Wonderful Indonesia
Pekanbaru
Mengelola Aset Terbiarkan
Minggu, 13 Agustus 2017 - 17:04 WIB > Dibaca 739 kali Print | Komentar
Mengelola Aset Terbiarkan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aset yang dimiliki Pemko Pekanbaru totalnya mencapai Rp1,6 triliun. Tidak hanya bangunan, tapi juga kendaraan.  Aset tanah senilai Rp846.337.913.000,55 aset kendaraan senilai Rp247.604.364.000 dan gedung atau bangunan sebesar Rp567.599.625.000. Seluruh aset tersebut tersebar di seluruh Kota Pekanbaru.

Kepala Bidang (Kabid) Data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pekanbaru, Dino, menuturkan, jumlah tanah yang dimiliki Pemko fisiknya mencapai 637 persil dengan luas mencapai 9.195.927,30 meter persegi. Sedangkan total aset kendaraan yang dimiliki Pemko mencapai 1.433 kendaraan yang terdiri dari roda 4 dan roda 2.

"Untuk gedung dan bangunan kami belum bisa merincikan dengan detail. Karena saat ini masih dalam pemutakiran data," sebut Dino.  

Pemutakhiran data yang dimaksud  adalah dengan mendata satu per satu aset bangunan. Karena sebelumnya data yang dimiliki banyak kekurangan. Seperti, sebuah gedung yang ditambahkan sebuah toilet. Pada data yang lama kondisi seperti itu dihitung dua bangunan. Padahal tidak. Secara fisik bangunan yang ada hanya satu.

Maka dari itu pihaknya belum bisa memberikan data detail mengenai jumlah bangunan yang dimiliki oleh Pemko. “Datanya masih kami fix-kan. Karena sampai saat ini tim masih bekerja. Karena pencatatan pada sistem excel amburadul. Sekarang kami sudah pakai IT kusus untuk pendataan. Kalau tanah pendataannya sudah fix,”tambahnya.

Ia menjelaskan aset tanah terluas yang dimiliki Pemko terletak di Kecamatan Tenayan Raya. Meski hanya terdapat sebanyak 30 persil di sana tapi luasan tanah yang dimiliki Pemko mencapai 4.911.022 meter persegi. Sedangkan aset tanah kedua terluas dimiliki Pemko terdapat di Kecamatan Tampan. Dengan jumlah total sebanyak 96 persil luasan lahan yang dimiliki mencapai 910.152 meter persegi.

‘’Sedangkan untuk 3 terluas ada di Kecamatan Rumbai. Dengan jumlah sebanyak 119 persil dan luas mencapai 856.462 meter persegi. Total tanah seluruhnya ada 637 persil dengan luas mencapai 9.195.927,30 meter persegi,’’ tutupnya.

Khusus untuk asset yang terbiar, Dino mengatakan, belum ada rencana Pemko untuk melakukan pembangunan di sana dikarenakan belum ada anggaran. Hal yang bisa dilakukan hanya melakukan perbaikan, itu juga dengan anggaran yang sangat terbatas. Meski begitu, asset-aset yang tidak terkelola dengan baik tetap menjadi perhatian.

 ‘’Khusus aset yang belum dimanfaatkan maksimal, memang belum ada rencana pembangunan di sana. Kita hanya melakukan pemeliharaan, itu pun dengan dana terbatas. Apalagi sekarang terjadi pemangkasan anggaran,’’ sambung Dino.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru selaku pengelola kebijakan public, memiliki banyak fasilitas tersebut. Banyak pula yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tentu dalam berbagai bidang pula. Tapi ada juga beberapa asset milik Pemko atau milik pemprov yang dikelola Pemko dan belum termanfaatkan dengan baik dan maksimal. Tentu juga dalam berbagai bidang. Di antaranya Pasar Cik Puan, Pujasera Airifn Ahmad, danau buatan dan kolam renang kalinjuang. Begitu juga dengan Taman Labuai dan Air Bus di Sungai Siak yang murni milik Pemko.

Semua aset ini berada di tengah kota. Tidak jauh dari pusat kota. Artinya banyak masyarakat yang lalu lalang dan bisa memanfaatkan tempat ini. Taman Labuai misalnya. Letaknya persis di samping kawasan Purna MTQ, pusat seni budaya dan laman bermain para seniman. Di kota-kota lain seperti Padang, Medan dan beberapa lainnya, lokasi yang dekat dengan aktifitas berkesenian seperti biasanya dimanfaatkan untuk pusat galeri atau pasar kerajinan tangan atau hasil karya para seniman.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti SH MH, Sabtu (12/8), mengatakan, memang dari sejumlah aset itu tidak terkelola dengan baik. Dan sejumlah aset yang ada di Pekanbaru saat ini adalah aset-aset yang berhubungan dengan Pemprov, dan pusat. Seperti hal nya Pasar Cik Puan, Kolam Renang Kalijuang, Pasar Pujasera Arifin Ahmad. Ketiga aset tersebut di antara aset-aset yang ada di Pekanbaru merupakan aset dengan status kepemilikan milik Pemprov. Pemerintah Kota (Pemko) disebut tidak bisa berbuat banyak terhadap aset ini, karena memang milik Pemprov, termasuk juga Danau Kayangan. Ada niat Pemko untuk mengelolanya, namun tidak serta merta bisa langsung di lakukan, harus melalui persetujuan dari Pemprov yang dibuktikan dengan surat.   

‘’Seperti Pasar Cik Puan, kita sarankan ke Pemko untuk kembali menindaklanjuti proses rencana pembangunannya ke Pemprov. Mengapa hal ini tidak bisa dilanjutkan pembangunan oleh Pemko saat ini karena memang tersangkut masalah status asset. Artinya, mengenai aset ini (Pasar Cik Puan, red) sampai kapanpun, kalau seandainya Pemprov tidak memberikan kejelasan maka tidak akan bisa dibangun oleh Pemko, dan 90 persen aset di Pemko ini adalah aset yang berurusan dengan Pemprov,’’ tegasnya.

Lalu, soal Danau Kayangan, dan juga Bus Air Senapelan mengapa tidak juga bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik ini karena tersangkut dengan masalah rasionalisasi anggaran oleh pusat.  ‘’Untuk menggaji pegawai saja sekarang Pemko mengalami kesulitan,’’ paparnya.

Jadi, terhadap aset-aset yang berhubungan dengan Pemprov, Pemko diminta untuk kembali melakukan komunikasi dan berkoordinasi tindaklanjut dari aset itu, supaya bisa dimanfaatkan dan diefektifkan. ‘’Harus ada upaya untuk dimanfaatkan, karena sayang juga uang negara sudah habis tertanam namun tidak dimanfaatkan,’’ jelas Sekretaris Golkar Pekanbaru ini.

Ida minta, kepada tim yang sudah dibentuk oleh Wali Kota dulu untuk kembali bekerja dan memfollow-up kembali secara serius.  ‘’Tanyakan, apa maunya Pemprov dengan aset itu, dan komunikasikan dengan baik. Jadi semua aset itu harus jelas duduknya,’’ ungkapnya lagi.

Soal bus air, dikatakan Ida, ini merupakan bantuan pusat.  ‘’Hanya dana pemeliharaannya kita tidak punya,’’ tambahnya.

Dishub dalam hal ini yang diberikan kewenangan untuk pengelolaannya ditegaskan untuk kembali memfollowup ke pusat mengenai biaya perawatan dan operasionalnya.

Dan ditegaskan Ida lagi, terhadap aset-aset Pemko, disampaikannya tidak ada yang terbengkalai semua termanfaatkan. ‘’Yang terbengkalai itu justru yang berurusan dengan Pemprov dan pusat,’’ sambungnya. (kun/nda/gus)








    



    

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
LAUNCHING DESA SADAR BPJS KETENAGAKERJAAN
Desa Sialang Indah Jadi Pilot Project
Selasa, 21 November 2017 - 07:22 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Gamawan Fauzi Pernah Ancam Andi Narogong
Selasa, 21 November 2017 - 00:45 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Meski Novanto Sudah Ditahan, KPK Tak Boleh Lengah
Selasa, 21 November 2017 - 00:32 wib
RESMI DITAHAN KPK
Tiga Pimpinan Parpol yang Jadi Pesakitan Sebelum Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 00:20 wib
DATA LHKPN
Punya 23 Unit Tanah dan Bangunan, Ini Jumlah Kekayaan Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 00:15 wib
BURSA TRANSFER
Sebesar Ini Gaji Evan Dimas jika Mau Bermain untuk Selangor
Selasa, 21 November 2017 - 00:10 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ini Komentar Istri Novanto Setelah 8 Jam Diperiksa KPK
Selasa, 20 November 2017 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Selasa, 20 November 2017 - 20:30 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Selasa, 20 November 2017 - 20:20 wib
RESMI DITAHAN KPK
Golkar Tarik Setya Novanto dari Kursi Ketua DPR di Rapat Pleno
Selasa, 20 November 2017 - 20:10 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
100 Tabung Gas 3 Kg Raib

Senin, 20 November 2017 - 10:01 WIB

Bendahara Kabur Tanggung Jawab Kadishub

Senin, 20 November 2017 - 09:52 WIB

Realisasi APBD Rendah, Kepala OPD Bakal Dicopot

Senin, 20 November 2017 - 09:31 WIB

59 Persen Prodi Akreditasi B

Senin, 20 November 2017 - 09:29 WIB

Bus TMP Terancam Ditinggal Penumpang

Senin, 20 November 2017 - 09:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us