Sepotong Kabar dari Gedung Nomor 719

15 Desember 2013 - 10.10 WIB > Dibaca 778 kali | Komentar
 
Sepotong Kabar dari Gedung Nomor 719
SEPOTONG kabar itu datang menyentak dari gedung dewan perwakilan rakyat. Tepatnya dari gedung di Jalan Jenderal Sudirman nomor 719 Pekanbaru. Hanya sepotong kabar. Tapi cukup untuk melawan lupa.

Adalah wakil rakyat, di gedung DPRD Riau si empunya hajat. Mereka ingin membangun gedung baru lagi. Gedung megah berlantai 12 tingkat. Sebenarnya setahun sebelumnya, niat itu pernah diusulkan. Belakangan urung. Suara penolakan datang bertubi-tubi. Lantas usulan itu pun senyap.

Setahun sudah kabar itu tak terdengar. Tiba-tiba muncul lagi. Di pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2014, usulan itu dicantumkan. Kali ini lebih lengkap. Itemnya sudah masuk dalam RAPBD 2014.

Di sana disebutkan, ada pembuatan Detail Engineering Design (DED) seharga Rp2 miliar. Jika lolos, rencana berikutnya di APBD-P 2014, pembangunan gedung senilai Rp130 miliar itu langsung dimulai.

Semua kaget. Diam-diam ternyata usulan itu tetap proses. Hiruk-pikuk suara penolakan tak diacuhkan. Ibarat anjing menggonggong, kafilah pun berlalu.

Tapi, belakangan suara dari gedung wakil rakyat terbelah. Suara penolakan malah muncul dari dalam sendiri. Suara yang menolak sepakat, belum saatnya gedung megah itu dibangun. Masih banyak persoalan rakyat yang perlu mendapat perioritas.

Nah, belajar dari polemik di gedung itu seharusnya jadi suatu telaah yang seksama. Selama ini kita asyik dengan sesuatu yang berlabel mewah dan megah. Tak disebut hebat kalau tak menegakkan pancang-pancang gedung yang menjulang ke langit.

Satu di antaranya tentu gedung DPRD Riau itu sendiri. Bangunannya terbilang megah. Meski belum diberi nama resmi sejak difungsikan 10 tahun lalu. Gedung ini boleh dibilang paling mewah dibanding gedung-gedung DPRD di daerah lain.

Kemudian kita punya terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Bandaraya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru. Dulu sempat juga disebut salah satu yang termegah di Indonesia. Bahkan dilabeli bertaraf internasional. BRPS jadi pertemuan lintasan perdagangan jalur darat di Sumatera, dan pintu keluar masuk ke luar negeri.

Diikuti kompleks Islamic Center Masjid Agung An-Nur. Dulu disebut juga yang termegah di Sumatera. Dengan taman yang luas, bangunannya dipilih dari bahan-bahan yang terbaik.

Lalu, ada Stadion Utama Riau yang bertaraf internasional. Disusul Jembatan Siak III, Pustaka Wilayah Soeman HS, gedung 9 lantai Pemprov Riau, gedung Bank Riaukepri, dan banyak lagi.

Kondisi gedung-gedung itu saat ini tak segagah saat awal berdiri. Kondisinya tak sebanding dengan usianya. Kalau boleh disebut sudah terlalu renta dan uzur. Tanpa perawatan yang memadai. Kecuali gedung 9 lantai Pemprov Riau, gedung Pustaka Wilayah Soeman HS dan gedung Bank Riaukepri yang masih cukup mendapat perawatan.

Lihatlah gedung DPRD Riau yang tak bernama itu. Lantai keramiknya banyak copot. Plafonnya juga banyak yang jebol. Apalagi ruang toiletnya rata-rata rusak dan tak terawat secara baik.

Yang paling muda, ambil kondisi Stadion Utama Riau. Usianya baru berjalan setahun. Tapi kalau kita melihat sekeliling luar dan dalam gedung, bisa-bisa kita akan menangis. Sedih. Karena kemegahannya sudah redup. Tak sempat jadi saksi generasi anak cucu mendatang.

Sebenarnya, nasib gedung-gedung megah itu rata-rata serupa. Tak ada penganggaran untuk biaya perawatan yang memadai. Padahal para ahli perencana gedung selalu menekankan, merawat itu lebih susah daripada membangun gedung baru. Begitu pula biaya perawatan juga bisa lebih besar dibanding biaya untuk membangun.

Ke depannya, kita memang harus betul-betul bertindak bijak. Menyolek Riau tak harus dengan menghadirkan gedung-gedung yang megah nan menjulang. Karena warga pemilik suara yang paling berdaulat di pelosok-pelosok itu masih jauh dari hidup layak. Perlu layanan kesehatan yang baik. Perlu pendidikan murah buat anak-anak cucu. Karena mereka memang tak bermimpi untuk melihat gedung megah 12 lantai itu.***


Ilham Yasir

Koordinator Liputan
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Follow Us