan diadakannya pameran seni rupa Hikayat Rupa akan mampu memompa darah-darah segara kreativitas seni di Riau, ujarnya.

Pameran yang digelar di Riau ini, disebutkan Arif merupakan pilihan yang sudah dipikirkan jauh hari sebelumnya. Hal itu dikarenakan Riau sendiri memiliki kekayaan tradisi yang ke semua itu bisa dijadikan ide dasar dalam senirupa. Dijelaskannya karya-karya yang dipajang dalam pameran itu juga merupakan karya senirupa yang berangkat dari muatan tradisi dari masing-masing pengkarya.

Nah, ini merupakan tawaran dari ISI Yogyakarta, bahwa kekayaan tradisi, semangat lokalitas ternyata bisa dikemas dalam bentuk karya senirupa, ucapnya.

Tema dari pameran tersebut adalah Hikayat Rupa. Dalam hal ini, dapat pula diapresiasi berbagai karya seni rupa yang dipajangkan di Gedung Olah Seni (GOS) Taman Budaya. Istilah hikayat yang begitu melekat di alam Melayu bermakna sebagai cerita yang banyak digemari banyak orang dan mengandung pesan-pesan moral di dalamnya. Secara umum hikayat yang hendak disampaikan dalam pameran ini ialah cerita narasi yang tersirat dan tersurat dalam sebuah karya senirupa, jelas Arif kemudian.

Tak heran kemudian, dari hasil 60 karya yang menyapa di GOS Taman Budaya tersebut tampak berbagai kisah atau cerita dalam hal ini diartikan sebagai ide, gagasan atau konsep diwujudkan menggunakan bahasa rupa, melalui visualisasi garis, bidang, warna, tekstur, dan sebagainya. Kesemuanya itu dapat pula mengolah intuisi bagi penikmatnya, mengolah pengetahuan estetika, pengetahuan bahan dan media, pengetahuan kriya, serta ilmu-ilmu pengetahuan lainnya seperti sejarah, sastra, sosiologi, filsafat, psikoanalisa dan sebagainya.

Beragam hasil karya yang dipergelarkan juga akan tampak bahwa pengkaryanya memiliki latarbelakang asal daerah yang berbeda-beda. Hal itu barangkali sebagai potensi yang mendorong dialog lintas budaya. Seperti yang diakui Arif, studio senirupa merupakan ruang pendidikan seni sekaligus menjadi wadah di mana terjadinya tempat pertemuan, percampuran antar budaya di Nusantara.

Dalam pameran tersebut juga dijumpai aneka karya seni kriya. Hasil olah seni yang tercipta dengan perpaduan ilmu, desain, teknik dan konseptual ilmiah. Karya-kerya tersebut memiliki ciri lokal genius Indonesia. Kemudian beberapa produk kriya Indonesia telah membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional melalui pameran-pameran produk kriya. Bahkan seni kriya Indonesia seperti batik, keris dan wayang telah pula mendapatkan pengakuan Internasional melalui Unesco menjadi warisan budaya yang membanggakan bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Dengan demikian, kita juga berharap, diadakannya pameran senirupa di Riau ini mampu pula nantinya mengajak minat para pelajar di Riau ini untuk bergabung bersama di ISI Yogyakarta, untuk bersama-sama meramu seni rupa untuk memperkaya khazanah seni rupa di Indonesia, ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Taman Budaya Pulsiamitra menyebutkan Taman Budaya dalam hal ini hanya memfasilitasi beberapa keperluan dari ISI Yogyakarta. Yang jelas kami menyambut baik dan mengapresiasi pameran serupa ini karena paling tidak bisa memberikan tawaran yang berbeda dari hasil karya senirupa yang dipamerkan. Dengan ini, kami berharap dapat memberikan stimulus bagi masyarakat Riau terutama para pelaku seni rupa di Riau ini, ucap Pulsiamitra.

Dari pantauan Riau Pos, pameran yang dilaksanakan tiga hari tersebut dikunjungi masyarakat dari berbagai lapisan, umum, siswa dan mahasiswa. Afnida Leni Amir, seorang guru seni budaya dari SMA Negeri 2 Pekanbaru ketika membawa siswa-siswanya mengapesiasi pameran mengatakan kunjungannya itu dalam rangka mengenalkan kepada peserta didiknya bagaimana seni rupa itu sesungguhnya.  

Di sekolah kitakan hanya bebricara teori, nah dengan adanya pameran seperti ini, sebuah kesempatan berharga bagi kami untuk dapat langsung menunjukkan kepada siswa seperti apa seni rupa tersebut, ucapnya.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib

Minta Jembatani GP Ansor-UAS

Minggu, 23 September 2018 - 15:00 wib

2.000 IKM Tak Terdaftar

Minggu, 23 September 2018 - 14:48 wib

Pemotor Kecelakaan Beruntun

Minggu, 23 September 2018 - 14:34 wib

Polisi Gadungan Ditangkap

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Follow Us