Redaksi

Hukum Tak Berwibawa, Kejahatan Marak

12 Juli 2011 - 05.27 WIB > Dibaca 1140 kali | Komentar
 

KETIKA hukum tak lagi berwibawa, maka lihatlah aneka kejahatan yang muncul. Mulai dari korupsi yang tak ada habisnya hingga keputusan lembaga hukum yang kontroversial. Kejahatan terbaru yang sempat menipu orang penting di negeri ini adalah sepak terjang seorang pembual yang bernama Irwanul Latubual. Lewat lembaga silumannya bernama Badan Sumber Daya Manusia Indonesia Pemerhati Pengembangan Ekonomi Daerah (BSDMI P2ED), ia mampu menipu orang-orang penting sekelas bupati, wali kota hingga gubernur.

Betapa bebasnya mereka beroperasi tanpa terdeteksi. Modalnya hanya mengaku-ngaku sebagai salah satu staf ahli Presiden langsung orang penting di negeri ini percaya dan mudah diperdaya. Sudahlah begitu untuk menangkap sang penjahat ini masih juga aparat negara berdalih ini dan itu. Korban pun makin banyak berjatuhan. Namun untuk mengusutnya, Istana dan pihak kepolisian menunggu laporan korban yang merasa dirugikan. Padahal BSDMI P2ED yang disebut bakal jadi kementerian dianggap fiktif oleh Kementrian Dalam Negeri. Kapuspen Mendagri Reydonnyzar Moenek bahkan meminta seluruh kepala daerah segera memberikan laporan, karena dipastikan aktivitas lembaga ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia.

Harusnya begitu modus kejahatan ini terungkap langsung cepat ditindak. Kalau harus menunggu laporan maka para penjahatnya sempat kabur duluan dan melenggang lari dari Indonesia. Betapa kita lihat banyak penjahat kerah putih yang menertawakan hukum dan penegak hukum negeri ini. Terendus bersalah Nazaruddin misalnya dengan santai hengkang ke Singapura. Setelah makin terang dilalacak ke sana malah sudah hengkang entah kemana lagi. Hukum kita terkadang jadi seperti mainan saja kepada penjahat kakap macam mereka.

Namun coba kalau rakyat kecil yang jadi pesakitan, hukum kita tangkas secepat kilat. Di Tasik Malaya hanya karena dilaporkan mencuri ayam tetangga, dua anak sekolah harus menghadapi meja hijau dengan ancaman hukum yang tidak main-main. Kita semakin tidak mengerti ketika hukum terasa berpihak. Dampaknya ia tidak lagi berwibawa karena ternyata tidak jadi benteng keadilan. Kita tunggu gebrakan penegak hukum yang benar-benar membela keadilan dan bukan mereka yang punya uang.***
KOMENTAR
Terbaru
Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 WIB

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 WIB

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Apresiasi Komitmen Partai

Jumat, 21 September 2018 - 17:30 WIB

Warga Dambakan Aliran Listrik

Jumat, 21 September 2018 - 17:00 WIB

Follow Us