Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
POLISI SEMPAT AMANKAN 12 ORANG
Penyerangan Kantor YLBHI, Tujuh Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Selasa, 19 September 2017 - 19:45 WIB > Dibaca 396 kali Print | Komentar
Penyerangan Kantor YLBHI, Tujuh Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Buntut dari kericuhan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), polisi sempat menahan sebanyak 12 terduga pelaku aksi anarkistis. Namun, hanya 7 orang yang kemudian resmi ditetapkan tersangka.

Adapun kelima orang lainnya yang tak terlibat dalam aksi penyerangan pada Senin (18/9/2017) malam itu akhirnya resmi dilepaskan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/9).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, ketujuhnya ditetapkan sebagai tersangka karena melawan petugas saat diminta untuk membubarkan diri dari aksi namun tidak mengindahkannya. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail identitas mereka.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa mereka yang ditetapkan sebagai tersangka bukan berasal dari suatu organisasi masyarakat tertentu.

"Mereka ada yang karyawan, ada sopir, ada yang pengangguran. Tidak ditemukan anggota organisasi," tuturnya.

Kini, ketujuh tersangka dikenakan Pasal 216 dan 218 KUHP karena mereka tidak mengindahkan ketika polisi membubarkan unjuk rasa.

"Ancamannya kurungan empat bulan," terangnya.

Kerusuhan sebelumnya sempat terjadi di depan gedung YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) atau LBH di Menteng Jakarta Pusat, Ahad (17/9/2017) hingga Senin (18/9/2017) dinihari WIB.

Hal itu diakibatkan dari massa yang berusaha meringsek masuk gedung karena menduga adanya aktivitas terkait Partai Komunis Indonesia (PKI). Massa baru berhasil dibubarkan polisi sekitar pukul 03.00 WIB. (cr5)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Ditanya Keterlibatan Andi di Proyek e-KTP, Mantan Dirut PNRI Berkelit
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini