Wonderful Indonesia
TERKAIT SEMINAR 65 DI YLBHI
PKI Diisukan Bangkit Lagi, PBNU Keluarkan Sikap Tegas Ini
Selasa, 19 September 2017 - 19:15 WIB > Dibaca 883 kali Print | Komentar
PKI Diisukan Bangkit Lagi, PBNU Keluarkan Sikap Tegas Ini
Seorang anggota polisi tampak berjaga di depan kantor LBH/YLBHI, usai terjadi kericuhan di kantor LBH Jakarta Ahad (17/9) malam. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kegiatan Seminar 65 di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendapat perlawanan dari massa yang menolak adanya acara itu.

Bahkan, polisi sempat menahan puluhan orang karena adanya aksi anarkistis. Acara itu sendiri akhirnya dibubarkan. Terlebih, menurut Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, PKI sudah memiliki struktur dan kepengurusan yang siap untuk bangkit di Indonesia.

Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud, pihaknya akan menolak untuk komunisme hidup lagi di Indonesia. Sebab, Indonesia dan para pendiri bangsa sudah sepakat bahwa indeologi Indonesia adalah Pancasila, bukan komunisme.

"Dari dulu sudah sepakat Indonesia negara Pancasila, bukan komunis. Jadi, laksanakan saja sekarang," katanya kepada JawaPos.com, Selasa (19/9/2017).

Ditambahkannya, jika ada pihak-pihak yang mencoba menghidupkan kembali PKI, PBNU akan berada di garda terdepan untuk melakukan perlawanan.

"Indonesia ini sudah sepakat bahwa negara ini Pancasila sampai kapan pun. Nah ini akan PBNU jaga," tegasnya.

Di sisi lain, Marsudi pun mengaku tidak sepakat ada pihak-pihak yang ingin mencabut TAP MPRS Nomor 25/1966 tentang Pembubaran PKI.

"Ya aturan itu tidak boleh berubah," tandasnya.

Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen sebelumnya mengatakan, PKI sudah terbentuk lengkap dengan struktur kepengurusannya, yakni Wahyu Setiaji sebagai ketua umum dan Teguh Karyani menjadi sekretaris jenderal.

Dia menyebut, PKI akan bangkit apabila TAP MPRS Nomor 25/21966 tentang Pembubaran ideologi itu dicabut. Ditambahkannya, dengan sudah terbentuknya kepengurusan itu, maka sudah ada kemungkinan suatu saat komunisme bisa bangkit di Indonesia.

Karena itu, sambungnya, perlu ada ketegasan dari pemerintah mengungkapkan tidak akan mencabut TAP MPRS tersebut. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Din Syamsuddin Jadi Utusan Khusus untuk Dialog Antaragama
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"

Senin, 23 Oktober 2017 - 19:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini