Wonderful Indonesia
KEMENDAGRI SERING DAPAT LAPORAN
Bukan Terkait Politik, Ternyata Inilah Fungsi Registrasi Kartu SIM
Senin, 13 November 2017 - 19:20 WIB > Dibaca 508 kali Print | Komentar
Bukan Terkait Politik, Ternyata Inilah Fungsi Registrasi Kartu SIM
Ilustrasi. (JPG)
BANDUNG (RIAUPOS.CO) - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh angkat bicara soal isu kebijakan registrasi ulang kartu telepon seluler.

Dia menegaskan, hal itu bukan untuk kepentingan politik. Terlebih, jika disebut-sebut untuk kepentingan pihak tertentu memenangkan pemilihan presiden 2019 mendatang. Dia mengatakan, kebijakan registrasi ulang semata-mata untuk melindungi masyarakat dari penipuan, penyebaran informasi bohong dan tertib administrasi.

"Jadi, tidak ada untuk kepentingan politik, apalagi untuk kepentingan calon presiden. Pencalonan kan dari partai politik atau gabungan parpol. Bukan independen," katanya di Bandung, Senin (13/11/2017).

Misalnya, kata dia lagi, soal penipuan menggunakan telepon seluler, bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat. Contoh kasus papa minta pulsa, anak masuk rumah sakit dan lain sebagainya. Kemudian juga kerap digunakan untuk menyebarkan informasi bohong dan penyebaran kebencian.

"Nah kenapa untuk registrasi ulang mencocokkan nomor induk kependudukan (NIK) dengan nomor kartu keluarga, tak lain untuk melindungi masyarakat. Karena sebenarnya, kalau data berbasis NIK saja itu sebenarnya sudah ada di mana-mana. Banyak lembaga bisa dapat data tanpa ke dukcapil," tuturnya.

Selama ini, sambungnya, masyarakat sebenarnya juga sering menerima telepon dari lembaga tertentu untuk menwawarkan sesuatu. Misalnya, pinjaman tanpa agunan, kartu kredit dan lain sebagainya. Artinya, data pribadi banyak masyarakat juga sudah dimiliki banyak lembaga.

Kemungkinan, data diperoleh karena untuk mendaftarkan anak masuk sekolah misalnya, seseorang perlu mengisi data. Begitu pula saat mengajukan kartu kredit, menginap di hotel dan keperluan lainnya.

"Jadi, diperlukan nomor KK untuk pengaman tambahan. Data KK tak bisa dibuka oleh provider. Mereka hanya bisa mengakses untuk mencocokkan NIK dan nomor KK, jadi tak diketahui nama bapak saya, ibu saya dan lain-lain," jelas.

Sementara itu, ditanya bagaimana sekiranya provider nakal, misalnya memanfaatkan data pelanggan, mantan penjabat gubernur Gorontalo itu mengingatkan ada sanksi pidana yang ancamannya hingga sepuluh tahun penjara.

"Kemudian juga ada sanksi administrasi bisa mencapai Rp1 miliar. Itu belum ancaman pemerintah menghentikan kerja sama (penggunaan data kependudukan untuk registrasi, red), pasti operator itu akan ditutup," tuntasnya.(gir)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DPP Sita 47 Tabung
Rumah Makan Jual Gas Subsidi
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:22 wib
TAMU REDAKSI
BEM FISIP Universitas Riau Belajar Jurnalistik ke Riau Pos
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:19 wib

Kabut Tak Pengaruhi Penerbangan
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:16 wib

Jaga Kekompakan Anggota MBC
Rabu, 17 Januari 2018 - 08:52 wib
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
BERKICAU DI TWITTER
Sebut Mahar Pilkada Sudah Rahasia Umum, Ini Saran Ruhut untuk KPU
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:10 wib
DILAPORKAN FARHAT ABBAS
Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya...
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Sebut Mahar Pilkada Sudah Rahasia Umum, Ini Saran Ruhut untuk KPU
Oso soal Munaslub Kubu Sudding: Harus Seizin Saya

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:50 WIB

Wow! Kata Rhoma Irama, Ada Parpol Lama Lakukan Manipulasi Data
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us