Wonderful Indonesia
GAGASAN PRESIDEN JOKOWI
Pemutaran Kembali Film G30S PKI Tuai Dukungan Pimpinan DPR
Selasa, 19 September 2017 - 19:30 WIB > Dibaca 381 kali Print | Komentar
Pemutaran Kembali Film G30S PKI Tuai Dukungan Pimpinan DPR
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wacana pemutaran kembali film G30S/PKI mendapat dukungan pimpinan DPR. Menurut Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, dirinya menyambut baik gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Pemutaran film itu sendiri bertujuan untuk mengingat sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia tersebut. Taufik menyatakan, perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan NKRI patut disampaikan kepada generasi muda. Termasuk untuk memberikan gambaran betapa kejamnya PKI.

"Barangkali ada saat G30SPKI banyak yang belum lahir. Karena apa pun sejarah perjuangan Indonesia dari titik awal menuju kemerdekaan, harus bisa disampaikan ke generasi muda," ‎katanya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Dia pun mengaku setuju jika film itu ditonton secara bersama-sama atau "nonton bareng" (Nobar).

"Supaya anak-anak juga paham bagaimana kekejaman PKI, bagaimana waktu itu Alquran dinjak-injak, dibakar," sebutnya.

Pemutaran film G30SPKI itu, tegasnya, bukan bagian untuk membangkitkan Orde Baru. Sebab, masyarakat yang belum mengetahui kekejaman PKI perlu tahu sehingga menjadi edukasi sejarah Indonesia.

"Ini konteksnya adalah penyampaian sejarah perjangan, karena banyak pada saat PKI itu banyak yang belum lahir," tandasnya.

Menyikapi rencana pemutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI yang diproduksi pada 1984 silam, Presiden Joko Widodo sebelumnya mengusulkan film terkait peristiwa sejarah itu diperbarui agar lebih mudah dipahami generasi saat ini.

Adapun film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI dirilis pada 1984 silam itu disutradarai Arifin C Noer. Film diketahui melibatkan lebih dari 10 ribu pemain dan figuran. Saat Orde Baru berkuasa, setiap malam 30 September, ada pemutaran serentak film G 30 S PKI di layar televisi. Pascareformasi 1998 kewajiban pemutaran film itu dihentikan. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Din Syamsuddin Jadi Utusan Khusus untuk Dialog Antaragama
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"

Senin, 23 Oktober 2017 - 19:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini