Kita Hari Ini Riau Masa Depan

17 November 2013 - 09.31 WIB > Dibaca 693 kali | Komentar
 
Kita Hari Ini Riau Masa Depan
SEBULAN lalu, saya membesuk keluarga yang sedang terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Pekanbaru. Ketika itu, pasien yang sekamar dengannya terus berteriak meminta pulang. Pasien ini seperti putus harapan penyakitnya tidak akan bisa lagi disembuhkan.

Berkali-kali keluarganya dan bahkan perawat yang bertugas meyakinkan bahwa penyakitnya masih bisa diobati. Namun tetap saja pasien ini meminta pulang. Tak lama, ada dokter yang masuk dan mencoba menenangkan. Dengan berbagai alasan medis, dokter yang ramah itu meyakinkan bahwa penyakit yang diderita pasien ini masih bisa disembuhkan. Sayangnya, setelah dokter ini meninggalkan ruangan, si pasien kembali meminta pulang.

Ketika saya tanya kepada keluarganya, ternyata dia menderita gangguan fungsi ginjal, namun belum sampai pada keharusan cuci darah.

Pengalaman ini mengingatkan saya pada kisah dua pasien kanker yang divonis dokternya enam bulan lagi akan meninggal. Pasien pertama menyikapinya mirip seperti pasien ginjal yang baru saja saya ungkapkan.

Begitu mendapat vonis enam bulan meninggal, pasien ini tak lagi datang berkonsultasi kepada dokternya. Dia lebih memilih menunggu saat kematian itu tiba. Bayang-bayang kematian itu telah memupuskan segalanya. Hari-hari dilaluinya dengan mengurung diri, menyesali diri dan berbagai pikiran negatif lainnya.

Artinya, dengan sikap pesimis itu, sama saja pasien ini telah meninggal enam bulan lebih awal sebelum kematian itu benar-benar terjadi.

Lalu, bagaimana sikap pasien kanker kedua atas vonis enam bulan itu? Pasien yang satu ini terlihat semakin bersemangat walaupun vonis mati di depan mata. Setiap bulan dia terus berkonsultasi ke dokternya tanpa terpengaruh kabar buruk itu.

Melihat realita ini, dokter merasa heran dan bertanya alasan pasiennya tetap bersemangat walaupun di gerbang kematian. Kepada dokter, pasien ini justru berterima kasih dokter telah menginformasikan perkiraan ajalnya menjemput. Dengan demikian dirinya menjadi tahu sehingga termotivasi untuk memanfaatkan sisa-sisa umurnya untuk hal-hal yang lebih bernilai.

Dengan sepenggal kalimat, pasien ini menjawab pertanyaan dokter. Dok, walaupun sudah divonis akan mati enam bulan lagi, namun saya ingin tetap hidup sampai kematian itu benar-benar terjadi, katanya.

Kisah tersebut menginspirasi bahwa betapa sikap pesimistis telah merusak sendi-sendi kehidupan, baik secara individu, keluarga dan bangsa dalam skala yang lebih besar. Betapa pula sikap optimistis, akan membawa diri, keluarga maupun bangsa ini menjadi bangsa yang tumbuh pesat dan terus memberi harapan.

Sayang, kita terlalu mudah terjebak dan sering menghabiskan energi untuk hal-hal negatif. Memperbesar masalah kecil lebih disukai daripada memperkecil masalah-masalah besar.

Riau sebagai bagian dari bangsa ini, harus dipandang positif sebagai provinsi yang maju dan rakyatnya sejahtera. Kalau itu belum terwujud, adalah tugas kita mewujudkannya.

Keprihatinan kepada Riau hari ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyalahkan orang lain, termasuk menyalahkan pemimpin. Keprihatinan itu harus dijawab bersama dengan sikap optimis yang diawali memajukan diri sendiri.

Sikap melempar kesalahan pada orang lain untuk nenutup kelemahan diri, justru akan semakin mengantarkan Riau pada keadaan yang tidak menguntungkan.
Kita harusnya termotivasi ketika ada yang menyebutkan masyarakat Riau masih banyak yang miskin, padahal di dalamnya ada sumber alam yang melimpah. Cibiran ini harus dijadikan informasi positif sumber energi pemantik semangat untuk kita bangkit melakukan sesuatu agar Riau tak lagi dicap negeri miskin.

Riau itu kita dan kita adalah masa depan Riau. Riau masa depan adalah sikap kita hari ini. Untuk itu, mari kita bangun Riau dengan sikap optimistis sampai kematian itu benar-benar menjemput kita.***


Syamsul Bahri Samin
Redaktur Senior
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib

Minta Jembatani GP Ansor-UAS

Minggu, 23 September 2018 - 15:00 wib

2.000 IKM Tak Terdaftar

Minggu, 23 September 2018 - 14:48 wib

Pemotor Kecelakaan Beruntun

Minggu, 23 September 2018 - 14:34 wib

Polisi Gadungan Ditangkap

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Follow Us