Anugerah Sagang 2013

Bukti Sebuah Keseriusan

17 November 2013 - 07.39 WIB > Dibaca 904 kali | Komentar
 
Ibarat syair, sagang adalah untaian kata yang menjadi urat nadi sebuah puisi. Ibarat teater, sagang adalah lakon utama sebuah drama. Ibarat musik, sagang adalah simfoni gubahan maestro yang berkilau. Ibarat tari, sagang adalah masterpiece para koreografer.

Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru


Anugerah Sagang dijadikan simbol dari semangat untuk menjadi penyangga, mendorong dan menggerakkan semangat kreativitas budaya Melayu. Ia hadir sebagai penyokong tapak-tapak kebudayaan, sebagai sanggaan penyelamat dari terpaan ribut dan badai kebudayaan yang mengglobal saat ini. Sebagaimana yang dapat ditangkap dari narasi di atas yang dibacakan dalam prosesi helat puncak Anugerah Sagang 2013 di Ballroom Hotel Pangeran, Senin (11/11) malam.
 
Anugerah Sagang sesungguhnya berbicara tentang makna sebuah kesungguhan. Langkah yang bertolak kepada keyakinan pada sebuah jati diri, kesetiaan pada kebudayaan Melayu. Dalam rentang perjalanan Anugerah Sagang yang sudah ke-18 ini, terbukti bahwa Anugerah Sagang adalah sebuah keseriusan dan kesungguhan terhadap upaya mengawal perjalanan seni budaya dan sastra Melayu ke depan.

Penganugerahan yang diberikan tiap tahun kepada pengkarya yang berbuat atas konsistensi diri, kepada mereka yang ulet, tangan yang senantiasa lasak, karya yang berpeluh, karya nan piawai, kepada sosok yang menunjukkan dedikasinya terhadap kehidupan berkesenian, karya yang dinilai unggul, berkualitas, monumental dan semua pemikiran yang mampu menggerakkan dinamika budaya Melayu.

Hal itulah yang ditegaskan Ketua Dewan Pembina Yayasan Sagang, H Rida K Liamsi bahwa Riau Pos melalui Yayasan Sagang, tetap berkomitmen memberikan apresiasi kepada pekerja seni budaya yang bertungkuslumus dalam menelurkan karya-karya. Dalam pembangunan kemanusiaan itu akan hidup jika kehidupan budayanya tumbuh dan berkembang, pembangunan akal budi manusia inilah yang terus kami tumbuhkembangkan, ungkap Rida yang juga Chairman Riau Pos Group.

Anugerah Sagang juga berkehendak menjadi penarah bongkahan intan dan laman bermain bagi kreativitas seni budaya para seniman budayawan yang senantiasa menggelegak. Sebab itulah, sagang lahir di Riau, sebuah negeri yang menjadi salah satu teras dari tumbuh kembangnya budaya Melayu. Riau juga adalah salah satu daerah yang dalam perjalanan sejarahnya telah menyumbangkan sebongkah emas budaya yang bernama Bahasa Melayu.

Melayu, untuk masa ke depan menantang cabaran hidup di segala zaman. Anugerah Sagang, memang akhirnya menjadi salah satu dari andalan kami dalam mewujudkan semangat itu dan kami anggap mempunyai makna dan visi yang jauh ke muka, ujar Rida lagi.

Karya yang diapresiasi dengan pemberian anugerah, diharapkan akan memberi makna, memberi tempat sendiri dalam cita-cita membangun tradisi dan semangat Melayu baru. Tentu saja dari waktu ke waktu harus terus disempurnakan, diasah dan ditarah agar senantiasa berdelau.

Sagang juga diibaratkan sebuah pelabuhan kecil dalam keramaian lalu-lintas karya seni budaya di Riau. sebagai perangsang urat-urat minda para seniman budayawan agar senantiasa menghidangkan karyanya yang paling ranum. Sagang ingin menjadi suluh yang apinya tetap membara dalam belantara kreativitas seni budaya di tanah Melayu. Menjadi sumbu yang menjulang bagi pekerja seni di negeri ini.

Penghargaan ini, kami upayakan untuk dipertahankan, diberikan setiap tahun dan menjadi tradisi. Sementara para kategori penerima, kami sesuaikan dan kami kembangkan dari proses pengembangan wawasan dan realitas kehidupan budaya yang sebenarnya, yang berada di sekitar wawasan ini, ungkap Rida.

6 Kategori Penerima Anugerah Sagang 2013
Setelah melalui tapisan dan berbagai diskusi para dewan penilai, akhirnya terpilih 6 kategori penerima Anugerah Sagang 2013. Kesemua penerima yang didaulat tersebut tentu saja dinilai telah memberikan sumbangsih  terhadap perkembangan  seni budaya Melayu. Dari segi ketunakan, orisinalitas karya, dan beberapa pertimbangan lainnya sehingga yang berhak mendapat penghargaan tersebut adalah para pekerja seni budaya yang tak diragukan lagi keberadaannya dalam kancah seni dan budaya Melayu.

Untuk kategori Seniman dan Budayawan pilihan Sagang 2013 dinobatkan  Prof Suwardi bin Mohammad Samin. Dia dikenal sebagai guru, pendidik dan sejarawan. Selain itu, ia dinilai telah memberi kontribusi cukup besar melalui buku-buku dan kiprahnya di bidang sejarah dan budaya Melayu. Ketunakan sampai kini terus mengabdi terhadap kebudayaan Melayu.

Disebutkan Suwardi MS semangat mengembangkan budaya Melayu dapat berperan memperkarsakan budaya Melayu untuk menjadi ilmu pengetahuan baru. Karya seni merupakan salah satu hal yang dapat diangkat dalam menggali budaya Melayu. Kita lihat ciri-ciri ilmu pengetahuan, bertolak dari filsafat dan metodologi. Harus diangkat menjadi manusia rasional, objektif, terbuka dan melahirkan sifat kritis. Maka perlu diangkat budaya Melayu menjadi ilmu pengetahuan baru. Karena mencakup unsur kedaulatan, kepemimpinan, ekonomi, sosial, kekerabatan, ungkapnya.

Sebuah novel Ayah Keduaku karya Muhammad Amin menjadi pilihan kategori buku pilihan Sagang 2013. Novel ini adalah sebuah novel sejarah, tepatnya novel semi biografi. Mohd Amin sebagai seorang sastrawan dan jurnalis telah menulis banyak tulisan yang diantaranya memenangkan berbagai penghargaan jurnalistik baik di tingkat lokal maupun nasional. Terima kasih kepada Allah SWT. Terima kasih kepada ibunda saya, istri dan anak-anak saya. Terima kasih kepada Yayasan Sagang dan kepada Saleh Djasit yang menginspirasi penulisan novel ini, ungkap Amin dalam sambutanya.

Untuk pilihan kategori non buku karya alternatif pilihan Sagang 2013 diberikan kepda album Musik Blacan Aromatic Ethnic Project. Grup yang digawangi Zalfandri Zainal alias Matrock ini adalah perkumpulan anak-anak muda jati Riau yang melakukan eksplorasi terhadap wajah-wajah musik Melayu Riau. Adapun proses kreatif Blacan berpijak pada pola rithme musik Melayu. Kemudian dikembangkan menjadi lebih kaya warna dengan menggabungkan beberapa instrumen modern namun demikian akar tunggang musik Melayu tetap menjadi pijakan dasar.

Matrock menegaskan kreativitaslah yang menjadi modal awal dalam bermusik sebagai jati diri anak Melayu di Bumi Melayu Lancang Kuning.  Terima kasih kepada orangtua telah memberikan benih evolusi. Orangtua terus memberikan motivasi, majulah nak, ketika kaki melepuh, Ketika kerikil di depan, jangan pernah berhenti jika masih jauh dipandang. Hari ini hingga hari esok karya tidak akan hilang. Kami hanya menawarkan kekuatan hati. Sagang telah memberikan laman bermain tapi bukan tempat bermain-main, urainya.

Sementara itu, untuk kategori intitusi atau lembaga seni budaya pilihan Sagang 2013, dipercayakan kepada komunitas perupa Sindikat Kartunis Indonesia (SiKARI). Sebuah komunitas yang menjadi laman bermain bagi para kartunis, karikaturis, komikus. Komunitas ini telah berdiri sejak 1998 oleh Dantje S Moeis. Komunitas ini kerap melakukan helat berupa pameran dan pelatihan, meluncurkan majalah komik-kartun bernama SiKari. Takkan kartun hilang di bumi,  ujarnya optimis.

Selanjutnya untuk kategori seniman serantau pilihan Sagang 2013 ditabalkan Abdul Kadir Ibrahim alias Akib, Tanjung Pinang-Kepri. Seorang yang sejak kecil sudah menggeluti dunia seni ini meskipun setelah ia masuk dalam jajaran birokrat di pemerintah Kota Tanjung Pinang, namun kiprahnya di bidang seni budaya tak luntur. Terbukti dari keseriusannya dalam keterlibatan sebagai penggagas event budaya, ia juga masih aktif menulis dan produktif menerbitkannya.

Ia mengatakan sejak kecil selalu didendangkan dengan cerita rakyat. Motivasi itu yang mendorong saya menulis dan menulis. Komitmen itu tidak terlepas dari dukungan Riau Pos yang menjadi wadah saya untuk berkarya, urainya.

Sedangkan untuk kategori anugerah jurnalistik budaya pilihan Sagang 2013 adalah Melihat Tradisi Buka Lubuk Larangan di Kenegerian Padang Sawah Kampar: Kejujuran dari Seutas Tali karya Gema Setara. Tulisan ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi peliputan, teknik penyajian, dan memberi informasi ke masyarakat banyak bahwa ternyata masih ada di Riau yang peduli pada lingkungan dengan kearifan lokal dan tradisi tempatan. Terima kasih kepada Yayasan Sagang, Direksi Riau Pos, istri dan anaknya serta seluruh pihak terkhusus team di Liputan Khusus yang telah mendukung dalam menghadirkan karya ini, ujarnya.

Prosesi yang Terbingkai dengan Kesenian Melayu
Sudah menjadi tradisi pula, pada malam puncak Anugerah Sagang tiap tahunnya akan dikemas dengan beragam bentuk seni pertunjukan. Mulai dari acara hiburan, prosesi dan semua unsur acara ditata dan dikemas dalam bentuk seni pertunjukan.

Ragam seni turut pula menyemarakkan malam Anugerah Sagang 2013 tersebut. Seperti yang terdengar, Musik Melayu yang diaransmen dalam bentuk ghazal menjadi musik penghantar sebagai hiburan tamu undangan yang baru saja tiba. Acara prosesi yang digarap menggunakan media seni tari, musik dan teater juga terkemas dalam bingkai tradisi Melayu. Begitu juga dengan multimedia yang pilihan gambarnya lebih mengedapankan ornamen-ornamen Melayu.

Koordinator musik, Zalfandri Zainal alias Matrock menyebutkan keseluruhan musik yang digarapnya mulai dari hiburan awal, walking musik, prosesi dan pertunjukan seni yang melibatkan musik, digarap berdasarkan pijakan ragam dari musik Melayu. Yang jelas beberapa kekuatan ragam musik Melayu menjadi pijakan saya dalam menggarap keseluruhan elemen musik di acara Anugerah Sagang tahun ini seperti zapin, ghazal, musik randai dan lain-lainnya, ujar Matrock.

Ditambahkannya juga, Riau yang terdiri dari 12 Kabupaten/Kota ini memiliki potensi musik yang luar biasa beragamnya. Tinggal lagi bagaimana kita mengeksplorasi dan mengembangkannya. Menjadi karya yang orisinal, memiliki semangat Melayu baru ujar Matrock yang sudah tiga tahun berturut-turut menggarap musik di acara yang sama. 

Sementara itu, Susi Vivin Astuti selaku koordinator tari juga menyatakan hal serupa. Setiap gerak yang menjadi satu kesatuan gerak tari berpijak pada ragam gerak tari Melayu seperti zapin, lenggang, langgam dan lain-lainnya. Karena saya kira, Anugerah Sagang ini selain memberikan anugerah kepada para seniman budayawan juga hendak mengedepankan khazanah dan kekayaan seni budaya Melayu, oleh karena itu semua unsur seni pertunjukan dibingkai dengan kesenian Melayu, ujar Ketua STSR tersebut.

Selesai acara prosesi, dilanjutkan pembacaan puisi oleh Nana Riski yang membacakan puisi karya Rida K Liamsi. Nana yang sendiri merupakan penyair jemputan dari Jakarta mengatakan seluruh elemen seni pertunjukan terasa benar nuansa Melayu-nya. Tari-tarian, iringan musik, dan sambutan-sambutannya pun Melayu sangat. Saya suka karena banyak taburan pantun di tiap penampil bahkan sambutan, ujar penyair yang memperoleh juara pertama lomba baca puisi  pada hari puisi Indonesia beberapa waktu lalu.

Nana juga menyebutkan Sagang punya cara yang mulia dalam mengangkat marwah kebudayaan Melayu. Sejak kecil ia terpesona dengan Riau karena ia  mengagumi karya-karya sastrawan Riau seperti Sutardji Calzoum Bachri dan Raja Ali Haji. Sungguh beruntung saya bisa terlibat dalam anugerah bergengsi milik orang Melayu, malam ini. Jarang ada daerah yang punya tradisi penganugerahan terhadap karya-karya sastrawan/budayawan seperti di Riau.

Pada kesempatan itu juga seniman dan budayawan Taufik Ikram Jamil juga membacakan puisinya yang berjudul Karena Riau. Dan dilanjutkan pembacaan puisi oleh Oktavio Bintana (putra Rida K Liamsi) dan ditutup dengan sebuah tarian Melayu karya Ririn Raningsih beserta mahasiswa-mahasiswi STSR.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 19 September 2018 - 11:25 wib

11 Pejabat Kembali Dilantik

Rabu, 19 September 2018 - 11:00 wib

JPO Makan Korban Jiwa

Rabu, 19 September 2018 - 10:50 wib

Isi Berkurang, Minta Ganti ke Pangkalan

Rabu, 19 September 2018 - 10:40 wib

Jalur Truk CPO Lumpuh

Rabu, 19 September 2018 - 10:30 wib

Simpan di Saku Celana, Pengedar Narkoba Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 10:19 wib

Sarankan Pengurangan Gaji

Rabu, 19 September 2018 - 10:16 wib

X.O Cuisine & Dim Sum Sajikan Menu yang Berbeda

Rabu, 19 September 2018 - 10:13 wib

Hotel Labersa Tawarkan Promo September Fun

Follow Us